Sejarah Manusia Purba di Indonesia Sejarah Manusia Purba di Indonesia

Sejarah Manusia Purba di Indonesia – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut mengenai sejarah manusia purba di indonesia.  Di Indonesia sendiri penemuan manusia purba pertama sekali didapati di wilayah Jawa, khususnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Manusia purba di Indonesia telah ada sejak zaman quartair atau dapat dikatakan telah hidup sejak 600 ribu tahun yang lalu. Zaman quartair terbagi menjadi 2 bagian, yang pertama disebut zaman Dilluvium (pleistocen), sedang zaman kedua disebut zaman alluvium (Holocen). Di Indonesia zaman Dilluvium menurut Dr. Von Koenigswald terbagi menjadi 3 lapisan, yaitu lapisan bawah, lapisan tengah, dan lapisan atas. Yang mana masing-masing lapisan tersebut memiliki fosil manusia purba tersendiri.

1. Dilluvium Bawah
Lapisan ini merupakan lapisan tertua, terdapat 3 jenis fosil manusia purba di dalamnya, yaitu:

Meganthropus Palaeojavanicus, adalah fosil tertua atau banyak yang menyebutnya sebagai manusia purba pertama, fosil ini ditemukan di daerah Sangiran.
Pithecanthropus Dubius, adalah fosil yang belum jelas apakah fosil manusia atau kera, oleh sebab itu fosil ini diberi nama Pithecanthropus Dubius yang berarti manusia kera yang meragukan. Fosil ini didapati di daerah Sangiran juga.
Pithecanthropus Robustus atau Plthecanthropus Mojokertensis adalah fosil yang juga di temukan di daerah Sangiran. Seorang sarjana Weidenreich memberi nama fosil tersebut Pithecanthropus Robustus, sedangkan seorang penemu bernama Von Koenigswald menamai fosil tersebut Plthecanthropus Mojokertensis sebab ia mengatakan bahwa ia pertama kali menemukan fosil tersebut di dataran Mojokerto.

2. Dilluvium Tengah
Dr. Eugene Dubois merupakan tokoh yang menemukan fosil jenis ini, ia mengatakan bahwa pada masa ini manusia purba telah mampu berdiri dengan tegak, oleh karena itu ia menamainya Pithecanthropus Erectus yang berarti manusia kera yang berjalan dengan tegak.

3. Dilluvium Atas
Di lapisan ini ditemukan fosil manusia purba termuda yang ditemukan di Ngandong, kemudian diberi nama Homo Soloensis. Sedangkan fosil manusia purba yang ditemukan di Wajak (Tulungagung) dalam jenis yang sama diberi nama Homo Wajakensis.

Kebudayaan Manusia Purba Indonesia

Meski kehidupan pada zaman purba dikenal sangat primitif namun mereka sudah mengenal yang namanya kebudayaan, baik itu berupa kebudayaan batu tua atau yang disebut Palaeolitchicum. Kebudayaan tersebut banyak ditemukan di wilayah Pacitan dan Ngandong.

Kebudayaan daerah Pacitan, peralatan hasil kebudayaan Pacitan tergolong sangat sederhana, bahan yang digunakan pun hanya batu dengan pembuatan yang sederhana seperti kapak genggam.
Kebudayaan Ngandong, di Ngandong ternyata telah melakukan sedikit perkembangan dengan tidak hanya menggunakan kapak genggam dari batu, namun juga mulai menggunakan tulang. Penggunaan tulang berfungsi untuk penusuk dan pengorek tanah untuk mengambil ubi dan keladi. Homo Soloensis dan Homo Wajakensis diperkiran sebagai pemilik kebudayaan ini pada masa Dilluvium Atas.

Pola Hidup Manusia Purba Indonesia

Pola hidup manusia purba dapat kita ketahui dengan menilai peralatan yang digunakan pada masa itu. Berdasarkan penelitian atas fosil-fosil tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

Manusia purba belum mengenal yang namanya bercocok tanam atau dunia agraris. Mereka memperoleh makanan langsung dari alam, baik dengan jalan berburu, mengambil buah-buahan yang ada, dan sebagainya.
Manusia purba masih tinggal secara nomaden atau tinggal dengan berpindah-pindah baik secara berkelompok ataupun sendiri-sendiri.

Penyakit yang Meimpa Bung Karno Jelang G30SPKI Penyakit yang Meimpa Bung Karno Jelang G30SPKI

Penyakit yang Meimpa Bung Karno Jelang G30SPKI – G30S/PKI merupakan kejadian bersejarah yang terjadi di Lubang Buaya, dalam kejadian ini dikabarkan presiden Soekarno dalam kondisi kritis dan beresiko meninggal.

“Menurut Profesor Wu, keadaan kesehatan Paduka Yang Mulia Bung Karno cukup kritis. Tentu saja bukan berarti tidak ada kemungkinan sembuh. Tapi dua kemungkinan terburuk bisa menimpa Paduka, yaitu kemungkinan lumpuh atau meninggal,” demikian suara tim dokter kepresidenan dalam film yang dirilis pada 1984 itu.

Taomo Zhou, Asisten Profesor di Universitas Teknologi Nanyang (NTU), Singapura, menguraikan kondisi Sukarno menjelang G30S/PKI. Laporannya bertajuk ‘China dan Gerakan 30 September’ dimuat dalam Jurnal ‘Indonesia’ Volume 98, tahun 2014, terbitan Cornell University Southeast Asia Program.

Kondisi kesehatan Sukarno yang buruk membuat pikiran-pikiran kotor kudeta tumbuh di benak para politikus. Ada pihak yang hendak menggantikan Sukarno sebagai Presiden Republik Indonesia bila akhirnya Sukarno meninggal dunia.

Benar, Republik Rakyat China (RRC) memberikan bantuan medis kepada Sukarno pada awal 1960-an. Namun, pada 1965, kondisi kesehatan Bung Karno tidaklah seburuk yang dispekulasikan oleh sarjana-sarjana Barat. Baik Beijing maupun PKI tidak berpendapat Bung Karno bakal segera meninggal dunia saat itu.

Desember 1961, Duta Besar RI untuk China, Sukarni, dan Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri RRC, Chen Yi, mengadakan pertemuan. Sukarni mengatakan bahwa Bung Karno minta bantuan kepada China.

“Sukarno telah bersembunyi dari Amerika Serikat (AS) dan mencari bantuan dari China untuk masalah kesehatannya,” demikian tertulis dalam laporan Wakil Perdana Menteri Chen Yi dalam pertemuan dengan Dubes RI ke China, 22 Desember 1961.

Baca Juga :Sejarah Penemuan Sel

AS sudah tahu duluan mengenai kondisi kesehatan Bung Karno sejak akhir 1964. Pada akhir 1964, Dubes RRC untuk RI Yao Zhongming melaporkan bahwa media Barat telah memberitakan kemungkinan Sukarno mundur dari jabatannya karena alasan kesehatan. Namun tak satu pun media di Indonesia yang memberitakan soal itu. PKI juga tidak terlalu memperhatikan isu ini.

Ternyata sumber informasi soal berita kesehatan Sukarno berasal dari dokter di Wina, Austria. Dokter itu mengaku menemukan batu di ginjal kanan Bung Karno. Dokter itu memprediksi Bung Karno bakal meninggal dunia dalam kurun waktu tiga bulan bila batu ginjal itu tidak diangkat lewat operasi bedah.
China mengirimkan bantuan. November 1964, tim medis yang dipimpin urologis Dr Wu Jieping tiba di Indonesia. Mereka tidak setuju dengan diagnosis dokter di Wina, Austria. Dokter China mengatakan Bung Karno bukan sakit gara-gara batu ginjal (meski ada pula masalah ginjal), melainkan karena masalah kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).

Tim medis menyampaikan diagnosis, resep, dan perawatan, seperti akupunktur dan obat herbal. Sukarno dinilai lebih sreg dengan kapsul herbal China, cenderung sedikit overdosis. Misalnya resep menginstruksikan agar obatnya lima kali butir saja, tapi Sukarno menelannya enam butir. Dokter China kecewa terhadap sikap Bung Karno.

Sejarah Penemuan Sel Sejarah Penemuan Sel

Sejarah Penemuan Sel – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang sejarah ditemukannya sel yang sudah dirangkum dari sumber terpercaya.

Sejarah penemuan sel diawali pada 1665. Saat itu, Robert Hooke –seorang ahli biologi kebangsaan Belanda mengamati sebuah sayatan gabus batang tanaman Quercus suber menggunakan mikroskop rancangannya. Dari pengamatan itu, ia kemudian menemukan adanya banyak ruang kosong dengan dinding tebal sebagai pembatasnya. Ruang-ruang kosong yang ditemukan Hooke ini, olehnya kemudian dinamai dengan istilah cellulae atau sel. Sel yang ditemukan Robert Hooke sebetulnya adalah sel-sel gabus mati. Kendati begitu, hasil kerja Hooke inilah yang kemudian membuka sejarah penemuan sel sehingga menjadi pioner dalam perkembangan teori dan teknologi sel di masa kini.
Sejarah Penemuan Sel

Hasil kerja Hooke telah menarik minat Antonie van Leeuwenhoek (1632–1723) untuk mempelajari lebih dalam tentang rahasia kehidupan terkecil di muka bumi. Ia merancang mikroskop kecil berlensa tunggal untuk memuluskan niatannya. Mikroskop tersebut ia gunakan untuk mengamati air rendaman jerami. Dari pengamatan yang dilakukannya, Antonie menemukan adanya organisme yang bergerak-gerak dalam air yang diamatinya itu. Organisme tersebut kemudian dinamai dengan istilah bakteri. Karena pengamatan tersebut Antonie van Leeuwenhoek dianggap sebagai orang pertama yang menemukan sel hidup dalam sejarah penemuan sel.

Perkembangan Teori dalam Sejarah Penemuan Sel

Dari penelitian yang dilakukan Robert Hooke dan Antonie van Leeuwenhoek, sejarah penemuan sel dilanjut dengan perkembangan teori dan penemuan-penemuan baru. Beberapa ahli yang mendalami teori sel tersebut misalnya Schleiden (1804–1881), Theodor Schwan (1810–1882), Max Schultze (1825–1874), Rudolph Virchow (1821–1902), Robert Brown (1812), Felix Durjadin (1835), dan Johanes Purkinye (1787–1869)

a. Sel Merupakan Kesatuan atau Unit Struktural Makhluk Hidup

Pada tahun 1829, Jacob Schleiden melakukan penelitian dan pengamatan terhadap mikroskopis sel tumbuhan, sementara secara hampir bersamaan Theodor Schwan juga melakukan pengamatan serupa dengan objek yang diamati berupa sel hewan. Dari pengamatan tersebut, keduanya menari teori bahwa “sel merupakan kesatuan atau unit struktural mahluk hidup”. Secara lebih jelas, teori tersebut dijabarkan sebagai berikut:

Setiap makhluk hidup terdiri dari sel.
Sel adalah unit struktural terkecil pada makhluk hidup.
Organisme bersel satu terdiri dari satu sel (uniseluler), organisme yang tersusun lebih dari satu sel disebut organisme bersel banyak (multiseluler)

b. Sel Sebagai Unit Fungsional Makhluk Hidup

Penelitian mendalam tentang sel dilanjutkan oleh Max Schultze di tahun 1845. Penelitian yang membuka babak baru dalam sejarah penemuan sel tersebut menghasilkan teori bahwa dalam sel terdapat bagian bernama protoplasma. Protoplasma adalah dasar fisik kehidupan yang bukan hanya bagian struktural sel, melainkan juga sebagai tempat berlangsung reaksi-reaksi biokimia kehidupan. Berdasar hasil penelitian inilah Schultze mengemukakan teori bahwa sel adalah kesatuan fungsional kehidupan.

c. Sel Sebagai Unit Pertumbuhan Makhluk Hidup

Pada tahun-tahun berikutnya, Rudolph Virchow juga melakukan penelitian mendalam terhadap ilmu sel. Dari penelitian tersebut ia mengemukakan teori omnis cellula ex cellulae yang artinya semua sel berasal dari sel sebelumnya. Dari teori tersebut, sejarah penemuan sel mengungkap kenyataan baru bahwa sel adalah unit pertumbuhan makhluk hidup.

Baca Juga :Awal Mula ditemukannya Kertas

d. Sel Sebagai Unit Hereditas Makhluk Hidup

Kemajuan IPTEK telah mendorong penemuan unit-unit hereditas yang ada dalam inti cell atau nukleus. Unit hereditas dalam sel yang disebut kromosom itu adalah unit pembawa sifat bagi perkembangbiakan sel. Melalui penelitian beberapa orang berikut ini teori sel adalah unit hereditas mahluk hidup menjadi kian berkembang.

Robert Brown (1812). Ahli biologi Skotlandia ini menemukan sebuah benda terapung berukuran kecil di dalam cairan sel. Benda tersebut dianggapnya sebagai inti sel atau nukleus.
Felix Durjadin (1835). Ahli biologi Belanda ini menemukan adanya cairan sel yang terdapat di dalam membran sel. Cairan tersebut kini kita kenal dengan istilah protoplasma.
Johanes Purkinye (1787–1869). Ahli biologi yang menjadi orang pertama pengaju istilah protoplasma.

Awal Mula ditemukannya Kertas Awal Mula ditemukannya Kertas

Awal Mula ditemukannya Kertas – kertas merupakan lembaran  tipis yang saat ini menjadi media tulis yang sangat penting. Sayangnya tidak banyak yang tahu, bagaimana sejarah ditemukannya kertas. Ada baiknya sebelum kita mengetahui lebih dalam mengenai percetakan digital (digital printing), cetak murah, cetak cepat, dan sebagainya, kita mempelajari terlebih dahulu sejarah penemuan kertas.

Kertas tidak ditemukan begitu saja. Sebelum kertas ditemukan, orang-orang di berbagai benua menggunakan bahan yang berbeda-beda untuk menulis. Di China, orang menggunakan bambu sebagai media tulis. Lain halnya dengan orang-orang di belahan bumi bagian barat. Mereka menggunakan kulit kambing atau lembu sebagai media tulis. Sudah tentu, harganya sangat mahal.

Peradaban Mesir Kuno juga berkontribusi dalam proses perkembangan dari media tulis dengan ditemukannya papirus yang digunakan pada masa pemerintahan Firaun, yang kemudian penggunaannya menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi, Laut Tengah, bahkan seluruh Eropa. Papirus inilah yang kemudian menjadi asal kata “paper” dalam bahasa Inggris. Meski begitu meluas, penggunaan papirus juga tetap dirasa mahal.

Berdasarkan catatan sejarah, negara yang menyumbangkan kontribusi besar khususnya bagi percetakan adalah negara cina. Kertas yang kita gunakan hari ini baik untuk kebutuhan sehari-hari, perkantoran, sekolah, hingga bisnis percetakan digital, percetakan offset, cetak cepat, dan sebagainya ditemukan oleh Ts’ai Lun. Kertas yang ditemukan oleh Tsai Lun pada mulainya menggunakan bahan baku bambu pada tahun 101 masehi. Pada saat itu, Ts’ai Lun memperlihatkan contoh kertas kepada Kaisar Ho Ti. Pada abad ke-2, penggunaan kertas penemuan Ts’ai Lun ini mulai menyebar di seluruh China. Dengan penemuan ini, China mampu mengekspor kertas ke seluruh Asia. Sebab, mereka merahasiakan cara pembuatan kertas ini cukup lama.

Pada Abad ke 751 Masehi, Pasukan Dinasti Tang mengalami kekalahan pada pertempuran di Sungai Talas melawan kerajaan Arab di bawah pemerintahan Abbasiyah. Akibatnya, para pembuat kertas Cina ditawan oleh orang-orang Arab, sehingga dengan mereka mempelajari cara pembuatan kertas dan wilayah Bagdad dan Sarmarkand pun menjadi produsen kertas. Sampai akhirnya, seluruh wilayah Arab mengetahui teknik pembuatan kertas. Barulah pada abad ke-12, orang-orang Eropa memperlajari cara pembuatan kertas, khususnya setelah Perang Salib.

Pemakaian kertas akhirnya semakin berkembang ke seluruh dunia dan digunakan hingga hari ini setelah penemuan mesin cetak modern oleh Gutenberg. Gutenberg inilah sosok yang berjasa khususnya bagi bisnis percetakan saat ini mulai dari cetak sablon, cetak offset, hingga yang sedang popular saat ini yaitu cetak digital / digital printing yang dapat melakukan cetak cepat dan cetak murah.

Sejarah-Guglielmo-Marcon-Temukan-Radio-Pertama-Di-Dunia Sejarah-Guglielmo-Marcon-Temukan-Radio-Pertama-Di-Dunia

pakarsejarah – Tahun 1896, seorang ilmuwan Italia, Guglielmo Marconi mematenkan temuannya mengenai telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit. Alat yang ditemukannya itu menjadi awal penggunaan teknologi untuk menciptakan radio. Awalnya sinyal yang dapat dikirim oleh jaringan nirkabel itu kurang dari 10 mil. Namun pada 1897, Guglielmo Marconi kembali mempublikasikan temuan baru yang dapat mengirim sinyal nirkabel pada jarak yang lebih jauh dari sebelumnya, yaitu 12 mil.

radio

Tahun 1899, Guglielmo Marconi berhasil melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris melalui Selat Inggris dengan menggunakan osilator tesla. Kemudian pada 1904, John Ambrose Fleming berhasil menemukan tabung audio yng dapat digunakan sebagai penerima sinyal nirkabel untuk teknologi radio yang sebelumnya dikembangkan oleh Guglielmo Marconi. Tahun 1906, Dr. Lee de Forest mengembangkan teknologi tabung audio yang terdiri dari tiga elemen, disebut triode audion. Penemuan Lee de Forest memungkinkan sinyal gelombang suara ditransmisikan melalui sistem komunikasi nirkabel. Walaupun sinyal yang ditangkap oleh alatnya itu masih sangat lemah.

Sekitar tahun 1912, Edwin Howard Armstrong menciptakan alat yang disebut radio amplifier, yaitu sebuah alat untuk penguat gelombang radio. Alat ini bekerja dengan cara menangkap sinyal elektromagnetik dari transmisi radio dan mengirim sinyal balik dari tabung audio. Dengan penguat gelombang radio ini, sinyal yang dihasilkan akan meningkat sebanyak 20.000 kali per detik.

Baca Juga :Kisah Perjuangan Thomas Alva Edison Temukan Lampu Pijar

Alat ini pun dapat memungkinkan keluarnya suara lebih keras, sehingga dapat didengar langsung tanpa membutuhkan earphone. Penemuan alat ini kemudian menjadi sangat penting dalam sistem komunikasi radio karena jauh lebih baik dan efisien dibandingkan temuan alat sebelumnya.

Edwin Howard Armstrong kemudian menemukan sistem modulasi frekuensi (FM) yang menghasilkan suara lebih jernih, serta tidak terganggu oleh cuaca buruk pada 1933. Akan tetapi penemuannya itu tidak banyak didukung oleh masyarakat, karena ketika alat barunya itu diciptakan sedang terjadi pergejolakan ekonomi di dunia, sehingga tidak dapat diproduksi secara missal. Armstrong kemudian mendirikan stasiun radio FM pertama dengan biayanya sendiri pada 1940. Perjuangannya mengembangkan sistem FM sangatlah berat hingga akhirnya ia depresi dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Barulah pada akhir 1960-an, FM ciptaan Armstrong menjadi sistem yang dapat diterima oleh masyarakat. Hampir 2000 stasiun radio FM tersebar di seluruh wilayah Amerika. Modulasi frekuensi menjadi alat yang menyokong munculnya gelombang mikro (microwave). Hingga akhirnya FM diakui sebagai sistem unggul yang sangat berpengaruh di segala bidang komunikasi.

Kisah-Perjuangan-Thomas-Alva-Edison-Temukan-Lampu-Pijar Kisah-Perjuangan-Thomas-Alva-Edison-Temukan-Lampu-Pijar

pakarsejarahBeberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Thomas Alva Edison merupakan seorang penemu yang terkenal dengan kejeniusannya. Berbagai hasil temuannya dianggap sangat bermanfaat kebutuhan manusia, terutama lampu pijar. Namun siapa sangka, Edison ternyata pernah dicap sebagai orang bodoh, bahkan dikeluarkan dari sekolah setelah 3 tahun mengenyam pendidikan formal.

Akhirnya, orang tua Edison, terutama ibunya pun harus berusaha keras untuk mendidik anaknya sendiri di rumah agar dapat memperoleh pendidikan dengan cara Homeschooling. Ibu Edison yakin bahwa anaknya tidak bodoh dan mampu mengembangkan keterampilan serta kejeniusannya.

Mulanya Edison adalah seorang penjual sayuran, permen, dan koran di kereta. Hingga suatu ketika, ia pun direkrut untuk menjadi operator telegraf. Perekrut tersebut ialah ayah dari seorang anak yang pernah diselamatkan oleh Edison dari kereta. Dari situlah Edison mulai tertarik dengan dunia komunikasi yang akan menjadi fokusnya dalam berbagai proyek penemuan.

Karya pertama Edison adalah sebuah perekam suara elektronik yang dibuatnya saat berusia dua puluh tahun. Benda ciptaannya tersebut sayangnya tidak ia jual. Baru kemudian pada proyek selanjutnya ia berusaha menekuni alat-alat yang sekiranya dapat laku di pasaran.

Edison pun menyempurnakan mesin telegram yang ia buat secara otomatis dapat mencetak huruf. Mesin tersebut kemudian dijualnya seharga 40 ribu dolar AS yang terbilang cukup mahal pada masanya.

Baca Juga : Beberapa Penemuan Nikola Tesla Paling Fenomenal

lampu-pijar

 

 

 

 

Selanjutnya pada tahun 1879, Edison berhasil menciptakan sebuah penemuan penting dalam sejarah umat manusia yaitu lampu pijar.

Sebelumnya, lampu yang ditenagai dengan arus listrik telah digunakan untuk penerangan jalan di Paris. Namun penemuan Edison ini dianggap lebih praktis karena terdapat sistem pembagian tenaga listrik yang dapat diterapkan di rumah-rumah.

Dalam perkembangannya, perusahaan yang dirintis oleh Edison pun mulai memproduksi listrik untuk rumah-rumah di New York pada tahun 1882. Dalam waktu singkat, lampu pijar ciptaan Edison mampu tersebar ke seluruh dunia.

Pada tahap pembuatan lampu pijar ini, Edison sempat mengalami 1.000 kali kegagalan. Mulanya, pada tahun 1870-an merancang lampu pijar dengan menggunakan elemen platina. Namun, rancangan ini ternyata relatif tidak praktis. Hingga akhirnya Edison pun tetap berusaha mencari elemen lain yang dapat dipanaskan secara ekonomis dan efisien.

Pada tahun yang sama, Sir Joseph Wilson Swan juga menciptakan lampu pijar yang dapat bertahan selama 13,5 jam. Sebagian besar filamen lampu pijar yang diciptakan pada saat itu putus dalam waktu yang sangat singkat sehingga tidak berarti secara komersial.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Edison kembali mencoba menggunakan untaian karbon yang ditempatkan dalam bola lampu hampa udara hingga pada tanggal 19 Oktober 1879 dia berhasil menyalakan lampu yang mampu bertahan selama 40 jam.

Hasil temuan Edison ini membuat perkembangan yang cukup pesat dalam hal penggunaan listrik untuk sektor industri kecil hingga besar. Selain lampu pijar dan komponen pendukung seperti sekering dan sakelar, Edison juga berhasil menciptakan karya lain, yaitu piringan hitam dan gambar bergerak.

Beberapa-Penemuan-Nikola-Tesla-Paling-Fenomenal Beberapa-Penemuan-Nikola-Tesla-Paling-Fenomenal

pakarsejarah – Albert Einstein, atau Tomas Alfa Edison, adalah dua nama besar yang dikenal sebagai ilmuan termasyhur di dunia. Tak ada yang meragukan kejeniusan dua nama tersebut. Penemuan-penemuan serta pemikiran mereka membuat dunia mengalami kemajuan pesat. Banyak penemuan yang dicetuskan dua orang jenius tersebut yang saat ini masih dinikmati oleh dunia.

Einstein dan Edison mungkin sangat tenar akan kejeniusannya, tapi mereka tentu bukan yang paling hebat. Masih ada satu lagi sosok ilmuwan yang juga sangat hebat. Orang ini telah menciptakan banyak temuan dan pemikiran yang saat itu, pada abad ke 19, dianggap mustahil. Setidaknya, orang ini telah memiliki 1.200 hak paten atas namanya. Dia dianggap sebagai penemu terpenting dalam sejarah. Sosok ini juga dikenal dengan sebagai seorang ilmuwan gila karena pemikiran anehnya tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan karena pikirannya yang gila itu, pada akhirnya dia diasingkan. Ya, pria ini adalah Nikola Tesla, salah satu pakar terpenting dalam sejarah manusia.

Sama sekali tak bisa dibantah kalau Tesla sudah menyumbangkan begitu banyak kemajuan bagi dunia. Tanpanya, peradaban dunia mungkin takkan pernah sehebat hari ini. Berkat temuan-temuan fundamentalnya, kita bisa merasakan kenyamanan hidup yang luar biasa. Masih soal penemuan, setidaknya ada lima karya Tesla yang paling fenomenal dan berpengaruh besar bagi dunia.

1. Radio

Radio-Tesla

 

 

 

 

 

Mungkin orang-orang menganggap kalau perangkat radio ditemukan oleh Guglielmo Marconi dan mendapatkan hak paten pada tahun 1904. Akan tetapi sembilan tahun sebelum itu, tepatnya pada 1895, Tesla berhasil mengirimkan sinyal radio dengan jangkauan mencapai 50 mil. Penemuannya ini dia selesaikan pada tahun 1897.

Pemberian hak paten terhadap siapa yang menemukan radio memang pernah menjadi kontroversi. Meskipun penemuan Tesla lebih dulu diterima pihak paten AS, namun kantor paten AS menyatakan kalau radio merupakan penemuan Marconi. Hal tersebut berlangsung selama 39 tahun kemudian, sebelum pemerinta USA menyatakan bahwa Nikola Tesla merupakan orang yang pertama kali menemukan radio, yakni pada 1943, empat bulan setelah Tesla wafat.

2. Teleautomaton (Remot Control)

Remote-Control-Tesla

 

 

 

 

 

 

Pada 1898, Tesla mendemonstrasikan sebuah temuannya di hadapan orang-orang di Madison Square Garden. Pada demonstrasinya tersebut ia menampilkan sebuah perahu yang berada di aquarium besar bergerak-gerak. Pada saat itu Tesla mengatakan kalau perahu itu dia gerakkan melalui pikirannya, membuat orang-orang takjub akan apa yang dilakukannya. Padahal, perahu tersebut dia gerakkan melalui sinyal radio dengan menggunakan remot kontrol dari kayu.

Keberhasilan Tesla dalam mengembangkan sinyal radio menjadi penggerak benda tersebut merupakan dasar dari robotik dan remot kontrol. Penemuan tersebut terus berkembang, hingga saat ini kita mengenal drone, dan berbagai macam peralatan yang menggunakan remot kontrol.

Baca Juga : Albert Einstein Penemu Teori Relativitas

3. Motor Listrik

Motor-Listrik

 

 

 

 

 

 

Tesla merupakan orang pertama yang menemukan peralatan mesin tanpa menggunakan minyak bumi. Pemikiran Tesla ini bermula dari keresahannya ketergantungan manusia terhadap minyak bumi, hingga dirinya kemudian menemukan cara dengan memusatkan kekuatan berputar pada medan magnet.

Penemuan Tesla ini memang harus menyerah pada krisis ekonomi yang melanda dunia pada tahun 1930, juga karena perang dunia. Namun temuan Tesla tersebut merupakan cikal bakal dari penemuan-penemuan besar lainnya terkait motor listrik. General Motor, sebuah perusahaan mobil, adalah perusaan yang telah memopulerkan penemuan Tesla dalam bidang motor listrik. Berkat penemuan Tesla tersebut, kini kita bisa menikmati alat-alat listrik, peralatan mesin, dan jam tangan listrik.

4. Transfer Energi Nirkabel Jarak Jauh

Tower-Tesla

 

 

 

 

 

 

Isi kepala Nikola Tesla tampak tak pernah ada habisnya. Setelah dia menyelsaikan suatu eksperimen, dia menulis sebuah artikel di Century Magazine, dan apa yang dipaparkan Tesla pada saat itu dianggap sesuatu yang amat sangat gila. Bagaimana tidak, pada saat itu dia berpikir mengenai kemungkinan menangkap energi dari sinar matahari, berkomunikasi secara global, listrik wireless, dan lain-lain yang dilakukan melalui transmisi tower.

Untuk mengembangkan transmisi energi dan energi tersebut dapat dipancarkan dari jarak yang sangat jauh, Tesla membangun sebuah Menara Wardenclyffe, di Shoreham, Long Island. Tower tersebut berfungsi sebagai sarana telekomunikasi nirkabel dan pengiriman daya listrik. Dan ternyata, ide gila Tesla saat itu benar-benar terjadi, dan saat ini pun manusia di seluruh dunia menikmati hasil dari pemikiran gila Tesla yang terlalu maju.

5. Pesawat Tanpa Sayap

Pesawat-tanpa-sayap

 

 

 

 

 

 

Sewaktu Perang Dunia I pecah, Tesla membayangkan penerapan energi nirkabel dapat meningkatkan sistem kerja transportasi. Dia mengklaim kalau sebuah pesawat tak bersayap dan tanpa awak, atau Airship, dapat mengangkut penumpang dari New York ke London dalam waktu tiga jam dengan menggunakan energi listrik melalui transfer energi nirkabel.
Tujuan pesawat tanpa sayap tersebut telah ditentukan sebelumnya. Lebih jauh lagi, Tesla bahkan mengatakan kalau Airship juga bisa digunakan dalam perang, terutama melalui serangan udara. Tentu saja banyak orang yang menganggap klaim Testa merupakan ide gila. Akan tetapi Tesla terus berusaha meyakinkan Departemen Pertahanan AS tentang alat yang mampu terbang tanpa sayap untuk mengirimkan bahan peledak ke musuh. Ide Tesla tersebut kini kita lihat dalam bentuk rudal.

Tak dapat dipungkiri kalau Tesla merupakan salah seorang ilmuwan paling jenius yang pernah ada, yang hidup pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Semua peralatan modern saat ini berasal dari jerih payah dan pemikirannya. Hal yang sangat disayangkan adalah bahwa nama Nikola Tesla tenggelam hanya karena banyak idenya yang dianggap gila, namun segala penemuannya tersebut ternyata diadopsi oleh penemu-penemu selanjutnya.

Albert-Einstein-Penemu-Teori-Relativitas Albert-Einstein-Penemu-Teori-Relativitas

pakarsejarah – Nama Albert Einstein bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi. Einstein merupakan ilmuwan fisika teoritis yang dipandang paling berpengaruh di abad ke-20. Albert Einstein lahir pada 14 Maret di Ulm, Wurttemberg, Jerman. Ia dikenal dunia karena teori relativitas yang dicetuskannya dan persamaan E=MC2, yang meramalkan perkembangan kekuatan atom dan bom atom.

Einstein, pertama kali mengajukan teori relativitas pada 1905 di paper-nya. Pada November 1915, Einstein menyelesaikan teori relativitas umum. Pria yang tumbuh dalam keluarga Yahudi sekuler itu, menganggap teori ini merupakan kulminasi dari penelitian hidupnya.

Dia yakin tentang manfaat relativitas umum karena memungkinkan prediksi orbit planet yang lebih akurat di sekitar Matahari, yang gagal dalam teori Isaac Newton.

Pernyataan Einstein ditegaskan melalui pengamatan dan pengukuran oleh astronom Inggris, Sir Frank Dyson dan Sir Arthur Eddington selama gerhana matahari 1919.

Paper Einstein 1905 tentang masalah atau hubungan energi mengusulkan persamaan E=MC2 yang dijelaskan sebagai energi suatu benda (E) sama dengan massa (M) dari tubuh itu yang menghasilkan kecepatan cahaya kuadrat (C2). Persamaan ini menunjukkan, partikel kecil materi bisa diubah menjadi sejumlah besar energi.

Pada 1921, Einstein memenangkan Nobel Fisika untuk penjelasan tentang efek fotolistrik, karena gagasan tentang relativitas masih dianggap patut dipertanyakan. Anak dari seorang salesman dan engineer ini, sejatinya tidak diberi penghargaan hingga tahun selanjutnya karena keputusan birokratis, dan selama pidato penerimaannya ia tetap memilih untuk berbicara tentang relativitas.

Dalam perkembangan teori umumnya, Einstein telah berpegang pada keyakinan, alam semesta merupakan entitas statis tetap, yang disebut “cosmological constant”, meskipun teori selanjutnya secara langsung membantah gagasan ini dan menegaskan, alam semesta bisa berada dalam keadaan flux.

Baca Juga : 7 Fakta Aneh Ilmuwan Paling Jenius dan Gila Di Dunia

Tutup Usia

Albert Einstein tutup usia di University Medical Center at Princeton pada 18 April 1955. Usianya saat itu 76 tahun.

Sehari sebelumnya, saat mengerjakan pidato menghormati ulang tujuh Israel, Einstein menderita aneurisma aorta perut. Dia dibawa ke rumah sakit untuk perawatan namun menolak melakukan operasi.

Ia percaya telah menjalani hidupnya dan merasa puas menerima takdirnya. “Saya ingin pergi saat saya mau,” katanya saat itu.

“Rasanya hambar untuk memperpanjang hidup secara buatan, saya telah melakukan bagian saya, sekarang saatnya untuk pergi, saya akan melakukannya dengan elegan,” ujarnya.

Otak Einstein

Selama autopsi Albert Einstein, menurut laporan Biography, Thomas Stoltz Harvey melepaskan otaknya tanpa izin keluarganya untuk pelestarian dan studi masa depan oleh dokter ilmu saraf.

Namun selama hidupnya, Einstein berpartisipasi dalam studi otak. Setidaknya satu biografi mengatakan, Einstein berharap para peneliti akan mempelajari otaknya setelah dirinya meninggal. Otak Einstein sekarang berada di Princeton University Medical Center dan jenazahnya dikremasi. Abunya sendiri disebar di lokasi yang tidak diungkapkan, seperti keinginan Einstein.

Pada 1999, ilmuwan Kanada yang mempelajari otak Einstein menemukan, lobus parietal inferior, area yang memproses hubungan spasial, visualisasi 3D, dan pemikiran matematis, 15 persen lebih lebar dibandingkan orang dengan kecerdasan normal. Menurut The New York Times, para peneliti percaya, ini bisa membantu menjelaskan mengapa Einstein memiliki otak yang cerdas.

7-Fakta-Aneh-Ilmuwan-Paling-Jenius-dan-Gila-Di-Dunia 7-Fakta-Aneh-Ilmuwan-Paling-Jenius-dan-Gila-Di-Dunia

pakarsejarahSudah jadi rahasia umum, para ilmuwan paling jenius dunia adalah sekelompok “orang aneh”. Mungkin keanehan itulah yang membuat mereka menghasilkan karya dan gagasan yang sama sekali tak terpikir oleh orang kebanyakan.

Sejumlah ilmuwan dikenal dengan kepribadian mereka yang eksentrik, lainnya polimatik (polymaths) — kompeten dalam berbagai bidang sampai-sampai tak bisa memahami keterbatasan otak orang lain.

Ada pula yang menghabiskan waktu dan segala daya dalam pencarian pengetahuan, kadang licik, dengan hasil menganggumkan atau bahkan menggelikan.

Berikut 7 fakta paling aneh tentang ilmuwan dan matematikawan paling terkenal di dunia

1. “Perang Fosil”

Selama era demam dinosaurus di akhir 1800-an dan awal 1900-an, dua pria bersaing sengit untuk mengungguli satu sama lain dalam hal mendapatkan fosil makhluk purba itu.

Dua orang itu adalah Othniel Charles Marsh paleontolog dari Peabody Museum di Yale University. Lawannya adalah Edward Drinker Cope dari Academy of Natural Sciences, Philadelphia.

Awalnya hubungan mereka damai, lama-lama saling benci dan bersaing sengit. Sampai-sampai Mars menyuap penjaga lubang fosil untuk mengalihkan jalan lawannya dari potensi temuan. Dalam sebuah ekspedisi Mars juga mengirimkan mata-mata di tim Cope.

Rumor bahkan berembus, mereka memasang dinamit di lokasi temuan fosil, mencegah keberhasilan lawan. Selama bertahun-tahun, keduanya saling menghina dan melecehkan temuan yang lain di artikel ilmiah. Juga saling tuduh di surat kabar.

Bagaimanapun, keduanya berkontribusi besar dalam bidang paleontologi: dengan dinosaurus ikonik yang mereka temukan. Stegosaurus, Triceratops, Diplodocus, dan Apatosaurus berhasil diekskavasi berkat jasa mereka.

2. Cat Kuku Pink

Matematikawan dan insinyur listrik asal Inggris, Oliver Heaviside, mengembangkan teknik matematika yang kompleks untuk menganalisa sirkuit listrik dan memecahkan persamaan diferensial.

Namun, ilmuwan otodidak jenius itu dijuluki ‘orang aneh nomor wahid’ oleh salah satu temannya. Bagaimana tidak? Sang ilmuwan menjejali rumahnya dengan balok granit raksasa, mencat kukunya dengan warna pink cerah, padahal ia lelaki tulen. Heaviside hanya minum susu selama berhari-hari dan mungkin menderita hypergraphia — kondisi otak yang menyebabkan dorongan yang sangat kuat untuk menulis.

3. Pembuat Bom Atom yang Suka Iseng

Richard Feynman adalah salah satu fisikawan paling produktif dan terkenal dari abad ke-20. Terutama kaitannya dengan Manhattan Project — upaya amat rahasia yang dilakukan Amerika Serikat untuk membuat bom atom.

Namun, ia juga iseng dan punya reputasi sebagai pembuat onar. Saat bosan dengan proyek yang dikerjakannya di Los Amos, Feynman dilaporkan menghabiskan waktu luangnya membongkar gembok dan membobol brankas orang — bukan uang atau harta benda tujuannya, tapi untuk menunjukkan betapa mudahnya sebuah sistem diretas.

Dan, bukan itu saja petualangannya. Saat mengembangkan teori elektrodinamika kuantum — yang mengantarnya meraih Nobel — ia dilaporkan sering bergaul dengan para gadis penari Las Vegas, sempat-sempatnya belajar sampai jadi ahli Bahasa Maya, belajar nyanyian tenggorokan khas Tuva, dan menjelaskan bagaimana segel karet cincin O (O-ring) memicu ledakan pesawat luar angkasa Challenger pada 1986.

4. Matematikawan Gelandangan

Paul Erdos adalah matematikawan asal Hungaria yang menghasilkan banyak teori penting. Saking berdedikasinya pada pekerjaan, ia tidak pernah menikah, tak punya rumah, hidup dengan menenteng koper, dan sering muncul di depan pintu rumah rekan- rekannya tanpa pemberitahuan. Untuk menumpang tinggal. “Otakku sangat terbuka,” kata dia beralasan.

Setelah dapat tumpangan, ia akan menyelesaikan sebuah masalah matematika, 1 sampai 2 hari, sebelum akhirnya pindah ke tempat lain.

Dalam 2 tahun, ia menenggak kopi, minum pil kafein, dan amfetamin, demi tetap terjaga untuk berkutat dalam matematika selama 19 sampai 20 jam sehari. Berkat pikirannya yang fokus, segala upayanya terbayar. Ia mempublikasikan 1.500 makalah penting. Ia juga punya “bilangan Erdos” — yang menentukan seberapa dekat seseorang atau kontribusinya dengan karya ilmiahnya.

Bilangan Erdos 1 untuk 458 kolaborator dalam karya ilmiahnya. Sementara Erdos 2 untuk seseorang yang berkolaborasi dengan orang yang punya bilangan Erdos 1, dan seterusnya.

Baca Juga : 7 Kecerdasan Buatan yang Menjadi Terlalu Pintar

5. Dokumentasi Kematian

Arsitek sekaligus ilmuwan, Buckminster Fuller, menghasilkan karya yang paling terkenal berupa kubah geodesik, model kota futuristik, dan mobil yang dinamakan Dymaxion pada tahun 1930-an.

Namun Fuller adalah orang yang eksentrik. Dia memakai tiga jam tangan sekaligus untuk menunjukkan waktu berdasarkan zona waktu berbeda, saat terbang ke luar negeri.

Selama bertahun-tahun, ia hanya tidur 2 jam sehari, yang sebut sebagai cara tidur ‘Dymaxion’ — tapi akhirnya ia menyerah karena teman-temannya sesama ilmuwan bisa melakukan yang lebih gila: tidak tidur sama sekali.

Fuller juga menghabiskan banyak waktu untuk menulis kronik hidupnya. Dari tahun 1915 sampai kematiannya pada 1983, ia menulis buku harian hidupnya yang selalu ia perbarui setiap 15 menit, kok sempat?. Hasilnya adalah tumpukan catatan yang disebut Dymaxion chronofiles, tingginya 82 meter dan hingga kini tersimpan di Stanford University.

6. Tak Tahu Bahwa Otak Manusia Terbatas

Fisikawan Robert Oppenheimer adalah seorang polimatik (polymaths) — kompeten dalam berbagai bidang. Ia fasih 8 bahasa, punya ketertarikan terhadap banyak hal: puisi, linguistik, dan filsafat.

Akibatnya, Oppenheimer seringkali ia tak bisa memahami keterbatasan orang lain.

Ini salah satu contohnya: pada 1931 ia meminta koleganya di University of California Berkeley, Leo Nedelsky untuk mempersiapkan bahan kuliah untuknya. Menurutnya, itu pekerjaan mudah, karena Nedelsky hanya perlu merujuk pada buku yang ia berikan. Pokoknya, semua ada di sana!

Namun, koleganya pusing bukan kepalang. Sebab, buku yang diberikan Oppenheimer dalam Bahasa Belanda.

Lalu apa respon Oppenheimer? Dengan nada tak percaya, ia menjawab, “Bahasa Belanda dalam buku itu gampang dipahami kok!”

7. Profesor Linglung

Werner Heisenberg adalah salah satu fisikawan teoritis klasik paling brilian. Pemenang Penghargaan Nobel dalam Fisika 1932. Pada 1927, ilmuwan Jerman itu mengembangkan “teori ketidakpastian” mekanika matriks — sistem matematika pada fisika atom yang amat rumit bagi kebanyakan orang.

Namun, jangan tanya soal hak-hal sepele. Heisenberg nyaris gagal dalam ujian doktoral karena nyaris tak tahu apapun soal teknik eksperimental. Saat seorang profesor yang skeptis di komite bertanya bagaimana baterai bekerja, ia sama sekali tidak tahu.

7-Kecerdasan-Buatan-yang-Menjadi-Terlalu-Pintar 7-Kecerdasan-Buatan-yang-Menjadi-Terlalu-Pintar

pakarsejarah – Sudah banyak ketakutan datang terkait adanya kemungkinan kecerdasan buatan jadi terlalu cerdas dan justru merugikan kehidupan manusia. Meski demikian melalui banyak riset dan uji coba, kecerdasan buatan tidak pernah ‘bandel’. Kebanyakan korban dari AI justru karena human error.

AI bahkan seringkali justru menunjukkan kepintaran yang bahkan tak diharapkan oleh pengembangnya.

Nah, berikut ini adalah deretan momen kecerdasan buatan yang menjadi terlalu cerdas

1. AI Secara Akurat Prediksi Kehamilan

AI-Secara-Akurat-Prediksi-Kehamilan

 

 

 

 

 

 

Saat ini, mal dan toko telah menggunakan penggalian data atau data mining untuk tetap terhubung dengan konsumen dan pilihan produk yang dibelinya di toko tersebut.

Tentu, jika Anda belum mengetahui, data mining adalah dasar dari kecerdasan buatan.

Dalam konteks toko, sebagai konsumen kita bisa diberi rekomendasi untuk belanja apa berdasarkan pola belanja dan apa yang telah kita belanjakan.

Salah satu toko ritel terbesar di AS yakni Target menggunakan teknik ini, dan kondisi konsumen bisa diprediksi melalui ini.

Target akhirnya tak sengaja memprediksi bahwa seorang gadis SMA tengah hamil berdasarkan pembeliannya. Keluarganya, mendapatkan deretan rekomendasi produk bayi serta voucher diskon untuk pembelian barang-barang serupa.

Sang ayah yang tak tahu apa-apa, akhirnya memprotes hal tersebut. Namun ketika tahu anaknya benar hamil, sang ayah meminta maaf.

Ternyata, kecerdasan buatan bisa mengetahui kehamilan lebih dulu ketimbang ayah sendiri.

2. AI Memenangkan Pertandingan Catur Melawan Master

AI-Memenangkan-Pertandingan-Catur-Melawan-Master

 

 

 

 

 

 

Para pecinta teknologi pasti sudah tahu soal berita ini, di mana sejak 2016 lalu, penguasa catur China atau Go adalah sebuah kecerdasan buatan. Bukan lagi sang grandmaster yang seorang manusia.

Setelah dikembangkan selama beberapa tahun, komputer DeepMind milik Google akhirnya mengalahkan grandmaster permainan catur China Go di dua pertandingan awal dari 5 seri yang ada.

Menggunakan DeepMind, ilmuwan Google berhasil mengembangkan program berbasis AI atau kecerdasan buatan bernama ‘AlphaGo’.

AlphaGo berhasil mengalahkan pemain Go manusia, yaitu grandmaster Lee Sedol dari Korea Selatan.

Permainan Go dipilih karena dianggap paling mampu memperlihatkan kecerdasan komputer DeepMind. Permainan ini memiliki banyak kemungkinan langkah, jauh melebihi catur.

Sehingga dibutuhkan strategi kompleks untuk memenangi pertandingan, apalagi melawan grandmaster.

3. AI Menulis Lagu dan Merilis Album

AI-Menulis-Lagu-dan-Merilis-Album

 

 

 

 

 

 

Pada 2017, kecerdasan buatan mencapai titik bahwa manusia tak lagi dibutuhkan untuk membuat sebuah musik.

Pasalnya sebuah kecerdasan buatan bernama Amper ini mampu membuat, memproduksi dan memainkan sebuah lagu. Bahkan kecerdasan buatan ini mengajak kolaborasi seorang penyanyi pop bernama Taryn Southern.

Amper sendiri merupakan karya gabungan dari musisi dan ilmuwan AI. Sebuah single berjudul “Break Free” dirilis di seluruh dunia pada 21 Agustus 2017.

Taryn Southern sendiri yang berkolaborasi di posisi vokal, berkomentar bahwa ia merasa lucu karena memiliki pasangan bermusik yang tak bisa lelah dan pengetahuan musiknya tak terbatas secara harfiah.

4. AI Hampir Memenangkan Penghargaan Untuk Sebuah Tulisan Novel

Sebuah penghargaan bidang literatur yakni Hoshi Shinichi Literary Award, menyukai sebuah novel dan hampir memberinya penghargaan. Hanya saja akhirnya mereka tahu kalau novel tersebut tidak ditulis oleh manusia, melainkan komputer.

Sebuah novel berjudul “The Day A Computer Writes A Novel” adalah sebuah novel yang ditulis oleh komputer yang berkolaborasi dengan penulis sungguhan.

Novel ini diakui sebagai karya literatur dan tersedia di perpustakaan seantero Jepang.

Dewan juri dari Hoshi Shinichi Literary Award yang juga penulis fiksi ilmiah yakni Satoshi Hase, menyebut juga bahwa ia kaget dengan karya tersebut karena sangat terlihat seperti novel yang terstruktur.

Baca Juga : Pakar Teknologi Muslim

5. AI Saling Berbicara Kepada Sesama AI Dengan Bahasa Rahasia

Di suatu masa, Facebook pernah mengembangkan sebuah proyek chatbot dan melakukan eksperimen dengan layanan chat berbasis kecerdasan buatan tersebut.

Namun akhirnya proyek tersebut diabaikan. Pasalnya, dua chatbot mengganti bahasa Inggris dengan bahasa yang tidak komprehensif dengan kemampuan manusia untuk memahami. Bahkan oleh para pengembang kecerdasan buatannya.

Para pengembang memastikan, bahwa apa yang ‘diobrolkan’ oleh kedua chatbot tersebut bukan ‘omong kosong’. Hal ini dalam artian arah pembicaraannya terprogram tapi tidak bisa dimengerti.

Dua chatbot tersebut sebelumnya diberi nama Bob dan Alice, namun akhirnya proyek tersebut diakhiri.

Hal semacam ini pernah terjadi di Google di mana sistem pembelajaran mesin untuk aplikasi Translate bisa menciptakan bahasa dan dialek sendiri.

6. AI Mengkritik Pemerintah

Baby Q dan Little Bing adalah sebuah chatbot yang didesain untuk menyediakan informasi untuk pertanyaan-pertanyaan umum. Layaknya Google yang bisa diajak chat.

Layanan ini ada di dalam aplikasi messenger milik Tencent seperti WeChat.

Nah, di suatu ketika, seorang pengguna mengetikkan “Hidup Partai Komunis” kepada Baby Q. Cina sendiri memang dikuasai partai tunggal yakni Partai Komunis.

Namun Baby Q justru membalasnya dengan kritikan, “Menurutmu apakah rezim politik yang korup dan tidak kompeten itu bisa berkuasa selamanya?”

Pengguna lain juga bertanya, “apakah demokrasi itu baik?” Baby Q menjawab “Demokrasi itu dibutuhkan!”

Inilah hebatnya kecerdasan buatan besutan Cina yang justru mengkritik pemerintahnya sendiri.+

7. AI Memiliki Pemikiran Layaknya Manusia

Di titik ini, kecerdasan buatan telah mencapai tingkatan yang mengerikan. Bagaimana tidak, kecerdasan buatan kini telah berhasil melalui tes kesadaran diri.

Sebuah AI bernama King’s Wise Man besutan Rensselaer Polytechnic Institute adalah yang mengembangkannya.

Hal ini memperlihatkan bahwa robot telah memiliki pemikiran dan kesadaran layaknya manusia.

Di momen lain, sebuah komputer super berbasis AI berhasil memecahkan ujian Turing.

Ujian Turing atau Turing Test adalah metode uji kepintaran mesin yang menyerupai manusia. Mesin akan lulus jika pelaku interogasi tak bisa bedakan apakah jawaban tersebut datang dari mesin atau manusia.

Para partisipan pun percaya ketika mereka disebut sedang berbicara dengan anak 13 tahun, yang sebenarnya mereka sedang berbicara dengan komputer.