Dengan ekonomi saat ini, liburan terbatas dan orang-orang mengurangi biaya hiburan.

Bagaimana Anda bisa memuaskan keinginan untuk berbelanja “sedikit” dan tetap dengan anggaran terbatas?

Banyak yang telah menemukan dunia kasino online yang menarik. Game online lebih populer dari sebelumnya. Banyak orang tidak secara geografis terletak di dekat situs game tetapi ingin mendengar lonceng dan peluit slot yang menarik. Banyak yang tidak mampu bermanuver secara fisik dalam kasino. Yang lain tidak mampu secara finansial mengelola perjalanan dengan biaya tiket pesawat dan hotel. Di sinilah kasino online membawa kesenangan bermain game di rumah dan membuatnya tersedia untuk semua orang Bola88.

Fasilitas Kasino Online Untuk Pensiunan

Game online sudah ada beberapa tahun dan belum mencapai puncaknya. Sama seperti kasino, kasino online menawarkan beragam slot. Banyak manula mendapatkan kepuasan dan kenikmatan dari mesin slot. Kemudahan dan kenyamanan kasino online memungkinkan kelompok usia ini untuk tetap menikmati suara dan pembayaran slot tanpa harus meninggalkan rumah mereka. Dengan mudah dan sangat sedikit keterampilan komputer, manula masih dapat menikmati permainan kasino.

Lansia bukan satu-satunya kelompok yang mendapat manfaat dari kenyamanan kasino online. Ada orang tua dengan anak-anak yang karena penjadwalan kegiatan ekstrakurikuler, sekolah, dan komitmen keluarga tidak dapat menemukan waktu untuk menikmati hari di kasino. Menawarkan permainan online adalah jawaban untuk kedua kelompok ini dan memenuhi permintaan yang terus meningkat akan hiburan instan dan nyaman. Setelah anak-anak terselip dan dengkuran mulai, orang tua dapat menikmati malam tanpa meninggalkan rumah mereka.

Fancy A Poker Night In With A Twist?

Bagaimana dengan teman-teman poker itu? Permainan Sabtu malam reguler tidak memberi Anda tantangan seperti dulu?

Suruh semua teman Anda membawa laptop mereka dan bergabunglah dalam permainan multi-meja. Belanjakan jumlah uang yang sama dan tambah pot tanpa menyewa gedung untuk menampung kelompok yang lebih besar. Kasino online memungkinkan semua orang membawa kesenangan dari kasino di rumah.

Romance On The Cards With A Casino Night In?

Semua orang telah melihat film romantis di mana gadis cantik melemparkan dadu di atas meja dadu untuk suaminya. Undang dia untuk makan malam. Berdandan dan membuat makan malam romantis.

Lemparkan beberapa log di atas api dan nyalakan komputer. Akhirnya, duduklah dengan saksama dan bersiaplah untuk kegembiraan. Naikkan volume dan nikmati suara dan situs-situs pengalaman kasino online. Saksikan panas muncul saat kemenangan Anda berlipat ganda.

Manfaat Kasino Online

Kasino online dapat menawarkan sesuatu untuk semua umur (di atas usia 21 di AS, dan 18 di Inggris).

(a) Penyandang cacat dan manula menikmati aksesibilitas.

(B) Malam poker berubah menjadi tantangan baru di antara teman-teman, bukannya menjalankan pabrik lagi, “Benci untuk mengambil uang Joe, lagi malam”.

(c) Orang tua dengan anak-anak dapat mengalami waktu yang berkualitas dengan saling berbicara tentang sesuatu selain jadwal dan anak-anak tanpa harus meninggalkan rumah mereka.

(d) Pasangan dapat menikmati malam semu yang romantis di kota lengkap dengan privasi.
Kasino online adalah untuk hiburan dan penggunaan kasino hanya dibatasi oleh imajinasi.

Jika Anda tidak dapat menemukan kasino online yang memenuhi persyaratan Anda, cobalah onlinecasinobaer.com, kasino online yang terkenal karena memberikan harapan setiap pemain dan banyak lagi, kasino yang dapat Anda percayai dengan kebutuhan permainan Anda.

Aturan-aturan poker online identik dengan aturan kasino sungguhan. Banyak orang percaya keberuntungan itu penting, tetapi tidak ada keraguan pengetahuan menyeluruh tentang aturan poker dikombinasikan dengan keterampilan pribadi pemain akan membuat perbedaan di meja. Karena pemain memiliki lima kartu, kartu dengan nilai tertinggi akan memiliki kesempatan untuk memenangkan pot dengan semua chip di dalamnya. Tidak ada keraguan bahwa semakin besar pengetahuan tentang aturan poker reguler atau online, semakin banyak peluang untuk menang.

Tangan poker (dari terendah ke tertinggi): idn poker.

Kartu Tinggi

Peraturan poker online mendefinisikan “kartu tinggi”, tangan lima kartu dengan setelan berbeda dan tanpa pasangan. Misalnya, jika Anda dihadapkan dengan dua tangan, yang pertama terdiri dari 2-4-5-9-J, dan yang kedua bukannya 2-3-70-10-K, yang terakhir akan menang karena mengandung King In jika dua tangan memiliki kartu tinggi yang sama, pemain yang akan memberikan kartu tertinggi berikutnya kepada tangan berikutnya.

Pasangan

Tangan ini adalah ketika Anda memiliki sepasang kartu dengan nilai yang sama. Di bawah aturan poker, di mana dua pemain dari pasangan yang sama, tangan dimenangkan oleh siapa pun yang memiliki kartu tertinggi dari tiga tidak berpasangan.

Dua pasang

Tangan ini terdiri dari dua pasang kartu dan satu kartu. Jika dua pemain memiliki pasangan tinggi yang sama, kartu yang menang akan ditentukan oleh pasangan kedua. Seperti yang didefinisikan oleh aturan poker online, jika kedua pasangan identik, tangan dimenangkan oleh siapa pun yang memiliki kartu tunggal tertinggi.

Tris

Kartu ini memiliki tiga kartu dengan nilai yang sama dan dua kartu. Karena aturan poker online menentukan penggunaan setumpuk kartu 52, kecuali dalam kasus di mana Anda dapat bermain kartu liar (dalam bahasa Inggris liar didefinisikan), tidak mungkin untuk memiliki dua tangan ‘Tris’ yang sama. Dalam kasus Tris dengan kartu liar, menangkan tangan membuat kertas (bukan bagian dari trio) tertinggi, disebut “kickers.”

Skala

Tangan memiliki lima kartu bernilai berturut-turut dengan biji yang berbeda. Aturan menentukan bahwa ace poker online, dalam kasus skala, dapat digunakan sebagai kartu tinggi atau kartu rendah. Misalnya, Ace tinggi pada skala 10 Jack, Queen, King dan Ace, sedangkan kartu rendah dalam A-2-3-4-5 lurus. Antara dua skala, menangkan satu dengan kartu tertinggi.

Warna

Ini adalah tangan yang terdiri dari lima kartu dari seeded stretched yang nilainya tidak berurutan. Aturan poker menentukan bahwa jika dua pemain sama-sama menunjukkan kartu berwarna, memenangkan kartu dengan kartu tertinggi.

Penuh

Terdiri dari pasangan dan trio, sesuai dengan aturan tangan poker online dievaluasi berdasarkan Tris dan kemudian, menurut pasangan. Misalnya, kartu yang terdiri dari satu set 6 dan sepasang empat kemenangan di tangan set 5 dan sepasang 3. Bermain dengan kartu liar, jika kesetaraan, lebih tinggi akan menjadi pasangan untuk menentukan kemenangan.

Poker

Poker terdiri dari empat kartu satu peringkat dan satu kartu. Dalam kasus dua kartu poker, aturan poker menentukan bahwa pemenang ditentukan oleh kartu tertinggi yang membuat dua grup kartu terdiri dari empat kartu. Dalam permainan dengan kartu liar, akan menjadi kartu kicker untuk menentukan tangan yang menang.

Straight Flush

Kartu ini terdiri dari lima kartu berturut-turut dari jenis yang sama, yang kartu tertinggi adalah Raja atau kurang. Dalam kasus seri, aturan poker pada penghargaan net ke tangan pemenang Straight Flush dengan kartu tertinggi. Misalnya, flush lurus terdiri dari panel yang terdiri dari 6-7-8-9-10 denyut 2-3-4-5-6 sekop.

Royal Flush

Peraturan poker Poker menyerahkan penghargaan ini ke skor tertinggi. E ‘terdiri dari lima kartu tertinggi dari jenis yang sama, 10 Jack, Queen, King dan Ace. Tidak ada ikatan antara dua tangga.

Lima jenis

Kartu ini terdiri dari empat kartu satu peringkat dan satu kartu liar adalah permainan paling bergengsi di kartu liar. Dalam hal dua pemain atau pemain menunjukkan dua tangan “Five of a Kind”, aturan poker di internet untuk menyerahkan kemenangan yang memiliki kartu wajah dengan nilai tertinggi.

Pakar Teknologi Muslim Pakar Teknologi Muslim

Pakarsejarah.com – Jasa kehebatan dari pakar teknologi muslim memang membawa dampak besar dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga tahu kalau dunia teknologi selalu penuh dengan para penemu dan pencetus ide serta pemikiran yang inovasi. Siapa sangka kalau dibalik penemuan dan semakin canggihnya industri teknologi saat ini merupakan sentuhan para pakar Muslim di belakangnya. Sehingga hal ini membuktikan kalau para pakar teknologi muslim tidak kalah dan patut diakui dalam perkembangan teknologi, seperti para ilmuan Barat. Nah, kali ini kami akan memberikan informasi mengenai beberapa pakar teknologi muslim yang keberadaannya sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia teknologi. Ilmuan yang sangat berpengaruh terhadap dunia teknologi yaitu Ibnu -ul- Haytham. Pakar ilmuan ini merupakan tokoh yang berhasil menciptakan optik. Kini penemuannya sangat berguna digunakan dalam perangkat kamera. Kamera merupakan sebuah produk yang sangat berharga. Melalui bidikan kamera, manusia mampu mengabadikan momen dalam bentuk gambar maupun video. Saat ini perkembangan teknologi pada kamera dikuasai oleh para ilmuan Barat dan Jepang.

Dalam sejarah kamera, bangsa Barat menyebutkan kalau perkembangan teknologi kamera pertama kali dirintis oleh kepler yang telah mengklaim menemukan kamera Obscura pada tahun 1611 Masehi. Namun sebenarnya pada akhir era ke-10 M, Ibnu Al Haitham lebih dulu menemukan kamera Obscura yang digunakan untuk mempelajari gerhana matahari. Produk kamera yang diciptakan oleh Al Haitham ini bekerja dalam pencitraan simple, dimana terdapat lubang kecil pada dinding untuk melihat gerakan matahari yang mampu diproyeksikan melalui permukaan datar. Hasil penelitian ini kemudian ditulis oleh Al Haitham dalam sebuah kitab al Manazir atau buku optik. Diduga buku tersebut dibaca oleh Kepler dan dikembangkan dengan proyeksi gambar yang lebih besar dengan memakai lensa negatif di bekalang lensa positif. Itulah salah satu karya milik Al Haitham yang paling menumental. Penemuan yang sangat berpengaruh ini sukses dikerjan, berbarengan dengan kamaluddin al Farisi. Kedua pakar ini sukses mempelajari fenomena kamera obscura. Penemuan tersebut berawal dari keduanya yang sama-sama mempelajari gerhana matahari. Kajian mengenai pengetahuan optik ini yang akhirnya mampu memicu kemampuan kamera saat ini yang digunakan oleh manusia. Dunia mengetahui kalau al Haitham sebagai perintis dalam bidang optic yang populer melalui karya bukunya kitab al- Manazir.

Perkembangan teknologi semakin maju, pada masa Perang Dunia I, satu versi kamera obscura digunakan untuk melihat pesawat terbang dan untuk pengukuran kemampuan. Pada masa Perang Dunia II, kamera obscura ini juga digunakan untuk mengecek keakuratan navigasi perangkat radio. Itulah penciptaan kamera Obscura yang diraih oleh Haitham yang mampu merubah peradaban dunia. Peradaban modern sudah pastinya begitu berhutang budi terhadap pengorbanan yang dilakukan oleh Al Haitham. Mengingat beliau telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah sepanjang hidupnya. Semua itu dilakukan demi perkembangan peradaban manusia. Namun sangat disayangkan kalau kaum Muslim lebih memilih kagum terhadap pencapaian teknologi barat. Hal ini tentunya juga kurang menghormati dan menghargai apa yang telah dicapai oleh para pakar teknologi muslim pada masa kejayaan Islam. Ilmuan muslim yang berhasil menemukan alat bisa terbang adalah Abbas Bin Firnas. Ilmuan muslim ini merupakan orang pertama yang berhasil membuat kontruksi alat yang mampu terbang. Abbas Qasim Ibnu Firnas lahir pada tahun 810 di Izn- Rand Onda (kini Spanyol).

Baca Juga  : Islam Arab Atau Islam Cina?

Beliau dikenal dengan ahli dalam disiplin ilmu, ahli kimia, penemu, humoris, musisi, penulis puisi, ahli ilmu alam dan seorang penggiat teknologi. Pakar teknologi muslim keturunan Maroko ini hidup pada masa pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia, Spanyol. Tepatnya pada tahun 852, di bawah pemerintahan Khalifah Abdul Rahman II, Abbas Bin Firnas ini memutuskan untuk melakukan uji coba terbang. Berhasil membuat benda yang menyerupai burung, semacam sayap dari jubbah yang disangga menggunakan kayu. Pada saat percobaannya Abbas berhasil menerbangkan benda tersebut di Cordoba, Spanyol. Benda tersebut mampu melayang di udara sebentar dan mampu memperlambat jatuhnya. Beliau pun juga berhasil merasakan terbang dan berhasil mendarat walau dengan cidera ringan. Alat yang digunakan oleh Abbas bin Firnas ini yang saat ini dikenal dengan parasut pertama di dunia. Keberhasilannya tidak membuat Firnas berpuas diri. Setelah percobaan tersebut Firnas melakukan serangkaian pengembangan konsep dan penelitian serta menggabungkan teori dari gejala alam yang sudah sering diperhatikan. Pada tahun 875, Firnas sudah menginjak usia 65 tahun namun semangatnya tidak pernah surut. Ibnu Firnas telah membuat dan merancang sebuah mesin terbang yang bertujuan untuk mengangkut manusia.

Setelah produknya selesai dibuat, Firnas sengaja untuk mengundang orang Cordoba untuk menyaksikan penerbangan yang bersejarah di Jabal Al-Arus, Rusafa. Penerbangan yang dilakukan dapat dikatakan sangat sukses dan sesuai harapan. Namun, karena hal dalam meluncur yang kurang baik maka Ibnu Firnas terhempas ke tanah bersama pesawat buatannya. Atas kejadian tersebut Ibnu Firnas mengalami cidera punggung yang parah. Atas cidera yang dialaminya maka Firnas tidak mampu melanjutkan penelitiannya. Penyebab terjadinya kecelakaan tersebut adalah Ibnu Firnas lupa tidak memperhitungkan dan memperhatikan burung ketika melakukan pendaratan. Beliau lupa menambahkan ekor pada badan pesawat layang buatannya. Ketika Ibnu Firnas tidak mampu melajutkan penelitian pesawat terbang maka mengantarkan dirinya untuk melanjutkan penelitian di laboratorium. Seperti ciri khasnya selalu melakukan penelitian sesuai gejala alam seperti mempelajari meknisme terjadinya sebuah kilat dan halilintar. Selain itu Ibnu Firnas menentukan table astronomis dan merancang jam air yang dikenal dengan Al-Maqata. Selain itu yang lebih menarik dari pakar teknologi muslim, Ibnu Farnas adalah dirinya mampu berhasil mengembangkan proses pemotongan batu Kristal yang dulunya hanya orang-orang Mesir yang mampu melakukannya. Berkat penemuan Ibnu Farnas,pada waktu itu Spanyol tidak lagi melakukan ekspir quartz ke Mesir karena negaranya mampu menyelesaikan sendiri.

Islam Arab Atau Islam Cina? Islam Arab Atau Islam Cina?

Pakarsejarah.com – Teori menyangkut hadirnya Islam di Kepulauan Nusantara dikemukakan para pakar sejarah. Ada dua teori klasik yang utama ihwal penyebaran Islam di Nusantara. Pertama, dikemukakan oleh Niemann dan de Holander yang menyebutkan kalau Islam dibawa oleh pedagang Timur Tengah. Kedua, adalah teori pedagang Gujarat yang diusung oleh Pijnapel dan kemudian diteliti lanjut oleh Snouck Hurgronje, Vlekke, dan Schrieke. Agaknya teori-teori klasik itu menyandarkan validitasnya pada lapoan perjalanan yang ditulis Marcopolo yang menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi, yang ketika singgah di Aceh tahun 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi′i. Adapun peninggalan tertua kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satunya adalah makam Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis tahun 475 H/1082 M, yaitu zaman Singasari. Diperkirakan makam ini bukan penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

M.C. Ricklefs memiliki serangkaian intepretasi yang meragukan kesahihan teori klasik itu. Semisal dalam kasus batu nisan di Gresik ia menyebut tentang kemungkinan batu nisan itu hanya pemberat kapal atau mungkin batu nisan yang dipindahkan setelah muslimah itu meninggal. Dan batu itu tidak memberikan kejelasan apa-apa mengenai mapannya agama Islam di tengah-tengah penduduk Indonesia. Sampai dengan awal abad ke-14 M, Islamisasi secara besar-besaran belum terjadi di Nusantara. Baru pada pertengahan abad ke-14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Kekuatan politik itu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, dan Ternate. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu/Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Sunda. Menarik juga mengamati kisah-kisah pengislaman Nusantara yang dapat ditemui dalam historiografi tradisional.

Hikayat Raja-Raja Pasai menceritakan bagaimana Islam masuk ke Samudra dan juga tentang batu nisan Malik as-Salih bertarikh 1297 M. Dalam hikayat ini diceritakan tentang Khalifah Mekah yang mendengar adanya Samudra dan memutuskan mengirimkan sebuah kapal ke sana memenuhi ramalan Nabi Muhammad bahwa suatu saat akan ada sebuah kota besar di timur yang bernama Samudra, yang akan menghasilkan banyak orang suci. Hikayat itu dipenuhi cerita tentang proses penganutan Islam oleh raja Samudra: Marah Silau (atau Silu), bermimpi bahwa Nabi menampakkan diri padanya dan sekonyong meludah ke dalam mulutnya untuk mengalihkan pengetahuan Islam serta sekaligus menggelarinya Sultan Malik as-Salih. Cerita yang kurang lebih sama juga ditemui dalam Sejarah Melayu. Historiografi ini mengisahkan tentang pengislaman Raja Malaka. Sebagaimana Malik as-Salih yang bertemu Nabi di dalam mimpinya, demikian pula dengan Raja Malaka. Dalam pada itu, Nabi mengajarkan kepadanya cara mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal yang unik justru terjadi pada kitab Babad Tanah Jawi. Naskah Babad Tanah Jawi menuturkan tentang Islamisasi tanah Jawa yang dilakukan oleh sembilan wali (wali sanga).

Baca Juga  : Kecerdasan Buatan, Kini Dan Akan Datang

Di sini pengislaman secara formal tak tampak, namun garis genealogis yang mengacu pada Arab (baca: Timur Tengah) tetap menjadi alur utama kisah di dalamnya. Dari keseluruhan historiografi tradisional ada satu benang merah yang saling menghubungkan perihal penyebaran agama Islam di Nusantara: berasal dari Arab. Besar kemungkinan hal ini dilakukan agar ada semacam legitimasi ideologis bagi agama Islam untuk masuk ke Nusantara. Di lain pihak, hal ini juga menimbulkan bias bahwa seakan-akan Islam akan lebih sahih jika dibawa dari Arab, bukan dari wilayah lainnya. Kembali kepada persoalan diskursus teori klasik kedatangan Islam, amat dimungkinkan jika teoritisi sejarah Islam juga melihat kenyataan yang dicatat di dalam naskah-naskah kuno itu sebagai dasar menjadikan pedagang Timur Tengah sebagai pembawa Islam ke Nusantara. Juga perlu dicatat kiranya tentang dua dokumen lain yang bisa menghantarkan pada substansi Islamisasi di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa. Kedua naskah itu berisi tentang ajaran-ajaran Islam seperti yang diberikan di Jawa pada abad XVI. Salah satu naskah yang berisi tentang pertimbangan-pertimbangan terhadap hal-hal yang diperdebatkan, kemudian naskah dinisbahkan oleh G.W.J. Drewes kepada seorang ulama yang bernama Syekh Bari. Naskah kedua berisi tentang primbon yang berisi tuntunan menjalankan agama Islam yang dibuat beberapa murid ulama terkenal.

Kedua naskah itu bersifat ortodoks dan mistik, sekaligus mencerminkan mistisisme Islam dan tasawuf yang berkembang saat itu. Dan kelak Islam di Indonesia dipenuhi bid’ah dan khurafat yang pada masa selanjutnya mendorong munculnya gerakan pembaharuan sepanjang abad XIX dan XX. Dalam historiografi Indonesia, teori klasik penyebaran Islam menjadi satu monoversi yang sulit dibantah. Hal itu bercampur aduk dengan bias politik kekuasaan Orde Baru yang mengintervensi penulisan sejarah. Semisal, kasus pelarangan buku Slamet Muljana yang pernah mengajukan versi bahwa Tionghoa adalah penyebar Islam. Menurut Muljana, Islam Nusantara, dan di Jawa khususnya, bukanlah Islam “murni” dari Arab, melainkan Islam campuran yang memiliki banyak varian. Dalam bukunya, Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara Muljana menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga yang masa mudanya bernama Raden Said itu tak lain dari Gan Si Cang. Sedangkan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, menurut Muljana, adalah Toh A Bo, putra dari Tung Ka Lo, alias Sultan Trenggana. Pelarangan versi Slamet Muljana oleh pemerintah Orde Baru didasari pengkaitan Cina dalam peristiwa Gestok 1965. Semua hal yang berbau Tionghoa dilarang saat itu, sehingga “haram” hukumnya mengaitkan Tionghoa ke dalam sejarah Islam Nusantara. Sumanto Al Qurtuby dalam bukunya Arus Cina Islam Jawa juga menggugat teori klasik penyebaran Islam. Sumanto menemukan fakta bahwa nama tokoh yang menjadi agen sejarah Islam merupakan transliterasi dari nama Cina ke nama Jawa. Semisal dalam nama Bong Ping Nang misalnya, kemudian terkenal dengan nama Bonang. Raden Fatah yang punya julukan pangeran Jin Bun, dalam bahasa Cina berarti “yang gagah”. 1; maksudnya 31) sebagai peringatan waktu kelahirannya di masa ayahnya berusia 31 tahun. Tentu buku yang ditulis Sumanto tidak dilarang, karena buku ini terbit setelah Orde Baru tumbang. Namun sejauh mana masyarakat menerima versi ini, belum kelihatan secara jelas.

Kecerdasan Buatan, Kini Dan Akan Datang Kecerdasan Buatan, Kini Dan Akan Datang

Pakarsejarah.com – Tutorial ini dibuat sebagai pengantar utama pada perkuliahan Kecerdasan Buatan dan Sistem Pakar pada jurusan Ilmu Komputer dan Teknik/MIPA. Bab 1 memberikan overview pegembangan dari bidang ilmu kecerdasan buatan dan Sistem Pakar, serta berbagai contoh aplikasi nyata yang sudah dikembangkan dan digunakan saat ini. Bab ini juga menjelaskan berbagai perangkat dan metode yang umum digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kompleks dalam kehidupan. Kecerdasan buatan merupakan bidang ilmu komputer yang sangat penting di era kini dan masa akan datang untuk mewujudkan sistem komputer yang cerdas. Bidang ini telah berkembang sangat pesat di 20 tahun terakhir seiring dengan kebutuhan perangkat cerdas pada industry dan rumah tangga, oleh karena itu buku ini memaparkan berbagai pandangan modern dan hasil riset terkini yang perlu dikuasai oleh para akademisi, pelajar dan praktisi lengkap dengan implementasi nyata. Kata “intelligence” berasal dari bahasa Latin “intelligo” ang bearti “saya paham”. Barti dasar dari intelligence ialah kemampuan untuk memahami dan melakukan aksi.

Sebenarnya, area Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) atau disingkat dengan AI, bermula dari kemunculan komputer sekitar th 1940-an, meskipun sejarah perkembangannya dapat dilacak sejak zaman Mesir kuno. Pada masa ini, perhatian difokuskan pada kemampuan komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dilakukan oleh manusia. McMulloh dan Pitts pada tahun 1943 mengusulkan model matematis bernama perceptron dari neuron di dalam otak. Mereka juga menunjukkan bagaimana neuron menjadi aktif seperti saklar on-off dan neuron tersebut mampu untuk belajar dan memberikan aksi berbeda terhadap waktu dari input yang diberikan. Sumbangan terbesar di bidang AI diawali pada paper Alan Turing, pada tahun 1950 yang mencoba menjawab “Dapatkah computer berfikir” dengan menciptakan mesin Turing. Paper Alan Turing pada tahun 1950 berjudul “Computing Machineri and Intelligence” mendiskusikan syarat sebuah mesin dianggap cerdas. Dia beranggapan bahwa jika mesin dapat dengan sukses berprilaku seperti manusia, kita dapat menganggapnya cerdas. Pada akhir 1955, Newell dan Simon mengembangkan The Logic Theorist, program AI pertama.

Program ini merepresentasikan masalah sebagai model pohon, lalu penyelesaiannya dengan memilih cabang yang akan menghasilkan kesimpulan terbenar. Program ini berdampak besar dan menjadi batu loncatan penting dalam mengembangkan bidang AI. Pada tahun 1956 John McCarthy dari Massacuhetts Institute of Technology dianggap sebagai bapak AI, menyelenggarakan konferensi untuk menarik para ahli komputer bertemu, dengan nama kegiatan “The Dartmouth summer research project on artificial intelligence.” Konferensi Dartmouth itu mempertemukan para pendiri dalam AI, dan bertugas untuk meletakkan dasar bagi masa depan pemgembangan dan penelitian AI. Pada tahun 1960 hingga 1970, muncul berbagai dikusi bagaimana komputer dapat meniru sedetail mungkin pada kemampuan otak manusia, dimana saat itu dapat dikategorikan sebagai “classical AI”. Pada tahun 1980, dimana computer yang semakin mudah diperoleh dengan harga yang lebih murah menjadikan berbagai riset di bidang kecerdasan buatan berkembang sangat pesat pada berbagai universitas. Tabel 1.1 merupakan rangkuman sejarah penting pengembagan bidang Kecerdasan Buatan. Saat ini, hampir semua perangkat komputer dan perangkat elektronika canggih menerapkan kccerdasan buatan untuk membuat sistem lebih handal. Di masa yang akan datang, diperkirakan semua perangkat elektronika dan komputer menjadi jauh lebih cerdas karena telah ditanamkan berbagai metode kecerdasan buatan.

Supaya komputer dapat bertindak seperti atau serupa dengan manusia, maka komputer harus diberi bekal pengetahuan, dan mempunyai kemampuan untuk menalar. Penerapan bidang AI beraneka ragam. NLP mempelajari bagaimana bahasa alami itu diolah sedemikian hingga user dapat berkomunikasi dengan komputer. Cabang ilmu ini erat kaitannya dengan pembangunan arti/makna dari image ke obyek secara fisik. Yang dibutuhkan didalamnya adalah metode-metode untuk memperoleh, melakukan proses, menganalisa dan memahami image. Apabila cabang ilmu ini dikombinasikan dengan Artificial Intelligence secara umum akan mampu menghasilkan sebuah visual intelligence system. Bidang ilmu inilah yang mempelajari bagaimana merancang robot yang berguna bagi industry dan mampu membantu manusia, bahkan yang nantinya bisa menggantikan fungsi manusia. Robot mampu melakukan beberapa task dengan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Untuk melakukan hal tersebut, robot diperlengkapi dengan actuator seperti lengan, roda, kaki, dll. Kemudian, robot juga diperlengkapi dengan sensor, yang memampukan mereka untuk menerima dan bereaksi terhadap environment mereka Al-Jajari (1136-1206) seorang ilmuwan Islam pada dinasti Artuqid yang dianggap pertama kali menciptakan robot humanoid dimana berfungsi sebagai 4 musisi, hebat kan? Bahkan pada tahun 1796 sudah dihasilkan boneka mekanik bernama Karakuri yang mampu menuangkan air teh atau menulis karakter Kanji yang dibuat oleh Hisashige Tanaka.

Tokoh Ahli Geografi Islam - Tokoh Ternama Tokoh Ahli Geografi Islam - Tokoh Ternama

Pakarsejarah.com – Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan pernah dirasakan umat Islam berabad-abad lampau. Ketika itu, banyak ilmuwan dan cendekiawan Muslim mengharu biru jagad keilmuan dunia yang hingga kini pun karya-karya mereka masih menjadi bahan rujukan. Dalam kaitan ini, seorang Muslim bernama al-Ya’qubi terkenal sebagai ahli di bidang ilmu geografi. Sejarah mencatat, dia hidup di Baghdad pada masa pemerintahan khalifah Abbasiyah, al-Mu’tamid (257 H/870 M – 279 H/892 M). Selain pakar pada bidang geografi, al-Ya’qubi juga dikenal sebagai seorang sejarawan dan pengembara. Tidak diketahui secara pasti tanggal lahir dari tokoh bernama lengkap Ahmad bin Abi Ya’qub Ishaq bin Ja’far bin Wahab bin Waddih ini. Hanya yang jelas, kakeknya adalah seorang maula’ (budak) khalifah Abbasiyah, al-Mansur. Kariernya terbilang cukup cemerlang di kerajaan. Ia misalnya pernah menjadi sekretaris al-khalifah (negara) Abbasiyah. Ia juga sempat mengadakan pengembaraan panjang ke Armenia, Transoksania (Asia Tengah), Iran, India, Mesir, Hedzjaz (Hijaz) serta Afrika Utara. Dalam pengembaraannya tersebut banyak informasi mengenai sejarah dan geografi yang ia peroleh. Berdasarkan pengalamannya pergi ke sejumlah negara, maka pada tahun 891 al-Ya’qubi menulis sebuah buku berjudul Kitab al-Buldan (Buku Negeri-negeri).

Buku ini termasuk kitab yang tertua dalam sejarah ilmu geografi dunia. Karenanya, buku tersebut pun lantas diterbitkan kembali oleh sebuah penerbit di Leiden, Belanda, dengan mengambil judul Ibn Waddih qui dicitur al-Ya’qubi historiae. Di samping itu, bagi negara-negara yang dikunjungi dan termuat dalam buku tadi, merupakan informasi kesejarahan tidak ternilai. Pada awal bukunya, al-Ya’qubi menerangkan secara terperinci kota Baghdad dan Samarra (utara Baghdad). Setelah itu berturut-turut ia menggambarkan mengenai negeri Iran, Semenanjung Arabia, Suriah, Mesir, Nubia (utara Sudan), Afrika Utara dan lainnya. Tak hanya mengenai geografi wilayah, buku itu juga menerangkan tentang keadaan sosial dan sejarah dinasti-dinasti yang sedang berkuasa di masing-masing negeri.

Ada satu buku karyanya lagi yang juga terkenal, yakni Tarikh al-Ya’qubi, buku ini pun sudah diterbitkan kembali di Leiden dalam dua jilid. Dalam bukunya al-Ya’qubi masih mempertahankan ciri khasnya, yakni kronologis yang akurat. Pada jilid pertama, difokuskan pada sejarah dunia kuno, seperti peristiwa-peristiwa yang berhubungan pada penciptaan alam semesta, Nabi Adam AS dan putra-putranya, peristiwa banjir besar pada zaman Nabi Nuh AS dan masih banyak lagi. Kemudian ia melukiskan sejarah kerajaankerajaan kuno, semisal Assyria, Babylonia, Abessinia, India, Yunani, Romawi, Persia, Cina, Armenia dan lain-lain.

Dalam setiap kali melukiskan kerajaan-kerajaan itu, dia kerap mengdeskripsikan keterangan geografis, iklim, agama serta kepercayaan dan perkembangan ilmu pengetahuan mereka, termasuk filsafat dan kebudayaannya. Sementara jilid kedua, berisi sejarah Islam yang disusun berdasarkan urutan para khalifah, hingga tahun 259 H pada masa pemerintahan al-Mu’tamid. Diawali dengan kelahiran, riwayat hidup serta perang yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, baru kemudian tentang para khalifah. Di samping dua buku tadi, al-Ya’qubi juga meninggalkan sebuah makalah yang merupakan penggalan lain dari Tarikh al-Ya’qubi yang diterbitkan oleh Matbaah an-Najaf al-Asyraf di Irak dan sebuah karya singkat berjudul Musyakalah an-Nass li Zamanihim (Kesamaan Manusia pada Masa Mereka).

Baca Juga  : 10 Ilmuwan Muslim Dan Penemuannya Untuk Peradaban Manusia

Buku yang satu ini –sudah diterbitkan kembali di Beirut– membahas bagaimana masyarakat berusaha mengikuti dan mencontoh kehidupan para penguasa, terutama tentang para khalifah Umayyah dan Abbasiyah. Kitab al-Buldan bisa disebut sebagai kitab paling berharga dalam bentuk karya rihlah (pengembaraan) dan ilmu geografi. Di dalamnya dijelaskan pengembaraan yang dia lakukan dan tugas-tugas negara yang dia emban, yaitu pada masa dinasti Tahiriah di Khurasan dan dinasti Tulun di Mesir dan Suriah, di samping sejumlah informasi yang dikutipnya dari yang lain.

Al-Ya’qubi menggunakan langgam sejarah sendiri tanpa mengikuti langgam sejarah sebelumnya. Ia juga berusaha mengembangkan pendekatan eksperimental dalam menulis. Pengembaraan al-Ya’qubi ke Transoksania memberikan manfaat besar bagi generasi berikutnya. Misalnya, ia menyaksikan langsung bagaimana para khalifah Abbasiyah mengambil anak-anak berkebangsaan Turki dan Fergana di Turkistan, dan menuangkannya dalam buku al-Buldan. Ia berkata, “Ekspansi Islam sudah sampai ke negeri Transoksania. Para pegawai di sana mengirimkan hadiah-hadiah kepada khalifah, di antaranya dalam bentuk anak-anak berkebangsaan Turki dan Fergana. Pengambilan seperti itu semakin mudah pada masa al-Mu’tasim karena ibunya berasal dari sana.

Pengambilan anak-anak itu mencapai jumlah ribuan, sebagian dibeli dan sebagian lagi dalam bentuk hadiah. Jumlah mereka terus bertambah banyak hingga mencapai 18 ribu, semuanya menetap di Baghdad. Penduduk Baghdad menjadi resah karena tingkah laku mereka yang buruk. Sehubungan dengan itu, al-Mu’tasim kemudian mendirikan sebuah kota di sebelah utara Baghdad untuk mereka, yaitu kota Samarra. Sebagian besar mereka kemudian dijadikan tentara.” Setiap kali, al-Ya’qubi menceritakan secara mendetil tentang negeri-negeri yang pernah dikunjunginya. Jalan-jalan digambarkan dengan sangat terperinci, begitu pula ladangladang gandum, perkebunan kurma, taman-taman dan sungai serta sumber-sumber air, sebagaimana ia menggambarkan corak masyarakatnya yang majemuk.

10 Ilmuwan Muslim Dan Penemuannya Untuk Peradaban Manusia 10 Ilmuwan Muslim Dan Penemuannya Untuk Peradaban Manusia
Pakarsejarah.com –  Abu Al Zahrawi merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan yang berasal dari Andalusia. Dia merupakan penemu asli dari teknik pengobatan patah tulang dengan menggunakan gips sebagaimana yang dilakukan pada era modern ini. Sebagai seorang dokter era kekalifahan, dia sangat berjasa dalam mewariskan ilmu kedokteran yang penting bagi era modern ini. Al Zahrawi lahir pada tahun 936 di kota Al Zahra yaitu sebuah kota yang terletak di dekat Kordoba di Andalusia yang sekarang dikenal dengan negara modern Spanyol di Eropa. Kota Al Zahra sendiri dibangun pada tahun 936 Masehi oleh Khalifah Abd Al rahman Al Nasir III yang berkuasa antara tahun 912 hingga 961 Masehi. Ayah Al Zahrawi merupakan seorang penguasa kedelapan dari Bani Umayyah di Andalusia yang bernama Abbas. Menurut catatan sejarah keluarga ayah Al Zahrawi aslinya dari Madinah yang pindah ke Andalusia. Al Zahrawi selain termasyhur sebagai dokter yang hebat juga termasyhur karena sebagai seorang Muslim yang taat.

Dalam buku Historigrafi Islam Kontemporer, seorang penulis dari perpustakaan Viliyuddin Istanbul Turki menyatakan Al Zahrawi hidup bagaikan seorang sufi. Kebanyakan dia melakukan pengobatan kepada para pasiennya secara cuma-cuma. Dia sering kali tidak meminta bayaran kepada para pasiennya. Sebab dia menganggap melakukan pengobatan kepada para pasiennya merupakan bagian dari amal atau sedekah. Dia merupakan orang yang begitu pemurah serta baik budi pekertinya. Selain membuka praktek pribadi, Al Zahrawi juga bekerja sebagai dokter pribadi Khalifah Al Hakam II yang memerintah Kordoba di Andalusia yang merupakan putra dari Kalifah Abdurrahman III (An-Nasir). Dia melakukan perjanjian damai dengan kerajaan Kristen di Iberia utara dan menggunakan kondisi yang stabil untuk mengembangkan agrikultur melalui pembangunan irigasi. Selain itu dia juga meningkatkan perkembangan ekonomi dengan memperluas jalan dan pembangunan pasar. Kehebatan Al Zahrawi sebagai seorang dokter tak dapat diragukan lagi. Salah satu sumbangan pemikiran Al Zahrawi yang begitu besar bagi kemajuan perkembangan ilmu kedokteran modern adalah penggunaan gips bagi penderita patah tulang maupun geser tulang agar tulang yang patah bisa tersambung kembali. Sedangkan tulang yang geser, bisa kembali ke tempatnya semula. Tulang yang patah tersebut digips atau dibalut semacam semen. Salah satu karya fenomenal Al Zahrawi merupakan Kitab Al-Tasrif.

Baca Juga  : Pakar Maroko Nilai Indonesia Tidak Lahirkan Ulama Tingkat Dunia

Kitab tersebut berisi penyiapan aneka obat-obatan yang diperlukan untuk penyembuhan setelah dilakukannya proses operasi. Dalam penyiapan obat-obatan itu, dia mengenalkan tehnik sublimasi. Kitab Al Tasrif sendiri begitu populer dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa oleh para penulis. Terjemahan Kitab Al Tasrif pernah diterbitkan pada tahun 1519 dengan judul Liber Theoricae nec non Practicae Alsaharavii. Salah satu risalah buku tersebut juga diterjemahkan dalam bahasa Ibrani dan Latin oleh Simone di Genova dan Abraham Indaeus pada abad ke-13. Salinan Kitab Al Tasrif juga juga diterbitkan di Venice pada tahun 1471 dengan judul Liber Servitoris. Risalah lain dalam Kitab Al Tasrif juga diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gerardo van Cremona di Toledo pada abad ke-12 dengan judul Liber Alsaharavi di Cirurgia. Dengan demikian kitab karya Al Zahrawi semakin termasyhur di seluruh Eropa. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya karya Al Zahrawi tersebut bagi dunia. Kitabnya yang mengandung sejumlah diagram dan ilustrasi alat bedah yang digunakan Al Zahrawi ini menjadi buku wajib mahasiswa kedokteran di berbagai kampus-kampus. Al Zahrawi menjadi pakar kedokteran yang termasyhur pada zamannya. Bahkan hingga lima abad setelah dia meninggal, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter di berbagai belahan dunia. Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kedokterannya masuk dalam kurikulum jurusan kedokteran di seluruh Eropa.

Proses pembangunan sistem pakar biasanya disebut dengan rekayasa pengetahuan. Biasanya melibatkan interaksi yang spesial antara orang yang membangun sistem pakar yang disebut teknisi pengetahuan. Biasanya terdapat satu atau lebih pakar dalam lingkup masalah tertentu. Teknisi pengetahuan mengambil informasi dari pakar berupa prosedur, strategi, dan aturan-aturan untuk menyelesaikan masalah, lalu membangun pengetahuan itu menjadi sebuah sistem pakar, seperti yang ditunjukkan pada skema di bawah ini. Hasilnya adalah sebuah program komputer yang dapat memecahkan masalah dengan cara yang hampir sama seperti para ahli. Paul E. Johnson, seorang ilmuwan yang telah menghabiskan bertahun-tahun waktunya untuk mempelajari perilaku ahli manusia, cukup baik menggambarkan apa yang dimaksud dengan ahli. “Seorang ahli yaitu orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan hal-hal yang kebanyakan orang tidak bisa. Seorang ahli bukan hanya sekedar mahir, tetapi juga lancar mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah. Seorang ahli mengetahui banyak hal dalam menerapkan apa yang mereka ketahui dalam menyelesaikan suatu masalah.

Tokoh Ilmuwan Muslim Dan Peranannya Pada MasaBani Umayyah Sampai Masa Bani Abbasiyah Tokoh Ilmuwan Muslim Dan Peranannya Pada MasaBani Umayyah Sampai Masa Bani Abbasiyah

Pakarsejarah.com – Tokoh Ilmuwan Muslim Dan Peranannya Pada MasaBani Umayyah Sampai Masa Bani Abbasiyah . Sepeninggal kepemimpinan Khulafaur Rasyidin , kepemimpinan Islam dipegang oleh dua Dinasti besar yang mengubah bentuk pemerintahan dari system Demokrasi Islam menjadi Teokrasi atau Monarki kerajaan . Dinasti itu adalah Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah. Dinasti Umayyah berkeuasa Kurang lebih 90 tahun , sedangkan dinasti Abbasiyah berkuasa kurang lebih 5 abab .perkembangan ilmu pengetahuan dinasti itu sangat berbeda ,karena waktu kepemimpinanya berbeda . Pada masa dinasti umayyah berkuasa, Ilmu pengetahuan dalam Islam baru mulai berkembang . Dinasti Abbasiyah berkuasa , ilmuy pengetahuan dalam islam telah mencapai puncak kejayaannya . Abbasiyah I dan II. Selama masa itu pula , banyak para tokoh ilmuan yang berperan penting dalam mencapai perkembangan dan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dalam duani Islam. Selain para Khalifah dinasti Umayyah sendiri , yang turut berperan dalam memajukan ilmu pengetahuan dan peradaban bangsa islam bangsa umayyah adalah ilmuan yang hidup dalam masa itu .

Diantara tokoh ilmuan yang berperan penting memajukan ilmu pengetahuan,sosial,dan seni budaya pada masa dinasti umayyah adalah sebagai berikut. 1. Nu’man bin Bashir Al Anshari, wafat pada tahun 65H/684M. ia adalah seorang ahli tata bahasa Aab dan seorang penyair keimanan. 2.Ibnu Magfarah Al Hamiri, wafat pada tahun 69H/689 M. ia adalah seorang pakar ilmu bahasa atau linguistic. 3.Miskin ad Damiry, wafat pada tahun 95H/14M.ia adalah seorang pakar ilmu bahasa atau sastra. 4. Al Ahktal wafat pada tahun 111H/730M. ia adalah seorang penyair terkenal di masanya, yang mempunyai diwan atau syair tersendiri. 5.Jarir,wafat pada tanggal 111H/730M. ia juga adalah seorang penyair yang termasyur pada masa itu. 6. Abul Aswad Ad Dualy,wafat pada 98H/716M. ia adalah seorang pakar bahasa Arab , ahli gramatika,dan linguistic arab. 7. Al Farazdaq, wafat pada tahun 90H/709M. ia adalah seorang penyair terkenal. 8. Abu Najm Ar Rajir, wafat pada 130 H/ 748M. ai adalah seorang pakar bahasa dan sastra.

9. A’sya Rabi ‘ah, wafat pada tahun 85H/705M. ia adalah seorang penyair wanita ternama. 10. Ar-Raj, wafat pada tahun 90h/709M. ia adalah seorang pakar bahasa dan sastra. Al Ulumus Syari’ah, yaitu ilmu-ilmu Agama Islam, seperti Fiqih, tafsir Al-Qur’an dan sebagainya. Al Ulumul Lisaniyah, yaitu ilmu-ilmu yang perlu untuk memastikan bacaan Al Qur’an, menafsirkan dan memahaminya. Tarikh, yang meliputi tarikh kaum muslimin dan segala perjuangannya, riwayat hidup pemimpin-pemimpin mereka, serta tarikh umum, yaitu tarikh bangsa-bangsa lain. Ilmu Qiraat, yaitu ilmu yang membahas tentang membaca Al Qur’an. Pada masa ini termasyhurlah tujuh macam bacaan Al Qur’an yang terkenal dengan Qiraat Sab’ah yang kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan, yaitu cara bacaan yang dinisbahkan kepad acara membacayang dikemukakan oleh tujuh orang ahli qraat, yaitu Abdullah bin Katsir (w. Ashim bin Abi Nujud (w. Abdullah bin Amir Al Jashsahash (w. Ali bin Hamzah Abu Hasan al Kisai (w. Hamzah bin Habib Az-Zaiyat (w. Abu Amr bin Al Ala (w.

Baca Juga  : Perancangan Ini Menggunakan Teknik Sampling

Ilmu Tafsir, yaitu ilmu yang membahas tentang undang-undang dalam menafsirkan Al Qur’an. Pada masa ini muncul ahli Tafsir yang terkenal seperti Ibnu Abbas dari kalangan sahabat (w. Ilmu Hadis, yaitu ilmu yang ditujukan untuk menjelaskan riwayat dan sanad al-Hadis, karena banyak Hadis yang bukan berasal dari Rasulullah. Diantara Muhaddis yang terkenal pada masa ini ialah Az Zuhry (w. Ibnu Abi Malikah (w. Al Auza’i Abdur Rahman bin Amr (w. Ilmu Nahwu, yaitu ilmu yang menjelaskan cara membaca suatu kalimat didalam berbagai posisinya. Ilmu ini muncul setelah banyak bangsa-bangsa yang bukan Arab masuk Islam dan negeri-negeri mereka menjadi wilayah negara Islam. Adapun penyusun ilmu Nahwu yang pertama dan membukukannya seperti halnya sekarang adalah Abu Aswad Ad Dualy (w. Beliau belajar dari Ali bin Abi Thalib, sehingga ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib sebagai Bapaknya ilmu Nahwu. Ilmu Bumi (al- Jughrafia). Ilmu ini muncul oleh karena adanya kebutuhan kaum muslimin pada saat itu, yaitu untuk keperluan menunaikan ibadah Haji, menuntut ilmu dan dakwah, seseorang agar tidak tersesat di perjalanan, perlu kepada ilmu yang memebahas tentang keadaan letak wilayah.