Sejarah

Islam Arab Atau Islam Cina? Islam Arab Atau Islam Cina?

Pakarsejarah.com – Teori menyangkut hadirnya Islam di Kepulauan Nusantara dikemukakan para pakar sejarah. Ada dua teori klasik yang utama ihwal penyebaran Islam di Nusantara. Pertama, dikemukakan oleh Niemann dan de Holander yang menyebutkan kalau Islam dibawa oleh pedagang Timur Tengah. Kedua, adalah teori pedagang Gujarat yang diusung oleh Pijnapel dan kemudian diteliti lanjut oleh Snouck Hurgronje, Vlekke, dan Schrieke. Agaknya teori-teori klasik itu menyandarkan validitasnya pada lapoan perjalanan yang ditulis Marcopolo yang menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi, yang ketika singgah di Aceh tahun 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi′i. Adapun peninggalan tertua kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satunya adalah makam Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis tahun 475 H/1082 M, yaitu zaman Singasari. Diperkirakan makam ini bukan penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

M.C. Ricklefs memiliki serangkaian intepretasi yang meragukan kesahihan teori klasik itu. Semisal dalam kasus batu nisan di Gresik ia menyebut tentang kemungkinan batu nisan itu hanya pemberat kapal atau mungkin batu nisan yang dipindahkan setelah muslimah itu meninggal. Dan batu itu tidak memberikan kejelasan apa-apa mengenai mapannya agama Islam di tengah-tengah penduduk Indonesia. Sampai dengan awal abad ke-14 M, Islamisasi secara besar-besaran belum terjadi di Nusantara. Baru pada pertengahan abad ke-14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Kekuatan politik itu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, dan Ternate. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu/Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Sunda. Menarik juga mengamati kisah-kisah pengislaman Nusantara yang dapat ditemui dalam historiografi tradisional.

Hikayat Raja-Raja Pasai menceritakan bagaimana Islam masuk ke Samudra dan juga tentang batu nisan Malik as-Salih bertarikh 1297 M. Dalam hikayat ini diceritakan tentang Khalifah Mekah yang mendengar adanya Samudra dan memutuskan mengirimkan sebuah kapal ke sana memenuhi ramalan Nabi Muhammad bahwa suatu saat akan ada sebuah kota besar di timur yang bernama Samudra, yang akan menghasilkan banyak orang suci. Hikayat itu dipenuhi cerita tentang proses penganutan Islam oleh raja Samudra: Marah Silau (atau Silu), bermimpi bahwa Nabi menampakkan diri padanya dan sekonyong meludah ke dalam mulutnya untuk mengalihkan pengetahuan Islam serta sekaligus menggelarinya Sultan Malik as-Salih. Cerita yang kurang lebih sama juga ditemui dalam Sejarah Melayu. Historiografi ini mengisahkan tentang pengislaman Raja Malaka. Sebagaimana Malik as-Salih yang bertemu Nabi di dalam mimpinya, demikian pula dengan Raja Malaka. Dalam pada itu, Nabi mengajarkan kepadanya cara mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal yang unik justru terjadi pada kitab Babad Tanah Jawi. Naskah Babad Tanah Jawi menuturkan tentang Islamisasi tanah Jawa yang dilakukan oleh sembilan wali (wali sanga).

Baca Juga  : Kecerdasan Buatan, Kini Dan Akan Datang

Di sini pengislaman secara formal tak tampak, namun garis genealogis yang mengacu pada Arab (baca: Timur Tengah) tetap menjadi alur utama kisah di dalamnya. Dari keseluruhan historiografi tradisional ada satu benang merah yang saling menghubungkan perihal penyebaran agama Islam di Nusantara: berasal dari Arab. Besar kemungkinan hal ini dilakukan agar ada semacam legitimasi ideologis bagi agama Islam untuk masuk ke Nusantara. Di lain pihak, hal ini juga menimbulkan bias bahwa seakan-akan Islam akan lebih sahih jika dibawa dari Arab, bukan dari wilayah lainnya. Kembali kepada persoalan diskursus teori klasik kedatangan Islam, amat dimungkinkan jika teoritisi sejarah Islam juga melihat kenyataan yang dicatat di dalam naskah-naskah kuno itu sebagai dasar menjadikan pedagang Timur Tengah sebagai pembawa Islam ke Nusantara. Juga perlu dicatat kiranya tentang dua dokumen lain yang bisa menghantarkan pada substansi Islamisasi di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa. Kedua naskah itu berisi tentang ajaran-ajaran Islam seperti yang diberikan di Jawa pada abad XVI. Salah satu naskah yang berisi tentang pertimbangan-pertimbangan terhadap hal-hal yang diperdebatkan, kemudian naskah dinisbahkan oleh G.W.J. Drewes kepada seorang ulama yang bernama Syekh Bari. Naskah kedua berisi tentang primbon yang berisi tuntunan menjalankan agama Islam yang dibuat beberapa murid ulama terkenal.

Kedua naskah itu bersifat ortodoks dan mistik, sekaligus mencerminkan mistisisme Islam dan tasawuf yang berkembang saat itu. Dan kelak Islam di Indonesia dipenuhi bid’ah dan khurafat yang pada masa selanjutnya mendorong munculnya gerakan pembaharuan sepanjang abad XIX dan XX. Dalam historiografi Indonesia, teori klasik penyebaran Islam menjadi satu monoversi yang sulit dibantah. Hal itu bercampur aduk dengan bias politik kekuasaan Orde Baru yang mengintervensi penulisan sejarah. Semisal, kasus pelarangan buku Slamet Muljana yang pernah mengajukan versi bahwa Tionghoa adalah penyebar Islam. Menurut Muljana, Islam Nusantara, dan di Jawa khususnya, bukanlah Islam “murni” dari Arab, melainkan Islam campuran yang memiliki banyak varian. Dalam bukunya, Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara Muljana menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga yang masa mudanya bernama Raden Said itu tak lain dari Gan Si Cang. Sedangkan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, menurut Muljana, adalah Toh A Bo, putra dari Tung Ka Lo, alias Sultan Trenggana. Pelarangan versi Slamet Muljana oleh pemerintah Orde Baru didasari pengkaitan Cina dalam peristiwa Gestok 1965. Semua hal yang berbau Tionghoa dilarang saat itu, sehingga “haram” hukumnya mengaitkan Tionghoa ke dalam sejarah Islam Nusantara. Sumanto Al Qurtuby dalam bukunya Arus Cina Islam Jawa juga menggugat teori klasik penyebaran Islam. Sumanto menemukan fakta bahwa nama tokoh yang menjadi agen sejarah Islam merupakan transliterasi dari nama Cina ke nama Jawa. Semisal dalam nama Bong Ping Nang misalnya, kemudian terkenal dengan nama Bonang. Raden Fatah yang punya julukan pangeran Jin Bun, dalam bahasa Cina berarti “yang gagah”. 1; maksudnya 31) sebagai peringatan waktu kelahirannya di masa ayahnya berusia 31 tahun. Tentu buku yang ditulis Sumanto tidak dilarang, karena buku ini terbit setelah Orde Baru tumbang. Namun sejauh mana masyarakat menerima versi ini, belum kelihatan secara jelas.

Kecerdasan Buatan, Kini Dan Akan Datang Kecerdasan Buatan, Kini Dan Akan Datang

Pakarsejarah.com – Tutorial ini dibuat sebagai pengantar utama pada perkuliahan Kecerdasan Buatan dan Sistem Pakar pada jurusan Ilmu Komputer dan Teknik/MIPA. Bab 1 memberikan overview pegembangan dari bidang ilmu kecerdasan buatan dan Sistem Pakar, serta berbagai contoh aplikasi nyata yang sudah dikembangkan dan digunakan saat ini. Bab ini juga menjelaskan berbagai perangkat dan metode yang umum digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kompleks dalam kehidupan. Kecerdasan buatan merupakan bidang ilmu komputer yang sangat penting di era kini dan masa akan datang untuk mewujudkan sistem komputer yang cerdas. Bidang ini telah berkembang sangat pesat di 20 tahun terakhir seiring dengan kebutuhan perangkat cerdas pada industry dan rumah tangga, oleh karena itu buku ini memaparkan berbagai pandangan modern dan hasil riset terkini yang perlu dikuasai oleh para akademisi, pelajar dan praktisi lengkap dengan implementasi nyata. Kata “intelligence” berasal dari bahasa Latin “intelligo” ang bearti “saya paham”. Barti dasar dari intelligence ialah kemampuan untuk memahami dan melakukan aksi.

Sebenarnya, area Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) atau disingkat dengan AI, bermula dari kemunculan komputer sekitar th 1940-an, meskipun sejarah perkembangannya dapat dilacak sejak zaman Mesir kuno. Pada masa ini, perhatian difokuskan pada kemampuan komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dilakukan oleh manusia. McMulloh dan Pitts pada tahun 1943 mengusulkan model matematis bernama perceptron dari neuron di dalam otak. Mereka juga menunjukkan bagaimana neuron menjadi aktif seperti saklar on-off dan neuron tersebut mampu untuk belajar dan memberikan aksi berbeda terhadap waktu dari input yang diberikan. Sumbangan terbesar di bidang AI diawali pada paper Alan Turing, pada tahun 1950 yang mencoba menjawab “Dapatkah computer berfikir” dengan menciptakan mesin Turing. Paper Alan Turing pada tahun 1950 berjudul “Computing Machineri and Intelligence” mendiskusikan syarat sebuah mesin dianggap cerdas. Dia beranggapan bahwa jika mesin dapat dengan sukses berprilaku seperti manusia, kita dapat menganggapnya cerdas. Pada akhir 1955, Newell dan Simon mengembangkan The Logic Theorist, program AI pertama.

Program ini merepresentasikan masalah sebagai model pohon, lalu penyelesaiannya dengan memilih cabang yang akan menghasilkan kesimpulan terbenar. Program ini berdampak besar dan menjadi batu loncatan penting dalam mengembangkan bidang AI. Pada tahun 1956 John McCarthy dari Massacuhetts Institute of Technology dianggap sebagai bapak AI, menyelenggarakan konferensi untuk menarik para ahli komputer bertemu, dengan nama kegiatan “The Dartmouth summer research project on artificial intelligence.” Konferensi Dartmouth itu mempertemukan para pendiri dalam AI, dan bertugas untuk meletakkan dasar bagi masa depan pemgembangan dan penelitian AI. Pada tahun 1960 hingga 1970, muncul berbagai dikusi bagaimana komputer dapat meniru sedetail mungkin pada kemampuan otak manusia, dimana saat itu dapat dikategorikan sebagai “classical AI”. Pada tahun 1980, dimana computer yang semakin mudah diperoleh dengan harga yang lebih murah menjadikan berbagai riset di bidang kecerdasan buatan berkembang sangat pesat pada berbagai universitas. Tabel 1.1 merupakan rangkuman sejarah penting pengembagan bidang Kecerdasan Buatan. Saat ini, hampir semua perangkat komputer dan perangkat elektronika canggih menerapkan kccerdasan buatan untuk membuat sistem lebih handal. Di masa yang akan datang, diperkirakan semua perangkat elektronika dan komputer menjadi jauh lebih cerdas karena telah ditanamkan berbagai metode kecerdasan buatan.

Supaya komputer dapat bertindak seperti atau serupa dengan manusia, maka komputer harus diberi bekal pengetahuan, dan mempunyai kemampuan untuk menalar. Penerapan bidang AI beraneka ragam. NLP mempelajari bagaimana bahasa alami itu diolah sedemikian hingga user dapat berkomunikasi dengan komputer. Cabang ilmu ini erat kaitannya dengan pembangunan arti/makna dari image ke obyek secara fisik. Yang dibutuhkan didalamnya adalah metode-metode untuk memperoleh, melakukan proses, menganalisa dan memahami image. Apabila cabang ilmu ini dikombinasikan dengan Artificial Intelligence secara umum akan mampu menghasilkan sebuah visual intelligence system. Bidang ilmu inilah yang mempelajari bagaimana merancang robot yang berguna bagi industry dan mampu membantu manusia, bahkan yang nantinya bisa menggantikan fungsi manusia. Robot mampu melakukan beberapa task dengan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Untuk melakukan hal tersebut, robot diperlengkapi dengan actuator seperti lengan, roda, kaki, dll. Kemudian, robot juga diperlengkapi dengan sensor, yang memampukan mereka untuk menerima dan bereaksi terhadap environment mereka Al-Jajari (1136-1206) seorang ilmuwan Islam pada dinasti Artuqid yang dianggap pertama kali menciptakan robot humanoid dimana berfungsi sebagai 4 musisi, hebat kan? Bahkan pada tahun 1796 sudah dihasilkan boneka mekanik bernama Karakuri yang mampu menuangkan air teh atau menulis karakter Kanji yang dibuat oleh Hisashige Tanaka.

Perancangan Ini Menggunakan Teknik Sampling Perancangan Ini Menggunakan Teknik Sampling

Pakarsejarah.com – Kerajaan Majapahit adalah kerajaan terbesar yang pernah menguasai hampir seluruh Asia Tenggara. Oleh karena itu pada tanggal 20 – 22 November 2014, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, dalam Rakor Pelestarian Seni Budaya Jawa Timur, menyusun sebuah strategi untuk mengangkat kekayaan budaya lokal tersebut melalui film animasi. Perancangan ini menggunakan teknik sampling: secara geografis, bertempat tinggal di Indonesia yang terjangkau sinyal televisi analog; secara demogrfis, berusia antara 13-17 tahun, pendidikan SMP – SMA; secara psikografis, suka petualangan, suka nonton TV, tidak memiliki ketertarikan pada sejarah. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan pengumpulan data secara kualitatif dengan data primer berupa literatur- literatur ilmiah dan pakar animasi serta pakar sejarah. Dan data sekunder berupa studi eksisting berdasarkan film-film lokal Indonesia, literatur dan teori-teori terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk membuat karakter animasi yang unik berlatarbelakang sejarah, tidak cukup dengan mencontoh data sejarah yang ada namun perlu dimodifikasi sesuai dengan tren yang ada saat ini baik dari bentuk tubuh, pakaian dan warna secara keseluruhan tanpa menghilangkan ciri khas berdasarkan data sejarah yang ada. Adapun hasil akhir dari perancangan ini adalah video turntable masing-masing karakter dan trailer film animasi 3D berjudul “Sanggramawijaya”.

Komponen sistem pakar ini disusun atas dua elemen dasar, yaitu fakta dan aturan. Fakta merupakan informasi tentang objek dalam area permasalahan tertentu, sedangkan aturan merupakan informasi tentang cara bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui. Dalam studi kasus pada sistem yang berbasis pengetahuan terdapat beberapa karekteristik yang dibangun untuk membantu kita dalam membentuk serangkaian prinsip – prinsip arsitekturnya. Pengetahuan merupakan kunci kekuatan sistem pakar. Pengetahuan sering tidak pasti dan tidak lengkap. Pengetahuan sering miskin spesifikasi. Amatir menjadi ahli secara bertahap. Sistem pakar harus fleksibel. Sistem pakar harus transparan. Sejarah penelitian di bidang kecerdasan buatan telah menunjukan berulang kali bahwa pengetahuan adalah kunci setiap sistem cerdas (intelligence system). Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer dan informasi keahlian dalam menyelesaikan masalh dari sumber pengetahuan ke dalam program komputer. Dalam tahap ini knowledge engineer berusaha menyerap pengetahuan untuk selanjutnya ditransfer ke dalam basis pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dari pakar, dilengkapi dengan buku, basis data, laporan penelitian dan pengalaman pemakai. Komponen ini mengandung mekanisme pola pikir dan penalaran yang digunakan oleh pakar dalam menyelesaikan suatu masalah.

Mesin inferensi adalah program komputer yang memberikan metodologi untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam basis pengetahuan dan dalam workplace untuk memformulasikan kesimpulan. Workplace merupakan area dari sekumpulan memori kerja (working memory). Rencana : Bagaimana Menghadapi masalah? Agenda : Aksi – aksi yang potensial. Solusi : Calon aksi yang akan dibangkitkan. Fasilitas penjelasan adalah komponen tambahan yang akan meningkatkan kemampuan sistem pakar, Komponen ini menggambarkan penalaran sistem kepada pemakai. Fungsi ini memungkinkan bahwa perusahaan akan dapat memenuhi kebutuhannya atas permintaan konsumen tanpa tergantung pada suplier barang. Mengapa pertanyaan tertentu ditanyakan oleh sistem pakar. Bagaimana kesimpulan tertentu diperoleh. Mengapa alternatif tertentu ditolak. Apa rencana untuk memperoleh penyelesaian. Ada beberapa metode untuk merepresentasikan pengetahuan. Biasanya yang digunakan adalah metode kalkulus prediksi, bingkai (frame), jaringan sematik (sematic network), kaidah produksi dan representasi logika (logic). Kalkulus predikat merupakan cara sederhana untuk merepresentasikan pengetahuan secara deklaratif. Dalam kalkulus predikat, pernyataan deklaratif dibagi atas dua bagian yaitu bagian predikat dan argumen.

Baca Juga  : Sejarah Perkembangan Ekonomi Islam Dunia

Bingkai adalah blok – blok atau potongan – potongan yang berisi pengetahuan mengenai obyek – obyek khusus, kejadian, lokasi, situasi ataupun elemen – elemen lainnya dengan ukuran yang relatif besar. Blok – blok ini menggunakan obyek – obyek tersebut secara lebih terperinci. Detail diberikan dalam bentuk rak (slot) yang menggambarkan berbagai atribut dan karakteristik daripada obyek tersebut. Berikut adalah contoh tabel model representasi pengetahuan bingkai (frame).

Gejala a. Bersin b. Obat a. Ultra Flu b. Jaringan sematik merupakan cara merepresentasikan pengetahuan yang paling tua dan paling mudah. Cara ini merupakan penggambaran grafis dari pengetahuan yang memperlihatkan hubungan hirarkis dari obyek – obyek. Obyek direpresentasikan sebagai simpul pada suatu grafis dan hubungan antara obyek – obyek dinyatakan oleh garis penghubung berlabel. Contoh jaringan sematik yang mudah ditemui adalah garis keturunan dari suatu keluarga. Metode kaidah produksi biasanya dituliskan dalam bentuk jika maka (if-then). Kaidah ini dapat dikatakan sebagai hubungan implikasi dua bagian, yaitu bagian premise (jika) dan bagian konklusi (maka). Apabila bagian promise dipenuhi maka bagian konkusi juga akan bernilai benar.

Sebuah kaidah terdiri dari klausa – klausa. Sebuah kalusa mirip sebuah kalimat dengan subyek. Kata kerja dan obyek yang menyatakan suatu fakta. Ada sebuah klausa premise dari sebuah klausa konklusi pada setiap kaidah. Suatu kaidah juga dapat terdiri atas beberapa premise dan lebih dari satu konklusi. Antara premise dan konklusi dapat dihubungkan dengan “atau” dan “dan”. Tahapan identifikasi merupakan tahapan untuk menganalisa permasalahan yang ada dengan menentukan batasan masalah yang akan dianalisa, sistem pakar yang terlihat, sumber daya yang diperlukan dan tujuan yang akan dicapai.

Tahapan Konseptualisasi merupakan tahapan dimana pengetahuan dan pakar menentukan konsep yang kemudian dikembangkan menjadi suatu sistem pakar. Dari konsep tersebut unsur yang terlibat akan dirinci dan dikaji hubungan antara unsur serta mekanisme yang pengendalian yang diperlukan untuk mencapai sebuah solusi yang terbaik. Tahapan formalisasi merupakan tahapan dimana hubungan antara unsur digambarkan dalam bentuk format yang biasa digunakan dalam sistem pakar. Tahap ini juga menentukan alat pembangunan sistem, teknik inferensi dan struktur data yang digunakan pada sistem pakar. Tahapan implementasi merupakan tahap yang sangant penting karena disinilah sistem pakar yang dibuat akan diterapkan dalam bentuk program komputer.

Sejarah Perkembangan Ekonomi Islam Dunia Sejarah Perkembangan Ekonomi Islam Dunia
Pakarsejarah.com – Pembaca yang budiman, Perkembangan Ekonomi Islam atau yang dikenal dengan Ekonomi Syariah di dunia ini dalam tiga Dekade terakhir semakin berkembang secara perlahan seiring dengan banyaknya bank-bank yang menggunakan sistem syariah (bagi hasil) dalam sistem perbankan nya. Berkembangnya Ekonomi Islam di dunia ini banyak menjadi solusi di beberapa negara yang menganggap bahwa Bunga (Riba) bukanlah solusi terbaik dalam perbankan. Nah yang penulis mau bahas hari ini adalah “Sejarah Berkembangnya Ekonomi Islam Dunia”. Aplikasi dari Keuangan Islam di Dunia ini dimulai dari pendirian bank islam pertama di Mesir pada tahun 1963 yaitu Mit Ghamr Local Saving Bank yang merupakan tonggak sejarah dalam sejarah perkembangan sistem perbankan seperti Simpanan, Pinjaman, Penyertaan modal, Investasi langsung dll.
Mit Ghamr Local Saving Bank ini di dirikan oleh Dr Ahmad Elnaggar pada tahun 1963 yang mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis bagi hasil di Kota Mit Ghamr, Mesir. Eksperimen ini dilakukan sampai tahun 1967, dan saat itu sudah ada 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. Pengenalan sistem perbankan yang berdasarkan Islam yang dilakukan Mit Ghamr mendapat sambutan yang hangat dari penduduk setempat.

Hal ini terbukti dari jumlah nasabah yang pada akhir tahun buku 1963/1964 tercatat sebanyak 17.560 menjadi 251.152 pada akhir tahun buku 1966/1967. Salah satu yang menyebabkan peningkatan adalah adanya rasa saling memiliki diantara masyarakat tentang sistem ini dan inilah yang menjadikan Mit Ghamr Local Saving Bank bank yang paling sukses dan inovatif di masa modern. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi umat Muslim di seluruh dunia dan menumbuhkan kesadaranbahwa dalam bisnis modernprinsip-prinsip ekonomi Islam dapat diaplikasikan.

Kemunculan Ekonomi Islam modern di panggung international dimulai pada tahun 1970-an yang ditandai dengan adanya pakar ekonomi kontemporer seperti Kursyid Ahmad, An-Naqvi, M. Umer Chapra, dll. Bahkan di eropa sudah ada bank yang didirikan tahun 1983 yaitu The Islamic Bank International of Denmark. Sementara negara-negara seperti Pakistan, Iran, dan Sudan, berinisiatifmenerapkan system keuangan Islam secara total, sehingga semua lembaga keuangan di negara tersebut beroperasi tanpa menggunakan bunga. Sistem ekonomi Islam menjadi alternatif pilihan karena karena sistem ekonomi Islam berbeda dengan sistem-sistem ekonomi yang lain.

Tujuan ekonomi Islam bukan semata-mata pada materi saja, tetapi mencakup berbagai aspek sepert: kesejahteraan, kehidupan yang lebih baik, memberikan nilai yang sangat tinggi bagi persaudaraan dan keadilan sosial ekonomi, dan menuntut suatu kepuasan yang seimbang, baik dalam kebutuhan materi maupun rohani bagi seluruh ummat manusia. Bahkan saat ini sudah banyak negara yang sudah mendirikan Departemen atau Fakultas Ekonomi Islam di universitas-universitas mereka, bahkan sudah mulai meng-Islamkan lembaga pebankan mereka dan didukung oleh gerakan ekonomi syariah yang mencakup semua aspek ekonomi sebagaimana didefinisikan oleh Umer Chapra dalam bukunya The Future of Economics.

Baca Juga  : Makalah Periodisasi Sejarah Peradaban Islam

Sedangkan penerapan prinsip syariah pada sektor di luar industri perbankan dimulai pada industri asuransi (Takaful). Asuransi yang pertama kali didirikan adalah Asuransi Takaful di Sudan pada tahun 1979, yang dikelola oleh Dar al-Mal al-Islami Group. Dar al-Mal melebarkan sayap bisnisnya ke negara-negara Eropa dan Asia lainnya. Setidaknya ada empat asuransi takaful dan retakaful pada tahun 1983, yang berpusat di Luxembourg, Inggris dll. 4 triliun. Sedangkan, dalam 8-10 tahun kedepan 40%-50% dari total dana simpanan umat muslim yang berjumlah 1.3 miliar, diproyeksikan berada pada institusi keuangan Islam global.

Basis pengetahuan merupakan hal yang sangat penting dari sitem pakar, bahkan basis pengetahuan bisa diibaratkan sebagai inti dari sistem pakar.Basis Pengetahuan merupakan representasi pengetahuan dari pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta dan kaidah. Fakta adalah informasi tentang objek, peristiwa, atau situasi. Kaidah adalah cara untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui. Mesin inferensi merupakan otak dari sistem pakar. Mesin inferensi digunakan untuk melakukan penalaran dari suatu kondisi dengan di dasarkan pada basis pengetahuan yang sudah ada sebelumnya.

Pada komponen ini terjadi proses pemanipulasian fakta yang ada pada basis pengetahuan untuk menghasilkan solusi. Strategi penalaran terdiri dari dua jenis yaitu penalaran pasti (Exact Reasoning) dan penalaran tak pasti (Inexact Reasoning). Exact reasoning digunakan ketika semua data yang dibutuhkan untuk menarik kesimpulan sudah tersedia, sebaliknya terhadap inexact reasoning. Fasilitas ini digunakan sebagai perantara komunikasi antara pemakai dengan sistem. Aamodt, Agnar, and Enric Plaza. “Case-Based Reasoning : Foundational Issues, Methodological Variations, and System Approaches”. Althoff, Klaus-Dieter, Ralph Bergmann, andL. Karl Branting, eds.” Case-Based Rreasoning research and development: proceedings of the Third International Conference on Case-Based Reasoning”. Dimitris Bertsimas and John Tsitsiklis.

Makalah Periodisasi Sejarah Peradaban Islam Makalah Periodisasi Sejarah Peradaban Islam
Pakarsejarah.com – Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT Tuhan yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah Sejarah Peradaban Islam dengan judul “Sejarah Peradaban Islam Sebagai Ilmu Pengetahuan” dengan tepat waktu. Sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada panutan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga nya, sahabat-sahabatnya, dan kita semua selaku umatnya. Makalah ini tidak akan selesai tepat waktu tanpa bantuan dari berbagai pihak. 2. Semua pihak yang turut membantu pembuatan makalah ini yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Tak ada gading yang tak retak. Demikian pula, tak ada karya yang sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembahas untuk kemajuan makalah ini di masa mendatang. Akhir kata, diharapkan makalah ini dapat membuka wawasan mengenai sejarah peradaban islam. Sehingga pengetahuan kita tentang sejarah peradaban islam semakin bertambah. Dalam sejarah kebudayaan ummat manusia proses tukar-menukar dan interaksi (intermingling) atau pinjam meminjam konsep antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lain memang senantiasa terjadi, seperti yang terjadi antara kebudayaan Barat dan peradaban Islam. Dalam proses ini selalu terdapat sikap resistensi dan akseptansi.

Namun dalam kondisi dimana suatu kebudayaan itu lebih kuat dibanding yang lain yang tejadi adalah dominasi yang kuat terhadap yang lemah. Istilah Ibn Khaldun, “masyarakat yang ditaklukkan, cenderung meniru budaya penakluknya”. Ketika peradaban Islam menjadi sangat kuat dan dominan pada abad pertengahan, masyarakat Eropa cenderung meniru atau “berkiblat ke Islam”. Kini ketika giliran kebudayaan Barat yang kuat dan dominan maka proses peniruan itu juga terjadi. Terbukti sejak kebangkitan Barat dan lemahnya kekuasaan politik Islam, para ilmuwan Muslim belajar berbagai disiplin ilmu termasuk Islam ke Barat dalam rangka meminjam. Hanya saja karena peradaban Islam dalam kondisi terhegemoni maka kemampuan menfilter konsep-konsep dalam pemikiran dan kebudayaan Barat juga lemah. 1. Jelaskan tentang pengertian sejarah peradaban islam ! 2. Jelaskan tentang sejarah peradaban islam sebagai ilmu pengetahuan ! 3. Jelaskan tentang dasar-dasar peradaban islam ? 4. Jelaskan tentang periodesasi perkembangan peradaban islam ! Pengertian Sejarah yang dalam bahasa arab disebut Tarikh/sirah atau history dalam bahasa Inggris, adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan kronologi berbagai pristiwa. Sejarah Peradaban Islam diartikan sebagai perekembangan atau kemajuan kebudayaan islam dalam perspektif sejarahnya.

Baca Juga  : Jejak Kejayaan Ilmu Pengetahuan Dan Ilmuwan Muslim Andalusia

Namun ada pengertian pengertian lain mengenai Sejarah Peradaban Islam yaitu kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang di hasilkan dalam satu periode kekuasaan islam mulai dari periode nabi Muhammad Saw sampai perkembangan kekuasaan islam sekarang. Sejarah Peradaban Islam juga diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh ummat islam dalam lapangan kesustraan, ilmu pengetahuan dan kesenian. Sejarah Peradaban Islam erat kaitanya dengan Sejarah Kebudayaan Islam namun terdapat perbedaan antara keduanya, perbedaan antara keduanya yaitu Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan manifestasi-manifestasinya adalah bentuk mekanik teknologis lebih berkaitan dengan Peradaban. Kalau Kebudayaan lebih di refleksikan dalam seni, sastra, dan moral maka Peradaban di refleksikan pada politik, ekonomi, dan teknologi. Kenapa Sejarah Peradaban Islam menjadi sebuah Ilmu pengetahuan? Pertanyaan ini dapat kita jawab dengan meruju’ pada lontaran pendapat dari H.A.R Gibb didalam bukunya Whiter Islam menyatakan , “ Islam is indeed much more than a system of tecnologi, its is a complete civilization” (Islam sesungguhnya lebih dari sekedar agama, ia adalah suatu peradaban yang sempurna).

Karena yang menjadi sebab timbulnya sebuah kebudayaan adalah Agama Islam, Kebudayaan yang ditimbulkannya adalah Kebudayaan atau Peradaban Islam. Setelah mengamati lontaran pendapat tersebut kita kaitkan pada Sejarah Peradaban Islam sebagai Ilmu Pengetahuan, Agama Islam adalah pokok kekuatan timbulnya kebudayaan dan kebudayaan yang di maksud tersebut adalah Peradaban Islam dan Kebudayaan Islam, dan yang terdapat dalam keduanya diantaranya sastra, seni, moral, ekonomi, politik, dan teknologi, namun masih banyak lagi. Semua hal yan terdapat pada keduanya adalah ilmu Pengetahuan yang banyak di pelajari oleh umat manusia sekarang ini, dari situlah kenapa Sejarah Peradaban Islam Sebagai Ilmu Pengatahuan. Semua ilmu itu baik Sejarah Peradaban Islam maupun Sejarah Kebudayaan Islam dapat di pelajari dalam Al-Qur’an karena semua Ilmu terdapat di dalamnya, sudah banyak terbukti di kalangan akademisi, baik itu terkait dengan penemuan di masa lalu maupun yang berhubungan dengan konsep pengetahuan modern. Hal tersebut menjadi sebuah bukti tentang konsep Islam sebagai ajaran yang bersumber dari Tuhan secara langsung dan bukan melalui proses rekayasa.

Catatan Sejarah - Kemajuan Ilmu Dalam Islam Catatan Sejarah - Kemajuan Ilmu Dalam Islam
Pakarsejarah.com – Pada abad pertengahan (500-1500) Negara Barat atau Eropa mengalami kemunduran, karena serangan bangsa-bangsa Barbar ke wilayah kekaisaran Romawi Barat.Baru bangkit kembali setelah agam kristen katholik membangun kekuasaan kepausan di Roma, Italia. Hal ini yang mengakibatkan ilmu pengetahuan bergerak stagnan di bawah ke pemimpinan paus di Roma, karena harus mendapat izin dari Paus. Sementara itu terjadi perkembangan di wilayah Timur Tengah setelah masa Umar Ibnu Khattab menjadi khalifah. Wilayah yang di kuasainya mencakup Persia dan bekas daerah kekuasaan The Great Alexander di masa lampau. 1. Jabir Ibnu Hayyan, adalah orang yang pertama kali menggunakan metode ilmiah dalam kegiatan penelitiannya di bidang alchemie yang kemudian metode ini di kenal oleh bangsa barat menjadi bidang ilmu kimia. Dan nama Jabir pun diubah menjadi Geber. 2. Agama islam sendiri pun menganjurkan ummatnya untuk belajar ilmu pengetahuan. Sesuai dengan hadist Nabi yang di riwayatkan oleh Ibnu Uda : “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China sekali pun”.

“Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah”. Menurut Al-Ghazali menuntut ilmu agama hukumnya fardu a’in sedangkan menuntut ilmu duniawi hukumnya fardu kifayah. Albert Einsten sendiri pun pernah mengatakan “ilmu tanpa agama adalah sesat, sedangkan agama tanpa ilmu adalah lumpuh”. 4. Dalam hal berilmu tidak terlepas dari hal belajar dan membaca. Seperti yang tertulis dalam surah Al-Alaq ayat 1. Yang artinya “Bacalah ! Pengetahuan dalam islam mulai berkembang pada saat masa kekuasaan dinasti Abbasyiah. Seorang dokter yang bekerja di istana khalifah Al Mansur (754-809) menterjemahkan karya-karya Yunani seperti Hippokrates dalam bidang filsafat dan sejarah dan bidang kedokteran karya Glaenius dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Setelah itu, di bawah pemerintahan khalifah Ma’mun II (786-833) telah membuka zaman keemasan ilmu pengetahuan Islam, dengan mengumpulkan para penterjemah dan pakar Yahudi, Kristiani, Persia untuk menterjemahkan manuskrip-manuskrip berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab; mendirikan perpustkaan Bait Al Hikmah ( The House Of Wisdom) dan balai penelitian. Tradisi intelektual Islam dalam perspektif filsafatnya cenderung menampilkan hubungan erat antara intelek dengan spirit, seperti umunya pada pemahaman tradisional.

Baca Juga  : Sejarah Dunia – Lewat Aramco Arab Saudi Dikendalikan Barat

Dalam tradisi intelektual Islam, filsafat mempunyai kedudukan penting, dan para filsufnya sama-sama berada dalam dunia spiritual seperti para pengkaji ilmu yang cenderung berpandangan gnostik yang sejajar dengan para sufi. Filsafat Islam sendiri telah lama mendorong kemajuan ilmu kalam, atau ilmu-ilmu lainnya seperti astronomi, fisika, dan ilmu pengobatan. Para cendikiawan zaman khalifah Al Ma’mun (813-833)menunjukkan kecenderungannya dalam keahlian yang elektik, serba bidang,ya ahli filsafat,sosiologi, sejarah, fisika, astronomi, matematika dan kedokteran. Dikenal dengan nama Abu Zaid Abd Rahman Ibn Khaldun, ia dilahirkan di Tunisia pada tahun 1332, dan meninggal di tahun 1406 di Kairo Mesir. Semasa hidupnya, Ibnu Khaldun mengenal dengan akrab dinasti-dinasti Mariniyah di Maroko, Bani Al Walid, Dinasti Hafsiyah di Tunisia, Nasiriyah di Granada dan Mameluk di Mesir. Pendidikan intelektualnyadi dapatkan dari para cendikiawan yang datang ke tempatnya. Selama 8 tahun ia belajar dari para ulama juga yang berkunjung ke tempatnya. Kemudian Ibnu Khaldun masuk bekerja sebagai pengurus rumah tangga di Istana Al Jazair, dan disinilah ia bisa belajar dari para cendikiawan barat.

Ibnu Khaldun memang jenius, Dia telah memeperlihakan kejeniusannya dala berbagaibidang ilmu pengetahuan. Melihat betapa pentingnya pembahasan tentang pribadi Ibnu Khaldun di tinjau dari aspek sebagai pembina pertama dalam ilmu kajian sosiologi, maka kami akan membicarakannya. Dalam pembahasan sosiologi Ibnu Khaldun telah mengkaji gejala-gejala sosial dalam lingkup masyarakat, dan ia juga memberikannya istilah waqi’atul umran al basyari .

Dari contoh-contoh diatas secara singkat dapat kami tarik kesimpulan dari definisi gejala-gejala masyarakat, yaitu kaidah-kaidah dan kecenderungan umum yang di bentuk oleh masing-masing individu satu masyarakat sebagai dasar dalam mengatur masalah-masalah sosial yang terjadi diantara mereka, serta bisa juga hal ini mengakibatkan memperat hubungan yang mengikat mereka satu sama lain, seperti solidaritas sosial. 1. Lingkungan dalam rumah : mencakup hal-hal yang berhubungan dengan disiplin-disiplin yang berlaku di rumah. Seperti masalah keluarga, aturan perkawinan, talak, kekerabatan dan pewarisan. 2. Aturan politik : yang mencakup masalah kedaulatan pemerintahan, kesatuan negara, hak dan kewajiban warga negara, masalah diplomasi dengan negara lain. 3. Perekonomian : yang mencakup masalah kekayaan yang ada dalam masyarakat serta menentukan cara-cara memperolehnya, distribusi dan lainnya.

Perkembangan Study Islam Di Dunia Barat Perkembangan Study Islam Di Dunia Barat
Pakarsejarah.com – Studi Islam atau Dirosah Islamiyah (barat dikenal dengan istilah Islamic Studies), secara sederhana dapat dikatakan sebagai usaha untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. Dikalangan para ahli masih terdapat perdebatan tentang Studi Islam (agama). Jika dilihat dari sisi Normativitas, kurang pas rasanya untuk dikatakan sebagai disiplin ilmu, karena normativitas studi Islam agaknya terbebani oleh misi keagamaan yang bersifat subyektif, dan apologis, yang menyebabkan kadar muatan analisis, kritis, metodologis, histories, empiris, terutama dalam menelaah teks-teks atau naskah-naskah keagamaan produk sejarah terdahulu kurang begitu ditonjolkan. Sedangkan bila dilihat dari sisi Historisitas, tampaknya tidaklah salah . Inilah Islam kalau dilihat secara historisitas yakni Islam dalam arti yang dipraktikkan oleh manusia serta tumbuh dan berkembang dalam sejarah kehidupan manusia, maka Islam dapat dikatakan sebagai sebuah disiplin ilmu, yakni ilmu keislaman atau Islam Studies. Masa Renaisance (abad pertengahan : 1250-1800 M) adalah masa dimana peradaban Barat menuai kebangkitannya sementara peradaban Islam mengalami stagnasi. Renaisance membawa perubahan baru bagi dunia Barat dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Ekonomi.

Dan perkembangan tersebut banyak dipengaruhi oleh peradaban Islam. Sebagaimana kita ketahui di masa kejayaan Islam, Andalusia (Spanyol) pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah merupakan salah satu tempat yang mengalami kemajuan dalam bidang pendidikan, politik, sosial, dan ekonomi. Terbukti dengan adanya beberapa universitas Islam yang didirikan. Seperti universitas Cordova, Seville, Malaga, Granada, dan Salamanca. Pada waktu itu beberapa tokoh-tokoh Barat datang mengunjungi universitas-uninersitas tersebut untuk memperdalam ilmu mereka. Selama mereka belajar, mereka melakukan penerjemahan ilmu-ilmu karya tokoh-tokoh muslim kedalam bahasa Latin. Hal ini didukung oleh King Frederick H (mantan Kaisar Holy Roman Empire : 1215-1250) yang dipimpin oleh Petrus Venerabilis dengan cara membayar orang Spanyol sebagai penerjemah. Kegiatan ini berpusat di Toledo dan Palemo. Dan ketika mereka kembali ke negaranya masing-masing, mereka ditantang oleh Paus di Vatikan untuk mendirikan universitas-universitas serupa. Kemudian berdirilah perguruan tinggi-perguruan tinggi disemenanjung Italia, Padua, Florence, Milano, Venezia, disusul oleh Oxford dan Cambridge di Inggris, Sorbone di Francis, dan Tubingen Di Jerman.

Setelah berdirinya universitas-universitas diatas, membukakan jalan bagi Barat untuk mengembangkan dunia ilmu pengetahuannya. Jadi jelaslah, sejarah Berkembanganya Studi Islam di Dunia Barat adalah disebabkan para pelajar barat yang datang ke dunia timur untuk mengkaji ilmu. Disamping itu juga mereka telah berhasil menterjemahkan karya-karya ilmuan muslim kedalam bahasa latin. Gerakan ini pada akhirnya menimbulkan massa pencerahan dan revolusi industri, yang menyebabkan Eropa maju. Dengan demikian Andalusia merupakan sumber-sumber cahaya bagi Eropa, memberikan kepada benua itu manfaat dari ilmu dan budaya islam selama hampir tiga abad.

Usaha mempelajari agama Islam tidak hanya terbatas pada kalangan umat muslim semata, namun dilakukan pula oleh orang-orang diluar kalangan islam. Orang-orang inilah yang disebut dengan istilah kaum “Orientalist”. Namun orientasi pembelajaran Islam oleh kedua kalangan ini tentunya berbeda. Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan umat muslim bermaksud untuk memahami dan mendalami serta membahas ajaran-ajaran islam yang kemudian dijadikan sebagai pegangan dan pedoman hidup (way of live). Sementara Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan orientalist bermaksud untuk mempelajari seluk-beluk ajaran islam dan semata-mata menjadikannya sebagai Ilmu Pengetahuan (Muhaimin dkk : 1994). Hal ini yang membuat Islam lebih dikenal sebagai sains diduia barat (sains islam). Pada dasarnya Studi Islam dan Sains Islam ada perbedaan dan persamaan.

Baca Juga  : Contoh Sistem Pakar – Pengertian Dan Sejarah Sistem Pakar

Persamaan studi dan sains terletak pada objek kajiannya. Yakni ilmu pengetahuan. Sedangkan perbedaannya, Studi Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang dirumuskan dari ajaran islam yang dipraktekkan dalam sejarah dan kehidupan manusia. Sedangkan Sains Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang mencakup berbagai pengetahuan modern seperti kedokteran, astronomi, matematika, fisika, dan sebagainya yang dibangun atas arahan nilai-nilai islami. Sains Islam sebagaimana dikemukakan Hussein Nasr adalah sains yang dikembangkan oleh kaum muslimin sejak abad islam ke-2, yang keadaannya sudah tentu merupakan salah satu pencapaian besar dalam peradaban islam. Selama kurang lebih 700 tahun, sejak abad ke-2 hingga ke-9 Masehi, peradaban islam mungkin merupakan peradaban yang paling produktif dibandingkan peradaban manapun jua. Dari Sains Islam inilah membuat orang barat tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan islam yang sampai terkenal di Eropa.

Al hasil, menurut Harun Nasution; salah satu contoh kemajuan orang barat adalah ketika Napoleon melakukan Ekspedisi ke Mesir dengan memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan membawa 167 ahli dalam berbagai cabang ilmu. Diapun membawa dua set alat percetakan huruf Latin, Arab, dan Yunani. Ekspedisi itu datang bukan hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga untuk kepentingan ilmiah. Untuk kepentingan ilmiah, Napoleon membentuk lembaga ilmiah yang disebut dengan Institut d ‘Egypte yang mempunyai empat bidang ilmu kajian, yaitu ilmu pasti, ilmu kalam, ilmu ekonomi dan politik, serta ilmu sastra dan seni.Pada akhir tahun 1801 Masehi. Dalam perkembangan studi Islam di dunia Barat, obyek pengkajian dapat digolongkan menjadi dua. Pertama, pengkajian bahasa arab. Studi Islam mensyaratkan kajian intensif mengenai bahasa arab yang berkembang sejak permulaan abad 19, dan melahirkan pakar-pakar bahasa arab di barat seperti A.I. Sylvestre de Sacy (Prancis) dan Johan Jakob Reiske (Jerman). Kedua, pengkajian teks. Kajian teks hanya dapat dilakukan oleh kalangan-kalangan yang memiliki pengetahuan solid mengenai bahasa arab. Muhaimin, Tadjab dan Abd. Mujib. 1994. Dimensi-dimensi Studi Islam.

Pada abad ke-12, geografer Muslim, Al-Idrisi berhasil membuat peta dunia. Al-Idrisi yang lahir pada tahun 1100 di Ceuta Spanyol itu juga menulis kitab geografi berjudul Kitab Nazhah Al- Muslak fi Ikhtira Al-Falak (Tempat Orang yang Rindu MenembusCakrawala). Kitab ini begitu berpengaruh sehingga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Geographia Nubiensis. Seabad kemudian, dua geografer Muslim yakni, Qutubuddin Asy-Syirazi (1236 M -1311 M) dan Yaqut Ar-Rumi (1179 M -1229 M) berhasil melakukan terobosan baru. Qutubuddin mampu membuat peta Laut Putih/Laut Tengah yang dihadiahkan kepada Raja Persia. Sedangkan, Yaqut berhasil menulis enam jilid ensiklopedi bertajuk Mu’jam Al-Buldan (Ensiklopedi Negeri-negeri). Penjelajah Muslim asal Maroko, Ibnu Battuta di abad ke-14 M memberi sumbangan dalam menemukan rute perjalanan baru.

Hampir selama 30 tahun, Ibnu Battuta menjelajahi daratan dan mengarungi lautan untuk berkeliling dunia. Penjelajah Muslim lainnya yang mampu mengubah rute perjalanan laut adalah Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok. Dia melakukan ekspedisi sebanyak tujuh kali mulai daritahun 1405 hingga 1433 M.Dengan menguasai geografi, di era keemasan umat Islam mampu menggenggam dunia. Tak pelak, Islam banyak memberi kontribusi bagi pengembangan geografi. Sumbangan dunia Islam meliputi pengetahuan klimatologi (termasuk angin munson), morfologi, proses geologi, sistem mata pencaharian, organisasi kemasyarakatann, mobilitas penduduk, serta koreksi akan kesalahan yang tertulis pada buku yang ditulis ptolomeus. Karya-karya sarjana Muslim seperti Al-Biruni, Ibnu Sina, Ai Istakhiri, Al Idrisi, Ibn Khaldun dan Ibn Batuta telah menjadi dasar pemicu kembalinya perkembangan ilmu pengetahuan. Bukan hanya geografi namun juga dalam berbagai ilmu lain.

Contoh Sistem Pakar - Pengertian Dan Sejarah Sistem Pakar Contoh Sistem Pakar - Pengertian Dan Sejarah Sistem Pakar
Pakarsejarah.com – Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem pakar adalah sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran menyerupai seorang pakar dalam memecahkan masalah. Sistem pakar adalah salah satu jalan untuk mendapatkan pemecahan masalah secara lebih cepat dan mudah. Dengan sistem pakar, seseorang yang awam pun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit atau bisa juga hanya sekedar mencari informasi berkualitas yang sebenarnya hanya bisa diperoleh dengan bantuan para ahli. Sistem pakar juga dapat membantu aktifitas pakar, yang difungsikan sebagai assisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Sistem pakar merupakan sebuah terobosan dalam mengambil dan memadukan pengetahuan dengan teknologi. Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan aturan-aturan penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang berasal dari pengalaman maupun penelitian satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut kemudian diolah dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah tertentu. 1943 Post E.L.
membuktikan bahwa permasalahan-permasalahan komputasi dapat diselesaikan dengan aturan IF-THEN. 1961 General Problem Solver (GPS) oleh A. Newell and H. Simon. Adalah sebuah program yang dibangun untuk menyelesaikan permasalahan mulai dari games sampai matematika integral. 1969 DENDRAL. Dibangun di Stamford University atas permintaan NASA (Buchanan and Feigenbaum) untuk melakukan analisis kimiawi terhadap kondisi tanah di planet Mars. 1970s MCYN. Dibuat untuk diagnosa medis oleh Buchanan dan Shortliffe.

Terlepas dari kekompleksitasnya, studi Islam di Barat turut membentuk cara pandang para sarjana Muslim tamatan Universitas-universitas Barat terhadap Islam. Setelah Studi Islam Berkembangan begitu pesatnya di dunia barat, maka mulai tampaklah kelihatan dampak-dampak yang ditimbulkannya mulai dari hal yang positif maupun negatif. Kehadiran Islam di Eropa Spanyol membawa perubahan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat, terutama dalam aspek peradaban dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari hal ini telah menimbulkan semangat orang barat dalam mempelajari ilmu pengetahuan yang dibawah oleh islam.

Al hasil, maka banyaklah orang barat yang menguasai ilmu pengetahuan dari islam, seperti ilmu kimia, ilmu hitung, ilmu tambang (minerologi), meteorology (karya Al Khazini), dan sebagainya. Sedangkan dibidang teknologi adalah orang barat bisa membuat berbagai macam alat industri yang dihasilkan dari observasi atau penelitian. Sekitar abad ke-16 M telah ditemukan sebuah alat perajut kaos kaki. Kemudian tahun 1733 M John Kay telah berhasil membuat alat tenun baru yang dapat bekerja lebih cepat dan menghasilkan tenunan yang baik.

Pada tahun 1765 M Hargreaves berhasil membuat alat pintal yang dapat memintal berpuluh-puluh gulung benang sekaligus. Kemudian sekitar tahun 1780 M terjadi revolusi industri di Inggris, seperti ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 M dan alat tenun oleh Cartwright tahun 1785 M yang menyebabkan Inggris menjadi negara industri maju. 1. Setelah bangsa barat menjadi bangsa yang maju dan telah mengalami revolusi dibidang industri. Maka mereka mendapati masalah kekurangan bahan baku dalam kegiatan industrinya. Kemudian untuk mencari jalan keluarnya mereka berlomba-lomba mencari di dunia Timur, yang kebanyakan dikuasai oleh pemerintahan muslim.

Baca Juga  : Nama Ilmuwan Muslim Mendunia Untuk Inspirasi Nama Jagoan Kecil Anda

Di samping itu, mereka juga memerlukan tempat pemasaran baru bagi hasil industrinya ke negara-negara Timur. Sebagai akibatnya, banyak negara-negara Barat datang kedunia Timur dan terjadilah Ekspansi besar-besaran dalam bidang social, politik, ekonomi dan sebagainya. Di waktu itulah terjadi suatu massa kolonial dan imperial, yaitu massa dimana bangsa-bangsa Barat melakukan penjajahan terhadap dunia Timur, khususnya dunia muslim. Suasana seperti itu menyebabkan dunia Timur mengalami kemunduran dan Barat mencapai kemajuan pesat dari hasil kolonialisme dan imperialisme atas dunia Timur. 2. Rupanya dampak negatif yang kedua ini adalah bagaikan kacang lupa kulitnya.

Istilah ini memang pantas ditunjukkan pada orang barat, karena kenapa ? Ilmu yang berkembang di Dunia Barat itu adalah dari islam, akan tetapi mereka mengingkarinya, mereka tidak mengakui. Malahan mereka mengaku ilmu tersebut berasal dari peradaban lain, bukan dari peradaban islam. Ada seorang sarjana bernama Max Dimont mengatakan bahwa orang Barat itu menderita Narcisisme, yaitu mereka mengagumi diri mereka sendiri, dan kurang memiliki kesediaan untuk mengakui utang budinya kepada bangsa-bangsa lain. Mereka hanya mengatakan, bahwa yang mereka dapatkan itu adalah warisan dari Yunani dan Romawi. Di antara berita gembira ini, yaitu apa yang diriwayatkan oleh Tamim ad-Dari. Ia berkata : Aku mendengar Rosulullah S.A.W. ” Islam akan mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam. Allah tidak akan membiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini kedalamnya. Dengan memuliakan orang yang mulia atau dengan menghinakan orang yang hina. Mulia karena dimuliakan Allah disebabkan keislamannya dan hina karena dihinakan Allah disebabkan kekafirannya “. Makna sampainya islam ke daerah yang disentuh siang dan malam, yaitu tersebarnya islam keseluruh permukaan bumi, sebagaimana siang dan malam menutupinya, dan masuknya agama ini ke daerah perkotaan maupun pedesaan. 1) Studi Islam mensyaratkan kajian intensif tentang bahasa Arab sebagai bahasa.