stadion terbesar di asia tenggara

Fakta Sejarah Stadion Bung Karno – Seperti yang kita semua ketahui bahwa GBK atau Stadion Gelora Bung Karno biasanya di gunakan untuk acara olahraga antara negara seperti SEA Games. Namun apa kamu tahu ada beberapa fakta tentangnya? Sejak awal berdiri, Stadion Utama Gelora Bunga Karno (SUGBK) menjadi kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia. ‘Gelora’ dari stadion ini bisa dikatakan sudah memancar dari awal pembangunannya. Nah, pembangunan GBK pun juga memiliki fakta sejarahnya tersendiri yang menarik untuk kita bahas.

Berikut ini fakta-fakta yang ada dibalik pembangunan GBK, diantaranya adalah.

Fakta Sejarah Stadion Bung Karno

1. Dibangun untuk menyelenggarakan Asian Games ke-IV

Dalam suatu inspeksi ke mega proyek Asian Games IV pada 18 Juli 1961, Bung Karno menekankan kepada seluruh yang terlibat dalam pembangunan mega proyek Asian Games untuk bekerja keras demi mewujudkan keinginan menjadi negara yang besar.

Stadion Gelora Bung Karno mulai dibangun pada 8 Februari 1960 dan mulai dibuka untuk umum pada tanggal 21 Juli 1962. Penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ke-IV pada tahun 1958 di Tokyo pun menjadi latar belakang dibangunnya stadion yang satu ini.

2. Pembangunannya dibantu Uni Soviet

Pembangunan stadion GBK oleh Indonesia tentunya bukan tanpa bantuan negara asing. Uni Soviet (Rusia) yang pada saat itu memiliki hubungan baik dengan Indonesia ternyata turut membantu pelaksanaan proyek pembangunan stadion GBK.

Sampai-sampai negara tersebut pun meminjamkan dana untuk pembangunan sebesar 12,5 juta dolar Amerika kepada Indonesia pada tahun 1958. Ditambah Uni Soviet juga mengirimkan beberapa arsitek terkemukanya dan alat berat untuk membantu terlaksananya proyek tersebut hingga selesai.

3. Sempat menggusur kampung Betawi dalam pembangunannya

Ternyata, penggusuran rumah ribuan warga Jakarta pun harus dilakukan demi terciptanya kompleks olahraga megah tersebut. Warga pun merelakan tanah dan rumahnya kepada pemerintah masa itu, mereka ikhlas direlokasi ke kawasan lain saat Bung Karno bersikukuh menjadikan Senayan sebagai venue olahraga terbesar milik Indonesia.

Kampung-kampung yang digusur untuk membangun kompleks Gelora Bung Karno antara lain adalah Senayan, Petunduan, Kebon Kelapa, dan Bendungan Hilir. Jika ditotal, luasnya pun dapat mencapai 279,1 hektare.

Baca Juga : Fakta Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

4. Memiliki kapasitas 110.000 penonton saat awal pembangunannya

Pada saat awal pembangunannya, stadion ini memiliki kapasitas yang sangat besar yakni 110.000 penonton. Pada zamannya, stadion ini bisa dikatakan sebagai stadion terbesar di dunia.

Namun, karena mengalami beberapa kali renovasi dan pembaruan, kapasitas penonton stadion GBK pun banyak yang berkurang. Sehingga kini, stadion GBK hanya dapat menampung 77.193 penonton saja.

5. Memiliki desain atap temu gelang

Pada saat pembangunannya, presiden Soekarno memerintahkan kepada arsitek Soviet untuk membuat atap temu gelang agar dapat melindungi seluruh penonton dari hujan dan terik matahari. Namun, ide bung Karno pada masa itu dianggap tidak lazim. Karena, saat itu stadion umumnya hanya diberi atap pada satu bagian saja.

Kala itu, presiden Soekarno tetap pada pendirian awalnya. Stadion utama harus memiliki atap temugelang. Ia menginginkan hal yang luar biasa dan tidak bisa biasa-biasa saja. Menurut Soekarno dengan adanya atap temu gelang ini dapat memukau siapa saja yang melihatnya.