jenis jenis teknik sampling

Perancangan Ini Menggunakan Teknik Sampling Perancangan Ini Menggunakan Teknik Sampling

Pakarsejarah.com – Kerajaan Majapahit adalah kerajaan terbesar yang pernah menguasai hampir seluruh Asia Tenggara. Oleh karena itu pada tanggal 20 – 22 November 2014, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, dalam Rakor Pelestarian Seni Budaya Jawa Timur, menyusun sebuah strategi untuk mengangkat kekayaan budaya lokal tersebut melalui film animasi. Perancangan ini menggunakan teknik sampling: secara geografis, bertempat tinggal di Indonesia yang terjangkau sinyal televisi analog; secara demogrfis, berusia antara 13-17 tahun, pendidikan SMP – SMA; secara psikografis, suka petualangan, suka nonton TV, tidak memiliki ketertarikan pada sejarah. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan pengumpulan data secara kualitatif dengan data primer berupa literatur- literatur ilmiah dan pakar animasi serta pakar sejarah. Dan data sekunder berupa studi eksisting berdasarkan film-film lokal Indonesia, literatur dan teori-teori terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk membuat karakter animasi yang unik berlatarbelakang sejarah, tidak cukup dengan mencontoh data sejarah yang ada namun perlu dimodifikasi sesuai dengan tren yang ada saat ini baik dari bentuk tubuh, pakaian dan warna secara keseluruhan tanpa menghilangkan ciri khas berdasarkan data sejarah yang ada. Adapun hasil akhir dari perancangan ini adalah video turntable masing-masing karakter dan trailer film animasi 3D berjudul “Sanggramawijaya”.

Komponen sistem pakar ini disusun atas dua elemen dasar, yaitu fakta dan aturan. Fakta merupakan informasi tentang objek dalam area permasalahan tertentu, sedangkan aturan merupakan informasi tentang cara bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui. Dalam studi kasus pada sistem yang berbasis pengetahuan terdapat beberapa karekteristik yang dibangun untuk membantu kita dalam membentuk serangkaian prinsip – prinsip arsitekturnya. Pengetahuan merupakan kunci kekuatan sistem pakar. Pengetahuan sering tidak pasti dan tidak lengkap. Pengetahuan sering miskin spesifikasi. Amatir menjadi ahli secara bertahap. Sistem pakar harus fleksibel. Sistem pakar harus transparan. Sejarah penelitian di bidang kecerdasan buatan telah menunjukan berulang kali bahwa pengetahuan adalah kunci setiap sistem cerdas (intelligence system). Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer dan informasi keahlian dalam menyelesaikan masalh dari sumber pengetahuan ke dalam program komputer. Dalam tahap ini knowledge engineer berusaha menyerap pengetahuan untuk selanjutnya ditransfer ke dalam basis pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dari pakar, dilengkapi dengan buku, basis data, laporan penelitian dan pengalaman pemakai. Komponen ini mengandung mekanisme pola pikir dan penalaran yang digunakan oleh pakar dalam menyelesaikan suatu masalah.

Mesin inferensi adalah program komputer yang memberikan metodologi untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam basis pengetahuan dan dalam workplace untuk memformulasikan kesimpulan. Workplace merupakan area dari sekumpulan memori kerja (working memory). Rencana : Bagaimana Menghadapi masalah? Agenda : Aksi – aksi yang potensial. Solusi : Calon aksi yang akan dibangkitkan. Fasilitas penjelasan adalah komponen tambahan yang akan meningkatkan kemampuan sistem pakar, Komponen ini menggambarkan penalaran sistem kepada pemakai. Fungsi ini memungkinkan bahwa perusahaan akan dapat memenuhi kebutuhannya atas permintaan konsumen tanpa tergantung pada suplier barang. Mengapa pertanyaan tertentu ditanyakan oleh sistem pakar. Bagaimana kesimpulan tertentu diperoleh. Mengapa alternatif tertentu ditolak. Apa rencana untuk memperoleh penyelesaian. Ada beberapa metode untuk merepresentasikan pengetahuan. Biasanya yang digunakan adalah metode kalkulus prediksi, bingkai (frame), jaringan sematik (sematic network), kaidah produksi dan representasi logika (logic). Kalkulus predikat merupakan cara sederhana untuk merepresentasikan pengetahuan secara deklaratif. Dalam kalkulus predikat, pernyataan deklaratif dibagi atas dua bagian yaitu bagian predikat dan argumen.

Baca Juga  : Sejarah Perkembangan Ekonomi Islam Dunia

Bingkai adalah blok – blok atau potongan – potongan yang berisi pengetahuan mengenai obyek – obyek khusus, kejadian, lokasi, situasi ataupun elemen – elemen lainnya dengan ukuran yang relatif besar. Blok – blok ini menggunakan obyek – obyek tersebut secara lebih terperinci. Detail diberikan dalam bentuk rak (slot) yang menggambarkan berbagai atribut dan karakteristik daripada obyek tersebut. Berikut adalah contoh tabel model representasi pengetahuan bingkai (frame).

Gejala a. Bersin b. Obat a. Ultra Flu b. Jaringan sematik merupakan cara merepresentasikan pengetahuan yang paling tua dan paling mudah. Cara ini merupakan penggambaran grafis dari pengetahuan yang memperlihatkan hubungan hirarkis dari obyek – obyek. Obyek direpresentasikan sebagai simpul pada suatu grafis dan hubungan antara obyek – obyek dinyatakan oleh garis penghubung berlabel. Contoh jaringan sematik yang mudah ditemui adalah garis keturunan dari suatu keluarga. Metode kaidah produksi biasanya dituliskan dalam bentuk jika maka (if-then). Kaidah ini dapat dikatakan sebagai hubungan implikasi dua bagian, yaitu bagian premise (jika) dan bagian konklusi (maka). Apabila bagian promise dipenuhi maka bagian konkusi juga akan bernilai benar.

Sebuah kaidah terdiri dari klausa – klausa. Sebuah kalusa mirip sebuah kalimat dengan subyek. Kata kerja dan obyek yang menyatakan suatu fakta. Ada sebuah klausa premise dari sebuah klausa konklusi pada setiap kaidah. Suatu kaidah juga dapat terdiri atas beberapa premise dan lebih dari satu konklusi. Antara premise dan konklusi dapat dihubungkan dengan “atau” dan “dan”. Tahapan identifikasi merupakan tahapan untuk menganalisa permasalahan yang ada dengan menentukan batasan masalah yang akan dianalisa, sistem pakar yang terlihat, sumber daya yang diperlukan dan tujuan yang akan dicapai.

Tahapan Konseptualisasi merupakan tahapan dimana pengetahuan dan pakar menentukan konsep yang kemudian dikembangkan menjadi suatu sistem pakar. Dari konsep tersebut unsur yang terlibat akan dirinci dan dikaji hubungan antara unsur serta mekanisme yang pengendalian yang diperlukan untuk mencapai sebuah solusi yang terbaik. Tahapan formalisasi merupakan tahapan dimana hubungan antara unsur digambarkan dalam bentuk format yang biasa digunakan dalam sistem pakar. Tahap ini juga menentukan alat pembangunan sistem, teknik inferensi dan struktur data yang digunakan pada sistem pakar. Tahapan implementasi merupakan tahap yang sangant penting karena disinilah sistem pakar yang dibuat akan diterapkan dalam bentuk program komputer.