Jejak Kejayaan Ilmu Pengetahuan Dan Ilmuwan Muslim Andalusia Jejak Kejayaan Ilmu Pengetahuan Dan Ilmuwan Muslim Andalusia
Pakarsejarah.com – Dear sobat pecinta perjalanan, kali ini mari menapaki sisi lain yang tak kalah penting peranannya terhadap peradaban Islam di sana khususnya dan pada dunia Islam umumnya. Jika kelak sobat bisa jalan-jalan ke sana, sempatkan untuk singgah ke Istana El Escorial (45 km sebelah barat laut Madrid, Spanyol). Ada apa dengan istana ini? Di sana sobat akan melihat koleksi berbagai perpustakan ilmuwan Muslim Andalusia yang masih terselamatkan.
Saat pemerintahan Islam di Andalusia jatuh, sebagian besar koleksi berbagai perpustakaan yang ada ikut musnah. Namun sisa-sisa koleksi tersebut dapat diselamatkan dan disimpan dengan baik di perpustakaan El Escorial oleh Raja Philip II (1556-1598) dan penerusnya. Dalam Ensiklopedia Peradaban Islam Andalusia karya Dr. Muhammad Syafii Antonio, disebutkan bahwa kontribusi peradaban Islam di Andalusia terhadap kemajuan peradaban Eropa dimulai ketika bangsa Eropa mulai giat menimba ilmu di pusat-pusat pendidikan Andalusia. Selain belajar langsung di sana, mereka juga berusaha menerjemahkan karya-karya ilmuwan muslim dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan lalu membawa pulang ilmu yang mereka dapat dan karya yang mereka terjemahkan tersebut. Di negeri mereka masing-masing, mereka menjadi ilmuwan terkemuka dan perlahan-lahan mengembangkan ilmu yang mereka miliki.

Sayangnya, tidak semua ilmuwan Barat mengakui sumbangan sarjana Muslim dan mengatakan bahwa para sarjana Muslim tersebut hanyalah perantara ilmu pengetahuan yang diwariskan oleh peradaban sebelumnya, seperti Yunani. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi ke seluruh Eropa merupakan kontribusi para ilmuwan Muslim di Andalusia. Berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama sains murni, filsafat, dan teknologi yang ditemukan dan dikembangkan oleh para sarjana Muslim mengalir ke seluruh Eropa melalui perantaraan sarjana Barat. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan teks-teks yang ditulis oleh para sarjana Muslim sebagai rujukan utama di lembaga-lembaga pendidikan Eropa. Di bidang filsafat, tidak ada ahli filsafat baru setelah kematian Aristoteles (384-322) SM hingga kemudian lahir ahli filsafat Muslim pertama yaitu Abu Yusuf bin Ishaq atau yang lebih kita kenal dengan al-Kindi (806-873 M). Al Kindi belajar filsafat dengan mempelajari buku-buku Aristoteles dan Plato yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab (atas perintah Khalifah al-Ma’mun dan Harus al-Rasyid). Al-Kindi lah yang kemudian dikenal sebagai orang pertama yang membuka pintu filsafat bagi dunia Islam dan Barat.

Tokoh lainnya yakni Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkan atau al-Farabi (870-950 M) atau yang dikenal Barat dengan Alpharabius dan Ibnu Rusyd atau Averroes. Awalnya karya filsafat Islam diterjemahkan dalam bahasa Latin karena saat itu bahasa Latin merupakan bahasa peradaban bagi seluruh Eropa (meski tidak semua adalah bangsa Latin). Selain bahasa resmi, bahasa Latin juga merupakan bahasa yang lazim digunakan di sekolah-sekolah dan bahasa pengantar bagi kalangan terpelajar Eropa. Di bidang sains murni, bidang ilmu pengetahuan yang pertama kali menarik minta kalangan sarjana Muslim adalah astronomi dan matematika. Mereka melakukan pengkajian terhadap al-Qur’an dan literatur-literatur Yunani Kuno. Selain ilmu astronomi dan matematika, mereka juga mempelopori pengembangan ilmu-ilmu lain seperti kedokteran, kimia, fisika, botani dan zoologi. Ilmu-ilmu ini berkembang pertama kali di pusat-pusat peradaban Islam di belahan timur sebelum kemudian ikut berkembang di belahan barat (Andalusia). Dai Andalusia inilah ilmu pengetahuan tersebut kemudian tersebar ke Eropa Barat pada abad ke-10 hingga ke-13.

Baca Juga  : Peta Dalam Sejarah Islam Dan Dunia

Ilmu astronomi juga termasuk cabang sains yang dipelajari oleh para sarjana muslim. Ilmu astronomi merupakan ilmu yang paling berkembang dalan sejarah sains muslim. Ilmu ini penting untuk kaum muslim karena erat kaitannya dengan penentuan arah kiblat, waktu-waktu shalat, awal bulan Ramadhan, awal pelayaran dan pertanian. Salah seorang pakar astronomi muslim adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Ia adalah sarjana muslim pertama yang berhasil membuat suatu model (taqwim) yang digunakan untuk meramalkan kedudukan planet dan bintang.

Taqwin yang berjudul Zij as-Sind Hind ini berdasarkan pada Siddhanta Hindu. Al-Khawarizmi juga menulis tentang astrolab Yunani. Meskipun Astrolab pertama kali diciptakan oleh orang Yunani, ilmuwan-ilmuwan Islam berhasil mengembangkannya sehingga alat tersebut kini dikenali sebagai ciptaan asli orang Islam. Jadwal astronomi yang dibuat oleh Al-Khawarizmi dan dibuat ulang oleh Maslamah bin Ahmad di Madrid pada abad ke-10 telah diterjemahkan ke dalam bahasa lain pertama kali oleh Adelard of Bath, diikuti oleh Herman dan Robert of Chester.

Kajian-kajian astronomi di Spanyol mencapai puncaknya setelah pertengahan abad ke 10 dan berkembang pesat melalui kontribusi dari penguasa Cordoba, Seville dan Toledo. Para pakar astronomi Spanyol pada umumnya mempercayai pengaruh bintang terhadap berbagai peristiwa penting antara kelahiran dan kematian manusia. Dalam mengembangkan pemikiran astronominya,mereka memakai kerangka karya-karya astronomi dan astrologi yang ditulis oleh ahli astronomi muslim Timur. Pakar astronomi muslim paling awal dari Spanyol adalah al-Majriti (w. 1007) dari Cordoba, az-Zarqali (1029-1087) dari Toledo, dan Ibnu Aflah (w. Adapun ilmu matematika yang diperkenalkan oleh kaum muslim terdiri dari sistem angka, aljabar (algebra), dan trigonometri. Sistem angka 1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9 yang digunakan pada hari ini dikenal sebagai angka muslim atau arabic numercial oleh orang Eropa pada Abad Pertengahan. Sistem angka muslim ini adalah sistem angka yang bersandarkan kepada kedudukan dan bersimbol sifar (nol).

Pada dasarnya, sistem angka muslim ini berasal dari sistem angka Hindu. Bidang ilmu pengetahuan lainnya juga tak kalah penting perkembangannya oleh ilmuwan Muslim seperti kedokteran, kimia, fisika, botani dan zoologi, ilmu sejarah, geografi, seni, bahkan bahasa dan sastra. Ilmuwan Muslim saat itu bersinar di bidang pengetahuan masing-masing dan menyebar seantero jagat Eropa bahkan benua lainnya. Nah, mungkin cukup demikian sobat, sedikit gambaran perkembangan ilmu pengetahuan dan ilmuwan Muslim di Andalusia di masa keemasannya. Betapa Islam pernah berjaya, menghiasi segala bidang kehidupan dengan cahaya peradaban yang majunya. Semoga kelak kembali nilai-nilai Islam meliputi setiap sendi kehidupan. Sebenarnya masih banyak pembahasan di bidang pengetahuan lainnya, insyaa Allah kita bahas di lain kesempatan. Semoga bermanfaat… wallahu’alam bishowab. Sumber: Ensiklopedia Peradaban Islam Andalusia karya Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Tim Tazkia.

Peta Dalam Sejarah Islam Dan Dunia Peta Dalam Sejarah Islam Dan Dunia
Pakarsejarah.com – Didasari keinginan berekspansi dan tujuan perdagangan, eksplorasi Eropa melengkapi misi mereka dengan pembuatan kapal dan teknik komersial. Mereka memburu pasar baru dan wilayah-wilayah legendaris penghasil logam berharga serta komoditas lainnya. Penjelajah asal Italia, Christoper Columbus, menandai awal periode eksplorasi Eropa itu. Ia dipandu alat navigasi yang telah muncul dan berkembang jauh sebelum ia memulai perjalanan lautnya pada 1492. Alat itu banyak berupa buku-buku panduan dan grafik, bentuk empirisasi keahlian intuitif para penjelajah lautan. Selanjutnya, ilmu navigasi semakin berkembang dengan penemuan alat-alat perkapalan yang canggih.
Kontribusi orang-orang Muslim dan Yahudi dalam pembuatan peta peralatan navigasi adalah hal krusial dalam inovasi-inovasi itu. Dan, di antara tahap penting perkembangan dunia navigasi tersebut adalah pembuatan peta, yang juga dikenal dengan kartografi. Peta tertua adalah peta yang dibuat di atas papan dari tanah liat di Babilonia, diperkirakan berasal dari masa 3000 tahun SM. Kemudian, perkembangan keterampilan melukis peta terus berlanjut hingga era Yunani dan Romawi. JS Aber (2004) dalam Brief History of Maps and Cartographymenuliskan, kartografi atau pembuatan peta merupakan ilmu yang cukup maju di Yunani kuno pada masa itu.

Pada masa Aristoteles (350 SM), konsep bahwa bumi berbentuk bulat telah dikenal luas di kalangan filsuf Yunani dan para ahli geografi menerimanya sebagai kebenaran sejak itu. Lantas, bagaimana kontribusi umat Islam di bidang ini? Menurut pakar geografi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Dr Suratman MSc, kontribusi itu tentu sangat besar. Sejarah mencatat bagaimana para saudagar Muslim menyebar ke berbagai belahan dunia untuk berdagang dan berdakwah. Perjalanan mereka membawa aspek kartografis, di mana mereka mencatat dan menggambarkan perjalanan mereka itu. Selain itu, catatan yang mereka buat juga mengandung ilmu tentang bagaimana mereka hidup dengan alam mereka, dengan syiar mereka. Mereka memberi kita peninggalan-peninggalan yang berperan penting dalam perkembangan kartografi dunia. Ke depan, ia berharap, kartografi dapat terus dikembangkan, baik secara akademis maupun praktis. Jika dulu, peta berguna untuk mempermudah penaklukan atau pendudukan terhadap wilayah tertentu, kini ia harus bisa digunakan untuk mempertahankan setiap jengkal wilayah yang kita miliki dan membangunnya.

Baca Juga  : Sejarah Ekonomi Islam Di Dunia Dan Indonesia

Jadi jika tanpa Islam anti akan menjadi Indonesia yang atheis Indonesia tanpa Tuhan. Seperti diketahui, hubungan dalam Islam menyeberangi sekat-sekat kewilayahan. Bagaimana hubungannya dengan sekat nasionalisme itu? Islam itu kan sifatnya universal dan akan memberi ciri universal yang bisa menyambungkan satu umat Islam satu dengan umat Islam yang lain. Nah, makna nasionalisme di dalam Islam, Islam bisa mewarnai keindonesiaan. Maksudnya adalah Islam ini bisa memberikan identitas kepada Indonesia. Identitas yang di situ akan kelihatan Indonesianya, karena Indonesia punya ciri khas tentu saja. Kalaupun pada saat yang sama ketika dia punya ciri khas Indonesia, tetapi tetap punya nilai universal Islam. Nilai universal Islam itu adalah suatu konsekuensi yang tidak bisa dihindarkan dari Alquran dan Sunnah, sebagai dasar dari ajaran Islam. Dan juga ijtihad para ulama yang lintas batas, lintas negara. Ini yang nanti akan mengikat universalitas masyarakt islam di seluruh negara. Jadi tidak usah khawatir kalau misalnya Indonesia punya ciri khas keindonesiaan, tetapi dia ada Islam di dasarnya.

Maka secara otomatis akan bisa menyambung dengan umat Islam di mana saja. Sekarang juga sudah kelihatan, misalnya orang Islam Indonesia yang punya ciri khas keindonesiaa tapi bisa nyambung dengan orang Afganistan, orang Pakistan, orang Arab, dengan di mana saja. Tidak ada sekat-sekat tidak ada barrier nasionalisme. Apalagi sekarang jaman kosmopolitan orang-orang sudah biasa berpindah-pindah tempat atau mungkin berganti-ganti kenegaraan, sudah tidak ada halangan lagi. Sehingga nasionalisme yang diasaskan kepada keislaman itu tidak akan menjadi nasionalisme yang eksklusif. Justeru akan menjadi nasionalisme yang punya basic, untuk bergabung dengan yang lain. Dan inilah nanti yang akan menjadi kekuatan berdirinya satu kekuasaan Islam yang sifatnya mendunia. Nah itulah yang nanti menjadi suatu kekuatan dunia baru yang akan menyaingi kekuatan kekuatan-kekuatan lain. Dulu juga sama sebenarnya di zaman kekhalifahan Islam, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah itu kan setiap wilayah itu meskipun Islam tetapi ada khasnya. Misalnya orang Islamnya orang India punya ciri khas, Islamnya orang Indonesia itu khas, Islamnya orang Turki juga khas.

Sejarah Ekonomi Islam Di Dunia Dan Indonesia Sejarah Ekonomi Islam Di Dunia Dan Indonesia
Pakarsejarah.com – Sejarah Ekonomi Islam di Dunia dan Indonesia – Ilmu ekonomi Islam merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri lagi, karena ini merupakan ilmu yang tumbuh dan menjadi gerakan perekonomian Islam sejak seperempat abad yang lalu. 3. memberikan jasa pengiriman atau transfer uang. Istilah-istilah fiqh pada bidang perbankan sendiri mulai muncul dan diduga memberi pengaruh pada istilah teknis perbankan modern, seperti kata qard yang memiliki arti pinjaman atau kredit yang dalam bahasa Inggris yakni credit dan kata suq, bentuk jamaknya suquq yang dalam bahasa Arab harfiah memiliki arti pasar, bergeser menjadi alat tukar dan ditransfer yang ke dalam bahasa Inggris dengan sedikit perubahan menjadi kata check atau cheque dalam bahasa Prancis.
Adapun fungsi-fungsi yang lazimnya saat ini dilaksanakan oleh perbankan yang mana telah dilaksanakan sejak zaman Rasulullah hingga Abbasiyah. Istilah dari bank tidak dikenal pada zaman itu, akan tetapi pelaksanaan fungsinya telah terlaksana dengan akad yang sesuai syariah. Fungsi-fungsi itu sendiri di zaman Rsulullah dilaksanakan oleh satu orang yang melaksanakan satu fungsi saja.

Dan sedangkan pada zaman Abbasiyah, ketiga fungsi tersebut sudah dilaksanakan oleh satu individu saja. Perbankan semakin berkembang setelah munculnya beragam jenis mata uang dengan kandungan logam mulia yang juga beragam. Dengan demikian, diperluan suatu keahlian khusus bagi mereka yang bergelut di bidang pertukaran uang. Maka mereka yang memiliki keahlian khusus itu disebut juga dengan naqid, sarraf, dan jihbiz yang kemudian menjadi cikal bakal dari praktek pertukaran mata uang atau money changer. Peranan bankir pada masa Abbasiyah mulai populer pada saat pemerintahan Khalifah al-Muqtadir (908-932).

Sementara itu, saq (cek) telah digunakan secara luas sebagai media pembayaran. Adapun sejarah perbankan Islam mencatat Saefudaulah al-Hamdani sebagai orang pertama yang menerbitkan cek untuk suatu keperluan kliring antara Bagdad, Iraq dengan Alepo (Spanyol). Melihat begitu pentingnya institusi perbankan maka berdirilah gerakan lembaga keuangan islam modern, yang pertama kali muncul di Mesir, karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa pada saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis.

Baca Juga  : Sejarah Masuknya Liberalisme Di Mesir Dan Dunia Arab

“Pembagian Laba” di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Eksperimen ini pun berlangsung hingga tahun 1967, dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. Bank-bank ini, yang tidak memungut ataupun menerima bunga, sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan Masih di Negara yang sama, dan pada tahun 1971, Nasir Social bank didirikan dan mendeklarasikan diri sebagai sebuah bank komersial bebas bunga. Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama ataupun syariat islam. Kemunculan ilmu ekonomi islam modern di panggung internasional, dimulai sejak tahun 1970-an yang ditandai dengan kehadiran para pakar ekonomi Islam kontemporer, yakni seperti Muhammad Abdul Mannan, M. Nejatullah Shiddiqy, Kursyid Ahmad, An-Naqvi, M. Umer Chapra, dan lain-lain.

Sejalan dengan ini mulai terbentuklah Islamic Development Bank atau yang disingkat IDB yang kemudian berdiri pada tahun 1974 yang disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam organisasi konferensi Islam, walaupun pada utamanya bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk dapat menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya. IDB sendiri menyediakan jasa pinjaman berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara tersebut dan secara eksplisit menyatakan diri berdasarkan pada syariah islam. Dibelahan negara lain dalam kurun 1970-an, sejumlah bank berbasis Islam kemudian bermunculan.

Di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic Bank pada tahun 1975, Faisal Islamic Bank of Sudan pada tahun 1977, Faisal Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank di tahun 1979. Dia Asia-Pasifik, Phillipine Amanah Bank didirikan pada tahun 1973 berdasarkan dekrit presiden, dan di Malaysia pada tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation yang bertujuan untuk membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah haji. Reaksi Barat yang berlebihan Dengan keunggulan sistem ekonomi kapitalis, pasca runtuhnya sistem ekonomi sosialis di tahun 1980-an juga mendorong semakin menguatnya kecenderungan yang menempatkan sistem ekonomi Islam sebagai alternatif di luar ekonomi kapitalis.

Dan sebagai akibatnya, institusi-institusi ekonomi Islam pun banyak bermunculan, dan sejak dibentuknya Islamic Development Bank pada tahun 1975 di Jeddah. Hal ini tidak saja terjadi di kawasan Timur Tengah, namun juga di luar kawasan tersebut. Sistem ini menjadi area pertumbuhan utama untuk pembiayaan internasional. Memang asetnya hanya mewakili sekitar 2 persen sampai 3 persen dari aset keuangan global, atau hampir 1 triliun dolar AS, tetapi tumbuh rata-rata 25 persen setiap tahun.

Sejarah Masuknya Liberalisme Di Mesir Dan Dunia Arab Sejarah Masuknya Liberalisme Di Mesir Dan Dunia Arab
Pakarsejarah.com – Tantangan umat Islam saat ini bukan saja dihadapi dari pengaruh luar westernisasi, modernisasi, globalisasi, kapitalisasi dan ghazwatul fikr lainnya. Lebih dari itu, tantangan yang mengkhawatirkan adalah serangan pemikiran liberalisme dan sekulerisme dari dalam tubuh Islam sendiri. Mengawali pascaruntuhnya kekhalifahan Turki Utsmani sejak tahun 1924, kekuasaan Islam menjadi terpecah belah dan berada pada wilayah kolonialisasi negara-negara Barat. Ditambah era modernisasi barat yang kian menggeliat membuat umat Islam semakin tertinggal dari kemajuan negara-negara Eropa. Hal itu membuat ‘kesadaran sejarah’ bagi sebagian kalangan intelektual muslim untuk melakukan perubahan terhadap sikap pandang kaum muslimin terhadap perubahan dunia, sembari tetap mempertahankan nilai-nilai kulturalistik ke-Araban dan nilai-nilai keislaman mereka.
Namun, lain halnya bagi sebagian kalangan kaum modernis berpendapat bahwa penyebab keterbelakangan peradaban umat Islam adalah stagnasi intelektual dan kekakuan ulama dalam memahami Islam dan dalam menanggapi dinamika kehidupan modern. Karena itu, pemikir modernis menyerukan dibukanya pintu ijtihad, yang dengan revitalisasi Islam dapat ditempuh. Berdalih atas nama pembaruan serta perlunya modernisasi dalam pemikiran Islam demi menyeimbangi kemajuan dunia Barat, pada awal abad 20 segelintir kaum intelektual yang terkagum-kagum pada kemajuan dunia barat mulai mendengungkan pemikiran-pemikiran ala sekulerisasi dan liberalisasi dalam aspek sudut pandang kehidupan modern.

Lebih dari itu, mereka juga melakukan kritikan terhadap tradisi Arab klasik (Naqd Turats Araby) yang mereka anggap sudah usang dan tidak relevan dengan kondisi masyarakat beragama kekinian dan harus diganti dengan pola kebaharuan modernisasi, termasuk dalam paradigma yang bersifat pemahaman keagamaan. Gagasan dan ide pembaruan yang mereka tawarkan adalah melakukan reinterpetasi atau pembacaan ulang terhadap tafsiran Alqur’an yang telah dihasilkan oleh para ulama klasik diganti dengan tafsiran kekinian yang menurut mereka bisa disesuaikan dengan kondisi dan tuntutan zaman. Jika ingin ditarik lebih awal, munculnya gagasan pembaruan Islam ini bisa diawali dari pemikiran Muhammad Abduh di Mesir. Selanjutnya, masa Ali Abdur Raziq dan Rif’at Tahtawi juga mempunyai pengaruh terhadap ide-ide modernisasi berpikir di Mesir. Berlanjut era Thaha Husien hingga Amin al-Khouli, Nasr Hamid Abu Zaid, hingga Hasan Hanafi. Ide-ide gagasan pembaharuan sekulerisme dan liberalisme di Mesir dan dunia Arab banyak mendapat pengaruh saat para inteletual Mesir bersentuhan dengan filsafat-filsafat barat serta pengaruh kajian orientalis barat terhadap Islam ketika pulang dari berstudi di Prancis atau pun Amerika.

Baca Juga  : Catatan Sejarah – Kemajuan Ilmu Dalam Islam

Ide dan gagasan itu tumbuh dan berkembang subur di era tahun 70-an. Namun, seiring memasuki era 90-an, pemikiran itu sudah mulai usang dan mulai ditinggalkan. Kini memasuki era tahun 2000-an, dunia Arab khususnya Mesir, pemikiran liberalisme dan sekulerisme sudah tidak terlalu laku dan diminati lagi. Bahkan, sudah dianggap semacam ‘sampah’ yang tidak mampu dipertahankan dan diambil kemanfaatannya. Ironisnya di Indonesia, pemikiran itu justru digandrungi oleh para intelektual muda yang banyak berguru dengan Nasr Hamid Abu Zayd, Fazlur Rahman, Muhammad Syahrur, Muhammad Arkoun, Hasan Hanafi, dan lainnya yang sejatinya para tokoh ini tidak diterima pemikirannya di negara mereka masing-masing. Dari sekian banyak penggiat dan pengusung ide dan gagasan liberalisme dan sekulerisme di dunia Arab, penulis hanya memaparkan nama tokoh dan salah satu dari pendapatnya yang memicu polemik. Pemikiran kontroversialnya: dia meragukan kebenaran kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Menurutnya tidak ada bukti otentik yang bisa dijadikan sumber kebenaran sejarah, meski Alqur’an telah menyebutkannya. 2. Ali Abdur Razieq.

Pemikiran kontroversialnya: Islam tidak memiliki konsep tentang negara Islam. Pemikiran kontroversialnya: Deskontruksi pemikiran klasik. 4. Mohammed Ahmad Khalfallah. Pemikiran kontroversialnya: Kisah-kisah di dalam Alqur’an hanya bersifat fiktif. 5. Nasr Hamid Abu Zayd, Mesir. Pemikiran kontroversialnya: Al-Muntaaj Ats-Saqafi; Al-Qur’an adalah produk budaya. 6. Mohammed Shahrur, Damaskus Syiria. Pemikiran kontroversialnya: aurat itu hanya sebatas dada dan bagian kemaluan. Pemikiran kontroversialnya: menolak poligami. Pemikiran kontroversialnya: Sekularisme adalah dasar wahyu, Ketidaksetujuan pada ayat-ayat pengharaman, Lafaz kata ‘Allah’ mengandung kontradiksi, Perdamaian (As-Salam) lebih baik daripada Islam, Lafaz-lafaz usul Fikh memperalat manusia, Tidak ada kesucian pada Alquran dan Hadist, Hijab adalah hambatan. Pemikiran kontroversialnya: Kepemimpinan Nabi Muhammad di Madinah hanyalah bersifat Tajribatul Madinah (pengalaman Madinah). Lalu sebagai gantinya ia memakai Alqur’an dengan berdasarkan Tajribatul Urubbiyah (pengalaman Eropa). 10. Aminah Wadud, Libya.

Di samping itu, terdapat perbedaan pandangan antara Khalifah di Damaskus dan gubernur Afrika Utara yang berpusat di Kairawan. Masing-masing mengaku bahwa merekalah yang paling berhak menguasai daerah Spanyol ini. Oleh karena itu, terjadi dua puluh kali pergantian wali (gubernur) Spanyol dalam jangka waktu yang amat singkat. Perbedaan pandangan politik itu menyebabkan seringnya terjadi perang saudara. Hal ini ada hubungannya dengan perbedaan etnis, terutama antara Barbar asal Afrika Utara dan Arab. Di dalam etnis Arab sendiri terdapat dua golongan yang terus-menerus bersaing yaitu suku Qaisy (Arab Utara) dan Arab Yamani (Arab Selatan).

Perbedaan etnis ini sering kali menimbulkan konflik politik, terutama ketika tidak ada figur yang tangguh. Itulah sebabnya di Spanyol pada saat itu tidak ada gubernur yang mampu mempertahankan kekuasaannya untuk jangka waktu yang agak lama. Pada periode ini, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar amir (panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam, yang ketika itu dipegang oleh Khalifah Abbasiyah di Baghdad. Amir pertama adalah Abdurrahman I yang memasuki Spanyol tahun 138 H/755 M dan diberi gelar Al-Dakhil (yang masuk ke Spanyol).

Ia berhasil mendirikan dinasti Bani Umayyah di Spanyol. Penguasa-penguasa Spanyol pada periode ini adalah Abd al-Rahman al-Dakhil, Hisyam I, Hakam I, Abd al-Rahman al-Ausath, Muhammad ibn Abd al-Rahman, Munzir ibn Muhammad, dan Abdullah ibn Muhammad. Pada periode ini, umat Islam Spanyol mulai memperoleh kemajuan-kemajuan baik dibidang politik maupun bidang peradaban. Abd al-Rahman al-Dakhil mendirikan masjid Cordova dan sekolah-sekolah di kota-kota besar Spanyol. Hisyam dikenal sebagai pembaharu dalam bidang kemiliteran. Dialah yang memprakarsai tentara bayaran di Spanyol. Sedangkan Abd al-Rahman al-Ausath dikenal sebagai penguasa yang cinta ilmu.

Pemikiran filsafat juga mulai pada periode ini, terutama di zaman Abdurrahman al-Ausath. Pada pertengahan abad ke-9 stabilitas negara terganggu dengan munculnya gerakan Kristen fanatik yang mencari kesahidan (Martyrdom). Gangguan politik yang paling serius pada periode ini datang dari umat Islam sendiri. Golongan pemberontak di Toledo pada tahun 852 M membentuk negara kota yang berlangsung selama 80 tahun. Di samping itu sejumlah orang yang tak puas membangkitkan revolusi. Yang terpenting diantaranya adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Hafshun dan anaknya yang berpusat di pegunungan dekat Malaga.

Catatan Sejarah - Kemajuan Ilmu Dalam Islam Catatan Sejarah - Kemajuan Ilmu Dalam Islam
Pakarsejarah.com – Pada abad pertengahan (500-1500) Negara Barat atau Eropa mengalami kemunduran, karena serangan bangsa-bangsa Barbar ke wilayah kekaisaran Romawi Barat.Baru bangkit kembali setelah agam kristen katholik membangun kekuasaan kepausan di Roma, Italia. Hal ini yang mengakibatkan ilmu pengetahuan bergerak stagnan di bawah ke pemimpinan paus di Roma, karena harus mendapat izin dari Paus. Sementara itu terjadi perkembangan di wilayah Timur Tengah setelah masa Umar Ibnu Khattab menjadi khalifah. Wilayah yang di kuasainya mencakup Persia dan bekas daerah kekuasaan The Great Alexander di masa lampau. 1. Jabir Ibnu Hayyan, adalah orang yang pertama kali menggunakan metode ilmiah dalam kegiatan penelitiannya di bidang alchemie yang kemudian metode ini di kenal oleh bangsa barat menjadi bidang ilmu kimia. Dan nama Jabir pun diubah menjadi Geber. 2. Agama islam sendiri pun menganjurkan ummatnya untuk belajar ilmu pengetahuan. Sesuai dengan hadist Nabi yang di riwayatkan oleh Ibnu Uda : “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China sekali pun”.

“Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah”. Menurut Al-Ghazali menuntut ilmu agama hukumnya fardu a’in sedangkan menuntut ilmu duniawi hukumnya fardu kifayah. Albert Einsten sendiri pun pernah mengatakan “ilmu tanpa agama adalah sesat, sedangkan agama tanpa ilmu adalah lumpuh”. 4. Dalam hal berilmu tidak terlepas dari hal belajar dan membaca. Seperti yang tertulis dalam surah Al-Alaq ayat 1. Yang artinya “Bacalah ! Pengetahuan dalam islam mulai berkembang pada saat masa kekuasaan dinasti Abbasyiah. Seorang dokter yang bekerja di istana khalifah Al Mansur (754-809) menterjemahkan karya-karya Yunani seperti Hippokrates dalam bidang filsafat dan sejarah dan bidang kedokteran karya Glaenius dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Setelah itu, di bawah pemerintahan khalifah Ma’mun II (786-833) telah membuka zaman keemasan ilmu pengetahuan Islam, dengan mengumpulkan para penterjemah dan pakar Yahudi, Kristiani, Persia untuk menterjemahkan manuskrip-manuskrip berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab; mendirikan perpustkaan Bait Al Hikmah ( The House Of Wisdom) dan balai penelitian. Tradisi intelektual Islam dalam perspektif filsafatnya cenderung menampilkan hubungan erat antara intelek dengan spirit, seperti umunya pada pemahaman tradisional.

Baca Juga  : Sejarah Dunia – Lewat Aramco Arab Saudi Dikendalikan Barat

Dalam tradisi intelektual Islam, filsafat mempunyai kedudukan penting, dan para filsufnya sama-sama berada dalam dunia spiritual seperti para pengkaji ilmu yang cenderung berpandangan gnostik yang sejajar dengan para sufi. Filsafat Islam sendiri telah lama mendorong kemajuan ilmu kalam, atau ilmu-ilmu lainnya seperti astronomi, fisika, dan ilmu pengobatan. Para cendikiawan zaman khalifah Al Ma’mun (813-833)menunjukkan kecenderungannya dalam keahlian yang elektik, serba bidang,ya ahli filsafat,sosiologi, sejarah, fisika, astronomi, matematika dan kedokteran. Dikenal dengan nama Abu Zaid Abd Rahman Ibn Khaldun, ia dilahirkan di Tunisia pada tahun 1332, dan meninggal di tahun 1406 di Kairo Mesir. Semasa hidupnya, Ibnu Khaldun mengenal dengan akrab dinasti-dinasti Mariniyah di Maroko, Bani Al Walid, Dinasti Hafsiyah di Tunisia, Nasiriyah di Granada dan Mameluk di Mesir. Pendidikan intelektualnyadi dapatkan dari para cendikiawan yang datang ke tempatnya. Selama 8 tahun ia belajar dari para ulama juga yang berkunjung ke tempatnya. Kemudian Ibnu Khaldun masuk bekerja sebagai pengurus rumah tangga di Istana Al Jazair, dan disinilah ia bisa belajar dari para cendikiawan barat.

Ibnu Khaldun memang jenius, Dia telah memeperlihakan kejeniusannya dala berbagaibidang ilmu pengetahuan. Melihat betapa pentingnya pembahasan tentang pribadi Ibnu Khaldun di tinjau dari aspek sebagai pembina pertama dalam ilmu kajian sosiologi, maka kami akan membicarakannya. Dalam pembahasan sosiologi Ibnu Khaldun telah mengkaji gejala-gejala sosial dalam lingkup masyarakat, dan ia juga memberikannya istilah waqi’atul umran al basyari .

Dari contoh-contoh diatas secara singkat dapat kami tarik kesimpulan dari definisi gejala-gejala masyarakat, yaitu kaidah-kaidah dan kecenderungan umum yang di bentuk oleh masing-masing individu satu masyarakat sebagai dasar dalam mengatur masalah-masalah sosial yang terjadi diantara mereka, serta bisa juga hal ini mengakibatkan memperat hubungan yang mengikat mereka satu sama lain, seperti solidaritas sosial. 1. Lingkungan dalam rumah : mencakup hal-hal yang berhubungan dengan disiplin-disiplin yang berlaku di rumah. Seperti masalah keluarga, aturan perkawinan, talak, kekerabatan dan pewarisan. 2. Aturan politik : yang mencakup masalah kedaulatan pemerintahan, kesatuan negara, hak dan kewajiban warga negara, masalah diplomasi dengan negara lain. 3. Perekonomian : yang mencakup masalah kekayaan yang ada dalam masyarakat serta menentukan cara-cara memperolehnya, distribusi dan lainnya.

Sejarah Dunia - Lewat Aramco Arab Saudi Dikendalikan Barat Sejarah Dunia - Lewat Aramco Arab Saudi Dikendalikan Barat
Pakarsejarah.com – Arab Saudi berhutang budi pada USA lewat AramCo yang saham terbesarnya dipagang USA dan Egland. Mengapa USA dan Egland tanam saham dan menguasai industri miyak Arab ? Ini tidak lepas dari peran Egland dalam rangka perebutan kekuasan sah kekhalifahan oleh Ibnu Saud dibantu Muhammad Bin Abdul Wahab (pendiri Wahabi). Saud memberi kemudahan bagi Egland mengelola minyak dan sementara berkat jasa Muhmmad bin Abdul Wahabi maka wahabi dijadikan golongan agama resmi Arab Saudi yang sebelumnya dimasa kekhalifahan dipegang Ahlussunnah wal jama`ah (sunni /aswaja/aswadul adzom).
Sejarah hitam Wahabi ini bersama Ibnu Saud yang asalnya dari keluarga Yahudi sudah diketahui secara luas olah dunia sejak awal berdirinya kerajaan Arab Saudi,maka sejak adanya wahabi di abad akhir 17 sampai sekarang golongan ini tidak pernah bisa berkembang melampaui pengikut aswaja dunia yang mayoritas karena bobroknya latar belakang wahabi hanya berkembang pelan, sembunyi, namun tidak pernah jadi mayoritas.Tiga abad abad bukan waktu yang pendek namun realitanya Wahabi Salafi tetap jadi golongan kecil.

Nama besar Arab Saudi (karna ka`bah di Arab) tidak mempengaruhi umat islam untuk ikut jadi Wahabi karna pakar pakar umat islam tahu banyak jika Wahabi sesungguhnya perampok kekhailfahan yang sah. Jika saja Arab itu seperti masa kekhalifahan (bukan kerajaan ), tentu tidak demikian karna dimasa kekhalifahan justru Islam maju pesat. Ilmu pengetehuan dan tehnologi justru banyak dihasilkan oleh ide ide pakar Islam. Barat cuma nyolong dan hanya mengembangkan buah karya sarjana Islam.contoh saja aljabar.ibnu sina dll. Sejak perubahan kekuasaan Arab menjadi kerajaan dengan nama Arab Saudi (diberi embel embel Saudi dari nama ibnu Saud seolah olah negeri Arab miliknya) Islam tidak berkembang bahkan mundur.

Ditangan Wahabi Islam mundur kebelakang membuat Islam jadi bodoh kembali ke ala zaman jahiliyah namun tidak bisa menghindari moderenisasi (munafikun) tentu saja hal ini sangat diharapkan kaum Barat, karna lewat Wahabi Islam jadi kampungan dan mudah dikendalikan. Makin hebat aksi Wahabi dengan dakwah soal bid`ah syrik dan kafirnya, maka makin mudah kaum Barat mengendalikan umat Islam karna pastinya sesama Islam bakal perang saraf sesama Islam karena ulah Wahabi mencari cari kesalahan golongan lain dalam Islam.

Wahabi mengkafirkan umat Islam namun namun merangkul bangsa kafir sejati USA dan Inggris lewat AramCo sampai sekarang. Sekilas tentang Saudi Aramco dimiliki oleh Pemerintah Arab Saudi, Saudi Aramco merupakan perusahaan minyak yang terintegrasi dan pemain terkemuka di bidang eksplorasi dan produksi, pengolahan minyak, pengolahan petrokimia, distribusi, perkapalan, dan pemasaran. Perusahaan mengelola cadangan minyak terbukti sebesar 260 miliar barel, merupakan yang terbesar di dunia, dan mengelola cadangan gas terbesar keempat di dunia. Selain kantor pusatnya di Dhahran, Eastern Province, Arab Saudi, Saudi Aramco memiliki kantor afiliasi, perusahaan patungan dan anak perusahaan di China, Jepang, Belanda, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat. Untuk informasi lebih lanjut tentang Saudi Aramco, silakan kunjungi saudiaramco .

Akhlak merupakan perilaku yang dilandaskan hati nurani. Sumber pijakan akhlak adalah Al-quran dan Sunnah, sehingga jika seseorang berperilaku yang tidak ada di dalam Al-quran atau Sunnah, maka tidak bisa dikatakan perilaku seseorang itu termasuk perilaku atau akhlak yang mulia. Baca Juga : Apa Itu Aqidah ? Masa kenabian diawali oleh Nabi SAW dengan mimpi-mimpi yang terbukti kebenarannya. Hal ini terjadi enam bulan sebelum kehadiran wahyu pertama. Kemudian pada bulan Ramadhan, setelah Nabi SAW berusia 40 tahun 6 bulan, beliau menyendiri di Gua Hira. Pada malam 17 Ramadhan, Malaikat Jibril menemui Muhammad SAW. Ketika itulah malaikat menyampaikan wahyu yang pertama, QS.

Baca Juga  : Ini Dia Sejarah Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW langsung kembali ke rumah dan menceritakan pengalaman beliau pada Khadijah, istri beliau. Kemudian Khadijah dan Nabi Muhammad SAW bertemu dengan pamannya, Waraqah bin Naufal, yang merupakan penganut Agama Nasrani taat. Kemudian Rasulullah SAW menceritakan semua pengalaman yang telah dialami. Waraqah pun membenarkan bahwa yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah wahyu Allah SWT melalui Malaikat Jibril, yang pernah datang pula kepada Nabi Musa as. Selain bukti tersebut, terdapat pula beberapa bukti yang menunjukkan bahwa yang datang kepada Rasulullah ketika itu adalah Malaikat Jibril. Karenanya, tiada lagi alasan untuk memungkiri kebenaran risalah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Beberapa minggu kemudian Malaikat Jibril datang kembali dan menyampaikan wahyu (QS. Al-Qalam, 68: 1-7), dilanjutkan dengan QS. Al-Muzammil, 73 : 1-8, QS Al-Mudatstsir, 74 : 1-7, dan seterusnya. Dengan turunnya wahyu keempat mulailah Rasulullah SAW berdakwah. Pertama-tama, ia melakukannya secara diam-diam. Orang yang pertama kali masuk Islam adalah Khadijah. Kemudian menyusul Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar, Zaid bin Haritsah, dan Ummu Aiman. Abu Bakar sendiri berhasil mengislamkan beberapa teman-temannya. Dakwah secara diam-diam ini menarik sebelas orang masuk Islam. Setelah dakwah secara diam-diam, turunlah perintah agar Rasulullah SAW berdakwah secara terang-terangan. Mula-mula ia mengundang beberapa karibnya. Melalui kesempatan ini, hanya sedikit yang menerimanya. Ada yang menolak dengan lembut, ada yang menolak secara kasar seperti Abu Lahab. Kemudian Rasulullah SAW berdakwah secara besar-besaran di Bukit Safa. Reaksi masyarakat ada yang berteriak, ada juga yang mengatakan Rasulullah SAW gila. Kemudian Abu Lahab mencela Rasulullah SAW. Saat berziarah ke Ka’bah, orang dari Yatsrib (Madinah) tertarik dengan dakwah Rasulullah SAW.

Ini Dia Sejarah Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW Ini Dia Sejarah Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW
Pakarsejarah.com – Perayaan ini umumnya dilaksanakan oleh umat islam hampir di seluruh dunia. Bertepatan tanggal 12 rabiul awal menjadi peringatan maulid nabi muhammad SAW. Kebanyakan umat islam yang merayakan maulid nabi adalah negara negara islam, seperti iran, indonesia, malaysia, australia, thailand, afrika dll. Maulid nabi ini ditujukan agar umat islam yang sekarang bisa mengetahui apa saja yang diperintahkan oleh nabi Muhammad SAW. Agar umat islam yang terpecah belah ini kembali ke sunnah dan mengikuti ajaran nabi Muhammad SAW. Atas dasar kecintaan umat islam kepada nabi muhammad SAW, beberapa umat islam pun membuat perayaan atas peringatan kelahiran nabi Muhammad SAW. Ada Beberapa kalangan berpendapat bahwa Maulid Nabi pertama kali muncul pada zaman Shalahuddin al-Ayyubi (1193 M).
Shalahuddin disebut menganjurkan umatnya untuk melaksanaan perayaan Maulid Nabi guna membangkitkan semangat jihad kaum Muslim. Kala itu, Shalahuddin dan umat Islam memang berada dalam fase berperang melawan pasukan atau tentara Salib. Kendati demikian, pendapat tersebut juga masih diperdebatkan. Mereka yang menolak bahwa Shalahuddin sebagai pelopor maulid beralasan, tidak ditemukan catatan sejarah yang menerangkan perihal Shalahuddin menjadikan Maulid Nabi sebagai bagian dari perjuangannya dalam Perang Salib.

Menurut beberapa pakar sejarah Islam, peringatan dan perayaan Maulid Nabi dipelopori oleh Dinasti Ubadiyyun atau disebut juga Fatimiyah (silsilah keturunannya disandarkan pada Fatimah). Al Maqrizi, salah satu tokoh sejarah Islam mengatakan, para khilafah Fatimiyah memang memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Antara lain perayaan tahun baru, hari Asyura, Maulid (hari kelahiran) Nabi, maulid Ali bin Ali Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah al Zahra, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Syaban, perayaan malam pertama Ramadan, perayaan Idul Fitri dan Idul Adha, perayaan malam Al Kholij, perayaan hari Nauruz (tahun baru Persia), dan lainnya. Al Mawa’izh wal I’tibar bi Dzikril Khutoti wal Atsar, 1/490. Dinukil dari Al Maulid, hal. 20 dan Al Bida’ Al Hawliyah, hal. Asy Syekh Bakhit Al Muti’iy, seorang mufti dari Mesir, dalam kitabnya Ahsanul Kalam (hal.44) juga menyebut, yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid, salah satunya adalah Maulid Nabi adalah Al Mu’izh Lidnillah (keturunan Ubaidillah dari Dinasti Fatimiyah) pada 362 Hijriah.

Selain mereka, dalam beberapa buku sejarah juga disebutkan bahwa Dinasti Fatimiyah memang yang menginisiasi perayaan Maulid Nabi. Perlu diketahui sebelumnya, pemerintahan Fatimiyah berdiri pada 909 Masehi di Tunisia. Enam dekade kemudian, mereka memindahkan pusat kekuasaan ke Kairo, Mesir. Dua tahun setelah masuknya Shalahuddin al-Ayubbi ke Mesir, yakni sekitar tahun 1171, Dinasti Fatimiyah runtuh. Adanya perayaan Maulid Nabi oleh Dinasti Fatimiyah disebutkan antara lain oleh dua sejarawan dan ilmuwan pada masa Dinasti Mamluk, beberapa abad setelah masa hidup Shalahuddin. Walau terdapat simpang siur kapan awal mula nya maulid nabi. Yang bisa kita ambil hikmahnya adalah, dengan acara maulid nabi ini kita bisa mengenal nabi muhammad SAW dan juga para sahabatnya.

Baca Juga  : Perkembangan Study Islam Di Dunia Barat

Sehingga hal ini menjadi point penting dalam pemersatu umat islam yang ada didunia. Begitu juga peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah, remaja Masjid At Tamini Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya menggelar lomba ke agamaan, yang puncaknya digelar di Masjid At Tamini, Sungai Kupah Sabtu (2/12/2017) siang. Dalam puncak kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, juga diisi dengan tausiah Ustaz Hamdani Sulma yang disimak antusias ratusan jemaah. Hamdani Sulma dalam tausiahnya menyampaikan beberapa pesan di antaranya, mengajak peran orangtua, dalam menciptakan generasi yang Islami dan berakhlak mulia sesuai yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Semasa berlangsungnya perang tersebut, Rufaida binti Sa’ad memimpin sejumlah kelompok perawat di medan perang untuk menyediakan pertolongan pengobatan. Bahkan Rasulullah menganjurkan supaya para prajurit yang terluka dibawa ke tenda Rufaidah agar segera mendapatkan perawatan. Sangat sedikit sekali literatur yang membahas mengenai Al-‘Ijliya, bahkan Al-Fihrist yang ditulis oleh Ibnu al-Nadim, salah satu buku yang memuat informasi mengenai Al- ‘Ijliya, tidak menyinggung banyak hal mengenai dirinya. Lalu siapa sebenarnya Al-‘Ijliya? Dalam Al-Fihrist bagian informasi mengenai ahli matematika, teknisi, praktisi aritmatika, musisi, ahli hitung, astrolog, pembuat alat, mesin dan automata, Ibnu al-Nadim menuliskan daftar teknisi, seniman, dan pembuat peralatan astronomi yang terdiri dari 16 nama dan Al-‘Ijliya merupakan satu-satunya wanita dalam daftar tersebut.

Al-‘Ijliya merupakan putri dari seorang ahli pembuat instrument/peralatan, dan sebagaimana ayahnya, ia juga merupakan bagian dari kelompok teknisi dan pembuat alat astronomi yang hidup pada abad kesembilan sampai kesepuluh. Al-‘Ijliya bekerja di tempat Sayf al-Dawla di Aleppo, dan ia merupakan murid dari Bitolus, yang mengajarinya berbagai hal tentang profesi tesebut, pembuat peralatan astronomi.

Perkembangan Study Islam Di Dunia Barat Perkembangan Study Islam Di Dunia Barat
Pakarsejarah.com – Studi Islam atau Dirosah Islamiyah (barat dikenal dengan istilah Islamic Studies), secara sederhana dapat dikatakan sebagai usaha untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. Dikalangan para ahli masih terdapat perdebatan tentang Studi Islam (agama). Jika dilihat dari sisi Normativitas, kurang pas rasanya untuk dikatakan sebagai disiplin ilmu, karena normativitas studi Islam agaknya terbebani oleh misi keagamaan yang bersifat subyektif, dan apologis, yang menyebabkan kadar muatan analisis, kritis, metodologis, histories, empiris, terutama dalam menelaah teks-teks atau naskah-naskah keagamaan produk sejarah terdahulu kurang begitu ditonjolkan. Sedangkan bila dilihat dari sisi Historisitas, tampaknya tidaklah salah . Inilah Islam kalau dilihat secara historisitas yakni Islam dalam arti yang dipraktikkan oleh manusia serta tumbuh dan berkembang dalam sejarah kehidupan manusia, maka Islam dapat dikatakan sebagai sebuah disiplin ilmu, yakni ilmu keislaman atau Islam Studies. Masa Renaisance (abad pertengahan : 1250-1800 M) adalah masa dimana peradaban Barat menuai kebangkitannya sementara peradaban Islam mengalami stagnasi. Renaisance membawa perubahan baru bagi dunia Barat dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Ekonomi.

Dan perkembangan tersebut banyak dipengaruhi oleh peradaban Islam. Sebagaimana kita ketahui di masa kejayaan Islam, Andalusia (Spanyol) pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah merupakan salah satu tempat yang mengalami kemajuan dalam bidang pendidikan, politik, sosial, dan ekonomi. Terbukti dengan adanya beberapa universitas Islam yang didirikan. Seperti universitas Cordova, Seville, Malaga, Granada, dan Salamanca. Pada waktu itu beberapa tokoh-tokoh Barat datang mengunjungi universitas-uninersitas tersebut untuk memperdalam ilmu mereka. Selama mereka belajar, mereka melakukan penerjemahan ilmu-ilmu karya tokoh-tokoh muslim kedalam bahasa Latin. Hal ini didukung oleh King Frederick H (mantan Kaisar Holy Roman Empire : 1215-1250) yang dipimpin oleh Petrus Venerabilis dengan cara membayar orang Spanyol sebagai penerjemah. Kegiatan ini berpusat di Toledo dan Palemo. Dan ketika mereka kembali ke negaranya masing-masing, mereka ditantang oleh Paus di Vatikan untuk mendirikan universitas-universitas serupa. Kemudian berdirilah perguruan tinggi-perguruan tinggi disemenanjung Italia, Padua, Florence, Milano, Venezia, disusul oleh Oxford dan Cambridge di Inggris, Sorbone di Francis, dan Tubingen Di Jerman.

Setelah berdirinya universitas-universitas diatas, membukakan jalan bagi Barat untuk mengembangkan dunia ilmu pengetahuannya. Jadi jelaslah, sejarah Berkembanganya Studi Islam di Dunia Barat adalah disebabkan para pelajar barat yang datang ke dunia timur untuk mengkaji ilmu. Disamping itu juga mereka telah berhasil menterjemahkan karya-karya ilmuan muslim kedalam bahasa latin. Gerakan ini pada akhirnya menimbulkan massa pencerahan dan revolusi industri, yang menyebabkan Eropa maju. Dengan demikian Andalusia merupakan sumber-sumber cahaya bagi Eropa, memberikan kepada benua itu manfaat dari ilmu dan budaya islam selama hampir tiga abad.

Usaha mempelajari agama Islam tidak hanya terbatas pada kalangan umat muslim semata, namun dilakukan pula oleh orang-orang diluar kalangan islam. Orang-orang inilah yang disebut dengan istilah kaum “Orientalist”. Namun orientasi pembelajaran Islam oleh kedua kalangan ini tentunya berbeda. Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan umat muslim bermaksud untuk memahami dan mendalami serta membahas ajaran-ajaran islam yang kemudian dijadikan sebagai pegangan dan pedoman hidup (way of live). Sementara Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan orientalist bermaksud untuk mempelajari seluk-beluk ajaran islam dan semata-mata menjadikannya sebagai Ilmu Pengetahuan (Muhaimin dkk : 1994). Hal ini yang membuat Islam lebih dikenal sebagai sains diduia barat (sains islam). Pada dasarnya Studi Islam dan Sains Islam ada perbedaan dan persamaan.

Baca Juga  : Contoh Sistem Pakar – Pengertian Dan Sejarah Sistem Pakar

Persamaan studi dan sains terletak pada objek kajiannya. Yakni ilmu pengetahuan. Sedangkan perbedaannya, Studi Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang dirumuskan dari ajaran islam yang dipraktekkan dalam sejarah dan kehidupan manusia. Sedangkan Sains Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang mencakup berbagai pengetahuan modern seperti kedokteran, astronomi, matematika, fisika, dan sebagainya yang dibangun atas arahan nilai-nilai islami. Sains Islam sebagaimana dikemukakan Hussein Nasr adalah sains yang dikembangkan oleh kaum muslimin sejak abad islam ke-2, yang keadaannya sudah tentu merupakan salah satu pencapaian besar dalam peradaban islam. Selama kurang lebih 700 tahun, sejak abad ke-2 hingga ke-9 Masehi, peradaban islam mungkin merupakan peradaban yang paling produktif dibandingkan peradaban manapun jua. Dari Sains Islam inilah membuat orang barat tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan islam yang sampai terkenal di Eropa.

Al hasil, menurut Harun Nasution; salah satu contoh kemajuan orang barat adalah ketika Napoleon melakukan Ekspedisi ke Mesir dengan memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan membawa 167 ahli dalam berbagai cabang ilmu. Diapun membawa dua set alat percetakan huruf Latin, Arab, dan Yunani. Ekspedisi itu datang bukan hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga untuk kepentingan ilmiah. Untuk kepentingan ilmiah, Napoleon membentuk lembaga ilmiah yang disebut dengan Institut d ‘Egypte yang mempunyai empat bidang ilmu kajian, yaitu ilmu pasti, ilmu kalam, ilmu ekonomi dan politik, serta ilmu sastra dan seni.Pada akhir tahun 1801 Masehi. Dalam perkembangan studi Islam di dunia Barat, obyek pengkajian dapat digolongkan menjadi dua. Pertama, pengkajian bahasa arab. Studi Islam mensyaratkan kajian intensif mengenai bahasa arab yang berkembang sejak permulaan abad 19, dan melahirkan pakar-pakar bahasa arab di barat seperti A.I. Sylvestre de Sacy (Prancis) dan Johan Jakob Reiske (Jerman). Kedua, pengkajian teks. Kajian teks hanya dapat dilakukan oleh kalangan-kalangan yang memiliki pengetahuan solid mengenai bahasa arab. Muhaimin, Tadjab dan Abd. Mujib. 1994. Dimensi-dimensi Studi Islam.

Pada abad ke-12, geografer Muslim, Al-Idrisi berhasil membuat peta dunia. Al-Idrisi yang lahir pada tahun 1100 di Ceuta Spanyol itu juga menulis kitab geografi berjudul Kitab Nazhah Al- Muslak fi Ikhtira Al-Falak (Tempat Orang yang Rindu MenembusCakrawala). Kitab ini begitu berpengaruh sehingga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Geographia Nubiensis. Seabad kemudian, dua geografer Muslim yakni, Qutubuddin Asy-Syirazi (1236 M -1311 M) dan Yaqut Ar-Rumi (1179 M -1229 M) berhasil melakukan terobosan baru. Qutubuddin mampu membuat peta Laut Putih/Laut Tengah yang dihadiahkan kepada Raja Persia. Sedangkan, Yaqut berhasil menulis enam jilid ensiklopedi bertajuk Mu’jam Al-Buldan (Ensiklopedi Negeri-negeri). Penjelajah Muslim asal Maroko, Ibnu Battuta di abad ke-14 M memberi sumbangan dalam menemukan rute perjalanan baru.

Hampir selama 30 tahun, Ibnu Battuta menjelajahi daratan dan mengarungi lautan untuk berkeliling dunia. Penjelajah Muslim lainnya yang mampu mengubah rute perjalanan laut adalah Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok. Dia melakukan ekspedisi sebanyak tujuh kali mulai daritahun 1405 hingga 1433 M.Dengan menguasai geografi, di era keemasan umat Islam mampu menggenggam dunia. Tak pelak, Islam banyak memberi kontribusi bagi pengembangan geografi. Sumbangan dunia Islam meliputi pengetahuan klimatologi (termasuk angin munson), morfologi, proses geologi, sistem mata pencaharian, organisasi kemasyarakatann, mobilitas penduduk, serta koreksi akan kesalahan yang tertulis pada buku yang ditulis ptolomeus. Karya-karya sarjana Muslim seperti Al-Biruni, Ibnu Sina, Ai Istakhiri, Al Idrisi, Ibn Khaldun dan Ibn Batuta telah menjadi dasar pemicu kembalinya perkembangan ilmu pengetahuan. Bukan hanya geografi namun juga dalam berbagai ilmu lain.

Contoh Sistem Pakar - Pengertian Dan Sejarah Sistem Pakar Contoh Sistem Pakar - Pengertian Dan Sejarah Sistem Pakar
Pakarsejarah.com – Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem pakar adalah sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran menyerupai seorang pakar dalam memecahkan masalah. Sistem pakar adalah salah satu jalan untuk mendapatkan pemecahan masalah secara lebih cepat dan mudah. Dengan sistem pakar, seseorang yang awam pun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit atau bisa juga hanya sekedar mencari informasi berkualitas yang sebenarnya hanya bisa diperoleh dengan bantuan para ahli. Sistem pakar juga dapat membantu aktifitas pakar, yang difungsikan sebagai assisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Sistem pakar merupakan sebuah terobosan dalam mengambil dan memadukan pengetahuan dengan teknologi. Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan aturan-aturan penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang berasal dari pengalaman maupun penelitian satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut kemudian diolah dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah tertentu. 1943 Post E.L.
membuktikan bahwa permasalahan-permasalahan komputasi dapat diselesaikan dengan aturan IF-THEN. 1961 General Problem Solver (GPS) oleh A. Newell and H. Simon. Adalah sebuah program yang dibangun untuk menyelesaikan permasalahan mulai dari games sampai matematika integral. 1969 DENDRAL. Dibangun di Stamford University atas permintaan NASA (Buchanan and Feigenbaum) untuk melakukan analisis kimiawi terhadap kondisi tanah di planet Mars. 1970s MCYN. Dibuat untuk diagnosa medis oleh Buchanan dan Shortliffe.

Terlepas dari kekompleksitasnya, studi Islam di Barat turut membentuk cara pandang para sarjana Muslim tamatan Universitas-universitas Barat terhadap Islam. Setelah Studi Islam Berkembangan begitu pesatnya di dunia barat, maka mulai tampaklah kelihatan dampak-dampak yang ditimbulkannya mulai dari hal yang positif maupun negatif. Kehadiran Islam di Eropa Spanyol membawa perubahan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat, terutama dalam aspek peradaban dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari hal ini telah menimbulkan semangat orang barat dalam mempelajari ilmu pengetahuan yang dibawah oleh islam.

Al hasil, maka banyaklah orang barat yang menguasai ilmu pengetahuan dari islam, seperti ilmu kimia, ilmu hitung, ilmu tambang (minerologi), meteorology (karya Al Khazini), dan sebagainya. Sedangkan dibidang teknologi adalah orang barat bisa membuat berbagai macam alat industri yang dihasilkan dari observasi atau penelitian. Sekitar abad ke-16 M telah ditemukan sebuah alat perajut kaos kaki. Kemudian tahun 1733 M John Kay telah berhasil membuat alat tenun baru yang dapat bekerja lebih cepat dan menghasilkan tenunan yang baik.

Pada tahun 1765 M Hargreaves berhasil membuat alat pintal yang dapat memintal berpuluh-puluh gulung benang sekaligus. Kemudian sekitar tahun 1780 M terjadi revolusi industri di Inggris, seperti ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 M dan alat tenun oleh Cartwright tahun 1785 M yang menyebabkan Inggris menjadi negara industri maju. 1. Setelah bangsa barat menjadi bangsa yang maju dan telah mengalami revolusi dibidang industri. Maka mereka mendapati masalah kekurangan bahan baku dalam kegiatan industrinya. Kemudian untuk mencari jalan keluarnya mereka berlomba-lomba mencari di dunia Timur, yang kebanyakan dikuasai oleh pemerintahan muslim.

Baca Juga  : Nama Ilmuwan Muslim Mendunia Untuk Inspirasi Nama Jagoan Kecil Anda

Di samping itu, mereka juga memerlukan tempat pemasaran baru bagi hasil industrinya ke negara-negara Timur. Sebagai akibatnya, banyak negara-negara Barat datang kedunia Timur dan terjadilah Ekspansi besar-besaran dalam bidang social, politik, ekonomi dan sebagainya. Di waktu itulah terjadi suatu massa kolonial dan imperial, yaitu massa dimana bangsa-bangsa Barat melakukan penjajahan terhadap dunia Timur, khususnya dunia muslim. Suasana seperti itu menyebabkan dunia Timur mengalami kemunduran dan Barat mencapai kemajuan pesat dari hasil kolonialisme dan imperialisme atas dunia Timur. 2. Rupanya dampak negatif yang kedua ini adalah bagaikan kacang lupa kulitnya.

Istilah ini memang pantas ditunjukkan pada orang barat, karena kenapa ? Ilmu yang berkembang di Dunia Barat itu adalah dari islam, akan tetapi mereka mengingkarinya, mereka tidak mengakui. Malahan mereka mengaku ilmu tersebut berasal dari peradaban lain, bukan dari peradaban islam. Ada seorang sarjana bernama Max Dimont mengatakan bahwa orang Barat itu menderita Narcisisme, yaitu mereka mengagumi diri mereka sendiri, dan kurang memiliki kesediaan untuk mengakui utang budinya kepada bangsa-bangsa lain. Mereka hanya mengatakan, bahwa yang mereka dapatkan itu adalah warisan dari Yunani dan Romawi. Di antara berita gembira ini, yaitu apa yang diriwayatkan oleh Tamim ad-Dari. Ia berkata : Aku mendengar Rosulullah S.A.W. ” Islam akan mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam. Allah tidak akan membiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini kedalamnya. Dengan memuliakan orang yang mulia atau dengan menghinakan orang yang hina. Mulia karena dimuliakan Allah disebabkan keislamannya dan hina karena dihinakan Allah disebabkan kekafirannya “. Makna sampainya islam ke daerah yang disentuh siang dan malam, yaitu tersebarnya islam keseluruh permukaan bumi, sebagaimana siang dan malam menutupinya, dan masuknya agama ini ke daerah perkotaan maupun pedesaan. 1) Studi Islam mensyaratkan kajian intensif tentang bahasa Arab sebagai bahasa.

Nama Ilmuwan Muslim Mendunia Untuk Inspirasi Nama Jagoan Kecil Anda Nama Ilmuwan Muslim Mendunia Untuk Inspirasi Nama Jagoan Kecil Anda

Pakarsejarah.com – Mencari nama bayi bisa menjadi hal yang menyulitkan bagi para calon orangtua, ada berbagai pilihan, dari segi bahasa, makna, bahkan asal usul nama tersebut. Salah satu cara yang bisa Anda pilih saat sedang mencari nama bagi sang buah hati, adalah nama ilmuwan muslim. Dengan menamai bayi dari nama ilmuwan muslim, hal ini juga bisa menjadikan sebuah doa. Misalnya, siapa tahu di masa yang akan, bayi Anda akan tumbuh menjadi orang yang cerdas dan menjadi ilmuwan yang taat pada agama. Daftar nama ilmuwan muslim ini umumnya dapat diberikan kepada bayi laki-laki. Maka dari itu, untuk Bunda yang sedang mengandung bayi laki-laki, tak ada salahnya untuk memasukkan nama ini ke dalam daftar nama calon buah hati. berikut inilah 50 nama ilmuwan muslim yang dapat dipertimbangkan untuk diberikan kepada bayi. Beliau merupakan seorang ilmuwan yang meneliti tentang penyakit cacar, demam, asma.

Selain itu, ia juga merupakan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Alhazen adalah seorang ilmuwan yang meneliti sifat cahaya. Dikenal cerdik dan pandai yang ahli dalam bidang sains, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Merupakan seorang ilmuwan yang meneliti ilmu kimia. Dia adalah seorang ilmuwan dengan bidang penelitian di antaranya filosofi, matematika, logika, musik, ilmu kedokteran, matematika, fisika, dan lainnya. Tak hanya itu, dia juga merupakan pengarang 270 buku. Cendekiawan besar abad ke-12 dari Kordoba, Al-Andalus. Ia mempelajari dan berkarya dalam bidang geometri dan logika. Meneliti tentang Al-Tasrif, kedokteran, gigi, kelahiran anak, bedah, obat-obatan. Dia adalah salah satu pakar di bidang kedokteran pada masa Islam abad pertengahan. Seorang peneliti matematika, astronomi, fisika, ensiklopedia, filsafat, sejarah, obat-obatan dan farmasi. Dia juga merupakan seorang penulis dari bidang yang ditekuninya. Meneliti bidang logika, matematika, etika, filosofi, politik, sosiologis, musik, dan sains. Lalu, dia adalah tokoh Islam pertama dalam bidang logika. Beliau merupakan seorang ilmuwan yang meneliti astronomi khususnya dalam pergerakan bulan, dan matematika (trigonometri).

Hasil dari dia meneliti pergerakan bulan, terdapat sebuah kawah di bulan dinamai Abul Wafa sesuai dengan namanya. Ilmuwan muslim penemu konsep robotika modern. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang saat ini dikenal sebagai mesin robot. Pengarang buku Al Hiyal (buku alat-alat pintar) yang berisi 100 macam mesin seperti pengisi tangki air otomatis, kincir air dan sistem kanal bawah tanah seperti Belanda. Ia juga mempelajari teknik pengolahan logam, tambang, lampu tambang, teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah. Merupakan seorang ahli matematika, fisika, kedokteran, filosof. Serta, ia merupakan penulis ensiklopedia ilmu pengetahuan modern. Peneliti bidang sastra, matematika, dan astronomi. Selain itu, juga pandai dalam membuat puisi. Dikenal dengan nama Averusy, yang merupakan ahli fisika dan bahasa. Ia juga merupakan ahli filsafat Yunani kuno. Pelopor dalam bidang optik dengan kamus optiknya (Kitab Al Manazhir) jauh sebelum Roge Bacon, Leonardo da Vinci, Keppler, dan Newton. Serta, penemu hukum pemantulan dan pembiasan cahaya, penemu alat ukur ketinggian bintang kutub.

Pengarang kitab Al Hayawan atau kitab tentang binatang atau ensiklopedia tentang hewan. Bunda bisa memakai nama ilmuwan muslim ini sebagai nama bayi laki-laki Anda. Pembuat serial pertama dan ensiklopedia pertama. Dokter, filosof, penulis novel filsafat paling awal Risalah Havy Ibn Yaqzan. Kemudian, karyanya dijiplak oleh Dofoe dengan judul barunya ‘Robinson Crusoe’. Dia adalah seorang imam sunni, cendekiawan, dan ahli fiqh. Di sisi lain, dia juga seorang ahli tafsir, hadits, pengahafal Al-Quran, ahli ilmu nahwu, ahli ushul, ahli ilmu kalam, dan seorang mujtahid. Beliau merupakan tokoh yang terkenal dalam bidang ilmu tafsir, fiqih, filsafat, dan akhlak. Memiliki ilmu tersebut, akhirnya ia mendapat gelar ‘Hujjatul Islam’. Dia adalah pembuat daftar koordinat dan sosiologi wilayah China, Sri Lanka, India, Byzantium, dan Rusia Selatan. Dia menciptakan karya geografi tentang kerajaan-kerajaan dan rute perjalanan. Dimulai dari negeri China, Korea, dan Jepang. Meneliti dalam bidang kedokteran, khususnya peredaran darah dan paru-paru. Dia adalah orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia.