Islam Arab Atau Islam Cina? Islam Arab Atau Islam Cina?

Pakarsejarah.com – Teori menyangkut hadirnya Islam di Kepulauan Nusantara dikemukakan para pakar sejarah. Ada dua teori klasik yang utama ihwal penyebaran Islam di Nusantara. Pertama, dikemukakan oleh Niemann dan de Holander yang menyebutkan kalau Islam dibawa oleh pedagang Timur Tengah. Kedua, adalah teori pedagang Gujarat yang diusung oleh Pijnapel dan kemudian diteliti lanjut oleh Snouck Hurgronje, Vlekke, dan Schrieke. Agaknya teori-teori klasik itu menyandarkan validitasnya pada lapoan perjalanan yang ditulis Marcopolo yang menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi, yang ketika singgah di Aceh tahun 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi′i. Adapun peninggalan tertua kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satunya adalah makam Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis tahun 475 H/1082 M, yaitu zaman Singasari. Diperkirakan makam ini bukan penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

M.C. Ricklefs memiliki serangkaian intepretasi yang meragukan kesahihan teori klasik itu. Semisal dalam kasus batu nisan di Gresik ia menyebut tentang kemungkinan batu nisan itu hanya pemberat kapal atau mungkin batu nisan yang dipindahkan setelah muslimah itu meninggal. Dan batu itu tidak memberikan kejelasan apa-apa mengenai mapannya agama Islam di tengah-tengah penduduk Indonesia. Sampai dengan awal abad ke-14 M, Islamisasi secara besar-besaran belum terjadi di Nusantara. Baru pada pertengahan abad ke-14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Kekuatan politik itu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, dan Ternate. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu/Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Sunda. Menarik juga mengamati kisah-kisah pengislaman Nusantara yang dapat ditemui dalam historiografi tradisional.

Hikayat Raja-Raja Pasai menceritakan bagaimana Islam masuk ke Samudra dan juga tentang batu nisan Malik as-Salih bertarikh 1297 M. Dalam hikayat ini diceritakan tentang Khalifah Mekah yang mendengar adanya Samudra dan memutuskan mengirimkan sebuah kapal ke sana memenuhi ramalan Nabi Muhammad bahwa suatu saat akan ada sebuah kota besar di timur yang bernama Samudra, yang akan menghasilkan banyak orang suci. Hikayat itu dipenuhi cerita tentang proses penganutan Islam oleh raja Samudra: Marah Silau (atau Silu), bermimpi bahwa Nabi menampakkan diri padanya dan sekonyong meludah ke dalam mulutnya untuk mengalihkan pengetahuan Islam serta sekaligus menggelarinya Sultan Malik as-Salih. Cerita yang kurang lebih sama juga ditemui dalam Sejarah Melayu. Historiografi ini mengisahkan tentang pengislaman Raja Malaka. Sebagaimana Malik as-Salih yang bertemu Nabi di dalam mimpinya, demikian pula dengan Raja Malaka. Dalam pada itu, Nabi mengajarkan kepadanya cara mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal yang unik justru terjadi pada kitab Babad Tanah Jawi. Naskah Babad Tanah Jawi menuturkan tentang Islamisasi tanah Jawa yang dilakukan oleh sembilan wali (wali sanga).

Baca Juga  : Kecerdasan Buatan, Kini Dan Akan Datang

Di sini pengislaman secara formal tak tampak, namun garis genealogis yang mengacu pada Arab (baca: Timur Tengah) tetap menjadi alur utama kisah di dalamnya. Dari keseluruhan historiografi tradisional ada satu benang merah yang saling menghubungkan perihal penyebaran agama Islam di Nusantara: berasal dari Arab. Besar kemungkinan hal ini dilakukan agar ada semacam legitimasi ideologis bagi agama Islam untuk masuk ke Nusantara. Di lain pihak, hal ini juga menimbulkan bias bahwa seakan-akan Islam akan lebih sahih jika dibawa dari Arab, bukan dari wilayah lainnya. Kembali kepada persoalan diskursus teori klasik kedatangan Islam, amat dimungkinkan jika teoritisi sejarah Islam juga melihat kenyataan yang dicatat di dalam naskah-naskah kuno itu sebagai dasar menjadikan pedagang Timur Tengah sebagai pembawa Islam ke Nusantara. Juga perlu dicatat kiranya tentang dua dokumen lain yang bisa menghantarkan pada substansi Islamisasi di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa. Kedua naskah itu berisi tentang ajaran-ajaran Islam seperti yang diberikan di Jawa pada abad XVI. Salah satu naskah yang berisi tentang pertimbangan-pertimbangan terhadap hal-hal yang diperdebatkan, kemudian naskah dinisbahkan oleh G.W.J. Drewes kepada seorang ulama yang bernama Syekh Bari. Naskah kedua berisi tentang primbon yang berisi tuntunan menjalankan agama Islam yang dibuat beberapa murid ulama terkenal.

Kedua naskah itu bersifat ortodoks dan mistik, sekaligus mencerminkan mistisisme Islam dan tasawuf yang berkembang saat itu. Dan kelak Islam di Indonesia dipenuhi bid’ah dan khurafat yang pada masa selanjutnya mendorong munculnya gerakan pembaharuan sepanjang abad XIX dan XX. Dalam historiografi Indonesia, teori klasik penyebaran Islam menjadi satu monoversi yang sulit dibantah. Hal itu bercampur aduk dengan bias politik kekuasaan Orde Baru yang mengintervensi penulisan sejarah. Semisal, kasus pelarangan buku Slamet Muljana yang pernah mengajukan versi bahwa Tionghoa adalah penyebar Islam. Menurut Muljana, Islam Nusantara, dan di Jawa khususnya, bukanlah Islam “murni” dari Arab, melainkan Islam campuran yang memiliki banyak varian. Dalam bukunya, Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara Muljana menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga yang masa mudanya bernama Raden Said itu tak lain dari Gan Si Cang. Sedangkan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, menurut Muljana, adalah Toh A Bo, putra dari Tung Ka Lo, alias Sultan Trenggana. Pelarangan versi Slamet Muljana oleh pemerintah Orde Baru didasari pengkaitan Cina dalam peristiwa Gestok 1965. Semua hal yang berbau Tionghoa dilarang saat itu, sehingga “haram” hukumnya mengaitkan Tionghoa ke dalam sejarah Islam Nusantara. Sumanto Al Qurtuby dalam bukunya Arus Cina Islam Jawa juga menggugat teori klasik penyebaran Islam. Sumanto menemukan fakta bahwa nama tokoh yang menjadi agen sejarah Islam merupakan transliterasi dari nama Cina ke nama Jawa. Semisal dalam nama Bong Ping Nang misalnya, kemudian terkenal dengan nama Bonang. Raden Fatah yang punya julukan pangeran Jin Bun, dalam bahasa Cina berarti “yang gagah”. 1; maksudnya 31) sebagai peringatan waktu kelahirannya di masa ayahnya berusia 31 tahun. Tentu buku yang ditulis Sumanto tidak dilarang, karena buku ini terbit setelah Orde Baru tumbang. Namun sejauh mana masyarakat menerima versi ini, belum kelihatan secara jelas.

Kecerdasan Buatan, Kini Dan Akan Datang Kecerdasan Buatan, Kini Dan Akan Datang

Pakarsejarah.com – Tutorial ini dibuat sebagai pengantar utama pada perkuliahan Kecerdasan Buatan dan Sistem Pakar pada jurusan Ilmu Komputer dan Teknik/MIPA. Bab 1 memberikan overview pegembangan dari bidang ilmu kecerdasan buatan dan Sistem Pakar, serta berbagai contoh aplikasi nyata yang sudah dikembangkan dan digunakan saat ini. Bab ini juga menjelaskan berbagai perangkat dan metode yang umum digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kompleks dalam kehidupan. Kecerdasan buatan merupakan bidang ilmu komputer yang sangat penting di era kini dan masa akan datang untuk mewujudkan sistem komputer yang cerdas. Bidang ini telah berkembang sangat pesat di 20 tahun terakhir seiring dengan kebutuhan perangkat cerdas pada industry dan rumah tangga, oleh karena itu buku ini memaparkan berbagai pandangan modern dan hasil riset terkini yang perlu dikuasai oleh para akademisi, pelajar dan praktisi lengkap dengan implementasi nyata. Kata “intelligence” berasal dari bahasa Latin “intelligo” ang bearti “saya paham”. Barti dasar dari intelligence ialah kemampuan untuk memahami dan melakukan aksi.

Sebenarnya, area Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) atau disingkat dengan AI, bermula dari kemunculan komputer sekitar th 1940-an, meskipun sejarah perkembangannya dapat dilacak sejak zaman Mesir kuno. Pada masa ini, perhatian difokuskan pada kemampuan komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dilakukan oleh manusia. McMulloh dan Pitts pada tahun 1943 mengusulkan model matematis bernama perceptron dari neuron di dalam otak. Mereka juga menunjukkan bagaimana neuron menjadi aktif seperti saklar on-off dan neuron tersebut mampu untuk belajar dan memberikan aksi berbeda terhadap waktu dari input yang diberikan. Sumbangan terbesar di bidang AI diawali pada paper Alan Turing, pada tahun 1950 yang mencoba menjawab “Dapatkah computer berfikir” dengan menciptakan mesin Turing. Paper Alan Turing pada tahun 1950 berjudul “Computing Machineri and Intelligence” mendiskusikan syarat sebuah mesin dianggap cerdas. Dia beranggapan bahwa jika mesin dapat dengan sukses berprilaku seperti manusia, kita dapat menganggapnya cerdas. Pada akhir 1955, Newell dan Simon mengembangkan The Logic Theorist, program AI pertama.

Program ini merepresentasikan masalah sebagai model pohon, lalu penyelesaiannya dengan memilih cabang yang akan menghasilkan kesimpulan terbenar. Program ini berdampak besar dan menjadi batu loncatan penting dalam mengembangkan bidang AI. Pada tahun 1956 John McCarthy dari Massacuhetts Institute of Technology dianggap sebagai bapak AI, menyelenggarakan konferensi untuk menarik para ahli komputer bertemu, dengan nama kegiatan “The Dartmouth summer research project on artificial intelligence.” Konferensi Dartmouth itu mempertemukan para pendiri dalam AI, dan bertugas untuk meletakkan dasar bagi masa depan pemgembangan dan penelitian AI. Pada tahun 1960 hingga 1970, muncul berbagai dikusi bagaimana komputer dapat meniru sedetail mungkin pada kemampuan otak manusia, dimana saat itu dapat dikategorikan sebagai “classical AI”. Pada tahun 1980, dimana computer yang semakin mudah diperoleh dengan harga yang lebih murah menjadikan berbagai riset di bidang kecerdasan buatan berkembang sangat pesat pada berbagai universitas. Tabel 1.1 merupakan rangkuman sejarah penting pengembagan bidang Kecerdasan Buatan. Saat ini, hampir semua perangkat komputer dan perangkat elektronika canggih menerapkan kccerdasan buatan untuk membuat sistem lebih handal. Di masa yang akan datang, diperkirakan semua perangkat elektronika dan komputer menjadi jauh lebih cerdas karena telah ditanamkan berbagai metode kecerdasan buatan.

Supaya komputer dapat bertindak seperti atau serupa dengan manusia, maka komputer harus diberi bekal pengetahuan, dan mempunyai kemampuan untuk menalar. Penerapan bidang AI beraneka ragam. NLP mempelajari bagaimana bahasa alami itu diolah sedemikian hingga user dapat berkomunikasi dengan komputer. Cabang ilmu ini erat kaitannya dengan pembangunan arti/makna dari image ke obyek secara fisik. Yang dibutuhkan didalamnya adalah metode-metode untuk memperoleh, melakukan proses, menganalisa dan memahami image. Apabila cabang ilmu ini dikombinasikan dengan Artificial Intelligence secara umum akan mampu menghasilkan sebuah visual intelligence system. Bidang ilmu inilah yang mempelajari bagaimana merancang robot yang berguna bagi industry dan mampu membantu manusia, bahkan yang nantinya bisa menggantikan fungsi manusia. Robot mampu melakukan beberapa task dengan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Untuk melakukan hal tersebut, robot diperlengkapi dengan actuator seperti lengan, roda, kaki, dll. Kemudian, robot juga diperlengkapi dengan sensor, yang memampukan mereka untuk menerima dan bereaksi terhadap environment mereka Al-Jajari (1136-1206) seorang ilmuwan Islam pada dinasti Artuqid yang dianggap pertama kali menciptakan robot humanoid dimana berfungsi sebagai 4 musisi, hebat kan? Bahkan pada tahun 1796 sudah dihasilkan boneka mekanik bernama Karakuri yang mampu menuangkan air teh atau menulis karakter Kanji yang dibuat oleh Hisashige Tanaka.

Tokoh Ahli Geografi Islam - Tokoh Ternama Tokoh Ahli Geografi Islam - Tokoh Ternama

Pakarsejarah.com – Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan pernah dirasakan umat Islam berabad-abad lampau. Ketika itu, banyak ilmuwan dan cendekiawan Muslim mengharu biru jagad keilmuan dunia yang hingga kini pun karya-karya mereka masih menjadi bahan rujukan. Dalam kaitan ini, seorang Muslim bernama al-Ya’qubi terkenal sebagai ahli di bidang ilmu geografi. Sejarah mencatat, dia hidup di Baghdad pada masa pemerintahan khalifah Abbasiyah, al-Mu’tamid (257 H/870 M – 279 H/892 M). Selain pakar pada bidang geografi, al-Ya’qubi juga dikenal sebagai seorang sejarawan dan pengembara. Tidak diketahui secara pasti tanggal lahir dari tokoh bernama lengkap Ahmad bin Abi Ya’qub Ishaq bin Ja’far bin Wahab bin Waddih ini. Hanya yang jelas, kakeknya adalah seorang maula’ (budak) khalifah Abbasiyah, al-Mansur. Kariernya terbilang cukup cemerlang di kerajaan. Ia misalnya pernah menjadi sekretaris al-khalifah (negara) Abbasiyah. Ia juga sempat mengadakan pengembaraan panjang ke Armenia, Transoksania (Asia Tengah), Iran, India, Mesir, Hedzjaz (Hijaz) serta Afrika Utara. Dalam pengembaraannya tersebut banyak informasi mengenai sejarah dan geografi yang ia peroleh. Berdasarkan pengalamannya pergi ke sejumlah negara, maka pada tahun 891 al-Ya’qubi menulis sebuah buku berjudul Kitab al-Buldan (Buku Negeri-negeri).

Buku ini termasuk kitab yang tertua dalam sejarah ilmu geografi dunia. Karenanya, buku tersebut pun lantas diterbitkan kembali oleh sebuah penerbit di Leiden, Belanda, dengan mengambil judul Ibn Waddih qui dicitur al-Ya’qubi historiae. Di samping itu, bagi negara-negara yang dikunjungi dan termuat dalam buku tadi, merupakan informasi kesejarahan tidak ternilai. Pada awal bukunya, al-Ya’qubi menerangkan secara terperinci kota Baghdad dan Samarra (utara Baghdad). Setelah itu berturut-turut ia menggambarkan mengenai negeri Iran, Semenanjung Arabia, Suriah, Mesir, Nubia (utara Sudan), Afrika Utara dan lainnya. Tak hanya mengenai geografi wilayah, buku itu juga menerangkan tentang keadaan sosial dan sejarah dinasti-dinasti yang sedang berkuasa di masing-masing negeri.

Ada satu buku karyanya lagi yang juga terkenal, yakni Tarikh al-Ya’qubi, buku ini pun sudah diterbitkan kembali di Leiden dalam dua jilid. Dalam bukunya al-Ya’qubi masih mempertahankan ciri khasnya, yakni kronologis yang akurat. Pada jilid pertama, difokuskan pada sejarah dunia kuno, seperti peristiwa-peristiwa yang berhubungan pada penciptaan alam semesta, Nabi Adam AS dan putra-putranya, peristiwa banjir besar pada zaman Nabi Nuh AS dan masih banyak lagi. Kemudian ia melukiskan sejarah kerajaankerajaan kuno, semisal Assyria, Babylonia, Abessinia, India, Yunani, Romawi, Persia, Cina, Armenia dan lain-lain.

Dalam setiap kali melukiskan kerajaan-kerajaan itu, dia kerap mengdeskripsikan keterangan geografis, iklim, agama serta kepercayaan dan perkembangan ilmu pengetahuan mereka, termasuk filsafat dan kebudayaannya. Sementara jilid kedua, berisi sejarah Islam yang disusun berdasarkan urutan para khalifah, hingga tahun 259 H pada masa pemerintahan al-Mu’tamid. Diawali dengan kelahiran, riwayat hidup serta perang yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, baru kemudian tentang para khalifah. Di samping dua buku tadi, al-Ya’qubi juga meninggalkan sebuah makalah yang merupakan penggalan lain dari Tarikh al-Ya’qubi yang diterbitkan oleh Matbaah an-Najaf al-Asyraf di Irak dan sebuah karya singkat berjudul Musyakalah an-Nass li Zamanihim (Kesamaan Manusia pada Masa Mereka).

Baca Juga  : 10 Ilmuwan Muslim Dan Penemuannya Untuk Peradaban Manusia

Buku yang satu ini –sudah diterbitkan kembali di Beirut– membahas bagaimana masyarakat berusaha mengikuti dan mencontoh kehidupan para penguasa, terutama tentang para khalifah Umayyah dan Abbasiyah. Kitab al-Buldan bisa disebut sebagai kitab paling berharga dalam bentuk karya rihlah (pengembaraan) dan ilmu geografi. Di dalamnya dijelaskan pengembaraan yang dia lakukan dan tugas-tugas negara yang dia emban, yaitu pada masa dinasti Tahiriah di Khurasan dan dinasti Tulun di Mesir dan Suriah, di samping sejumlah informasi yang dikutipnya dari yang lain.

Al-Ya’qubi menggunakan langgam sejarah sendiri tanpa mengikuti langgam sejarah sebelumnya. Ia juga berusaha mengembangkan pendekatan eksperimental dalam menulis. Pengembaraan al-Ya’qubi ke Transoksania memberikan manfaat besar bagi generasi berikutnya. Misalnya, ia menyaksikan langsung bagaimana para khalifah Abbasiyah mengambil anak-anak berkebangsaan Turki dan Fergana di Turkistan, dan menuangkannya dalam buku al-Buldan. Ia berkata, “Ekspansi Islam sudah sampai ke negeri Transoksania. Para pegawai di sana mengirimkan hadiah-hadiah kepada khalifah, di antaranya dalam bentuk anak-anak berkebangsaan Turki dan Fergana. Pengambilan seperti itu semakin mudah pada masa al-Mu’tasim karena ibunya berasal dari sana.

Pengambilan anak-anak itu mencapai jumlah ribuan, sebagian dibeli dan sebagian lagi dalam bentuk hadiah. Jumlah mereka terus bertambah banyak hingga mencapai 18 ribu, semuanya menetap di Baghdad. Penduduk Baghdad menjadi resah karena tingkah laku mereka yang buruk. Sehubungan dengan itu, al-Mu’tasim kemudian mendirikan sebuah kota di sebelah utara Baghdad untuk mereka, yaitu kota Samarra. Sebagian besar mereka kemudian dijadikan tentara.” Setiap kali, al-Ya’qubi menceritakan secara mendetil tentang negeri-negeri yang pernah dikunjunginya. Jalan-jalan digambarkan dengan sangat terperinci, begitu pula ladangladang gandum, perkebunan kurma, taman-taman dan sungai serta sumber-sumber air, sebagaimana ia menggambarkan corak masyarakatnya yang majemuk.

10 Ilmuwan Muslim Dan Penemuannya Untuk Peradaban Manusia 10 Ilmuwan Muslim Dan Penemuannya Untuk Peradaban Manusia
Pakarsejarah.com –  Abu Al Zahrawi merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan yang berasal dari Andalusia. Dia merupakan penemu asli dari teknik pengobatan patah tulang dengan menggunakan gips sebagaimana yang dilakukan pada era modern ini. Sebagai seorang dokter era kekalifahan, dia sangat berjasa dalam mewariskan ilmu kedokteran yang penting bagi era modern ini. Al Zahrawi lahir pada tahun 936 di kota Al Zahra yaitu sebuah kota yang terletak di dekat Kordoba di Andalusia yang sekarang dikenal dengan negara modern Spanyol di Eropa. Kota Al Zahra sendiri dibangun pada tahun 936 Masehi oleh Khalifah Abd Al rahman Al Nasir III yang berkuasa antara tahun 912 hingga 961 Masehi. Ayah Al Zahrawi merupakan seorang penguasa kedelapan dari Bani Umayyah di Andalusia yang bernama Abbas. Menurut catatan sejarah keluarga ayah Al Zahrawi aslinya dari Madinah yang pindah ke Andalusia. Al Zahrawi selain termasyhur sebagai dokter yang hebat juga termasyhur karena sebagai seorang Muslim yang taat.

Dalam buku Historigrafi Islam Kontemporer, seorang penulis dari perpustakaan Viliyuddin Istanbul Turki menyatakan Al Zahrawi hidup bagaikan seorang sufi. Kebanyakan dia melakukan pengobatan kepada para pasiennya secara cuma-cuma. Dia sering kali tidak meminta bayaran kepada para pasiennya. Sebab dia menganggap melakukan pengobatan kepada para pasiennya merupakan bagian dari amal atau sedekah. Dia merupakan orang yang begitu pemurah serta baik budi pekertinya. Selain membuka praktek pribadi, Al Zahrawi juga bekerja sebagai dokter pribadi Khalifah Al Hakam II yang memerintah Kordoba di Andalusia yang merupakan putra dari Kalifah Abdurrahman III (An-Nasir). Dia melakukan perjanjian damai dengan kerajaan Kristen di Iberia utara dan menggunakan kondisi yang stabil untuk mengembangkan agrikultur melalui pembangunan irigasi. Selain itu dia juga meningkatkan perkembangan ekonomi dengan memperluas jalan dan pembangunan pasar. Kehebatan Al Zahrawi sebagai seorang dokter tak dapat diragukan lagi. Salah satu sumbangan pemikiran Al Zahrawi yang begitu besar bagi kemajuan perkembangan ilmu kedokteran modern adalah penggunaan gips bagi penderita patah tulang maupun geser tulang agar tulang yang patah bisa tersambung kembali. Sedangkan tulang yang geser, bisa kembali ke tempatnya semula. Tulang yang patah tersebut digips atau dibalut semacam semen. Salah satu karya fenomenal Al Zahrawi merupakan Kitab Al-Tasrif.

Baca Juga  : Pakar Maroko Nilai Indonesia Tidak Lahirkan Ulama Tingkat Dunia

Kitab tersebut berisi penyiapan aneka obat-obatan yang diperlukan untuk penyembuhan setelah dilakukannya proses operasi. Dalam penyiapan obat-obatan itu, dia mengenalkan tehnik sublimasi. Kitab Al Tasrif sendiri begitu populer dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa oleh para penulis. Terjemahan Kitab Al Tasrif pernah diterbitkan pada tahun 1519 dengan judul Liber Theoricae nec non Practicae Alsaharavii. Salah satu risalah buku tersebut juga diterjemahkan dalam bahasa Ibrani dan Latin oleh Simone di Genova dan Abraham Indaeus pada abad ke-13. Salinan Kitab Al Tasrif juga juga diterbitkan di Venice pada tahun 1471 dengan judul Liber Servitoris. Risalah lain dalam Kitab Al Tasrif juga diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gerardo van Cremona di Toledo pada abad ke-12 dengan judul Liber Alsaharavi di Cirurgia. Dengan demikian kitab karya Al Zahrawi semakin termasyhur di seluruh Eropa. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya karya Al Zahrawi tersebut bagi dunia. Kitabnya yang mengandung sejumlah diagram dan ilustrasi alat bedah yang digunakan Al Zahrawi ini menjadi buku wajib mahasiswa kedokteran di berbagai kampus-kampus. Al Zahrawi menjadi pakar kedokteran yang termasyhur pada zamannya. Bahkan hingga lima abad setelah dia meninggal, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter di berbagai belahan dunia. Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kedokterannya masuk dalam kurikulum jurusan kedokteran di seluruh Eropa.

Proses pembangunan sistem pakar biasanya disebut dengan rekayasa pengetahuan. Biasanya melibatkan interaksi yang spesial antara orang yang membangun sistem pakar yang disebut teknisi pengetahuan. Biasanya terdapat satu atau lebih pakar dalam lingkup masalah tertentu. Teknisi pengetahuan mengambil informasi dari pakar berupa prosedur, strategi, dan aturan-aturan untuk menyelesaikan masalah, lalu membangun pengetahuan itu menjadi sebuah sistem pakar, seperti yang ditunjukkan pada skema di bawah ini. Hasilnya adalah sebuah program komputer yang dapat memecahkan masalah dengan cara yang hampir sama seperti para ahli. Paul E. Johnson, seorang ilmuwan yang telah menghabiskan bertahun-tahun waktunya untuk mempelajari perilaku ahli manusia, cukup baik menggambarkan apa yang dimaksud dengan ahli. “Seorang ahli yaitu orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan hal-hal yang kebanyakan orang tidak bisa. Seorang ahli bukan hanya sekedar mahir, tetapi juga lancar mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah. Seorang ahli mengetahui banyak hal dalam menerapkan apa yang mereka ketahui dalam menyelesaikan suatu masalah.

Tokoh Ilmuwan Muslim Dan Peranannya Pada MasaBani Umayyah Sampai Masa Bani Abbasiyah Tokoh Ilmuwan Muslim Dan Peranannya Pada MasaBani Umayyah Sampai Masa Bani Abbasiyah

Pakarsejarah.com – Tokoh Ilmuwan Muslim Dan Peranannya Pada MasaBani Umayyah Sampai Masa Bani Abbasiyah . Sepeninggal kepemimpinan Khulafaur Rasyidin , kepemimpinan Islam dipegang oleh dua Dinasti besar yang mengubah bentuk pemerintahan dari system Demokrasi Islam menjadi Teokrasi atau Monarki kerajaan . Dinasti itu adalah Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah. Dinasti Umayyah berkeuasa Kurang lebih 90 tahun , sedangkan dinasti Abbasiyah berkuasa kurang lebih 5 abab .perkembangan ilmu pengetahuan dinasti itu sangat berbeda ,karena waktu kepemimpinanya berbeda . Pada masa dinasti umayyah berkuasa, Ilmu pengetahuan dalam Islam baru mulai berkembang . Dinasti Abbasiyah berkuasa , ilmuy pengetahuan dalam islam telah mencapai puncak kejayaannya . Abbasiyah I dan II. Selama masa itu pula , banyak para tokoh ilmuan yang berperan penting dalam mencapai perkembangan dan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dalam duani Islam. Selain para Khalifah dinasti Umayyah sendiri , yang turut berperan dalam memajukan ilmu pengetahuan dan peradaban bangsa islam bangsa umayyah adalah ilmuan yang hidup dalam masa itu .

Diantara tokoh ilmuan yang berperan penting memajukan ilmu pengetahuan,sosial,dan seni budaya pada masa dinasti umayyah adalah sebagai berikut. 1. Nu’man bin Bashir Al Anshari, wafat pada tahun 65H/684M. ia adalah seorang ahli tata bahasa Aab dan seorang penyair keimanan. 2.Ibnu Magfarah Al Hamiri, wafat pada tahun 69H/689 M. ia adalah seorang pakar ilmu bahasa atau linguistic. 3.Miskin ad Damiry, wafat pada tahun 95H/14M.ia adalah seorang pakar ilmu bahasa atau sastra. 4. Al Ahktal wafat pada tahun 111H/730M. ia adalah seorang penyair terkenal di masanya, yang mempunyai diwan atau syair tersendiri. 5.Jarir,wafat pada tanggal 111H/730M. ia juga adalah seorang penyair yang termasyur pada masa itu. 6. Abul Aswad Ad Dualy,wafat pada 98H/716M. ia adalah seorang pakar bahasa Arab , ahli gramatika,dan linguistic arab. 7. Al Farazdaq, wafat pada tahun 90H/709M. ia adalah seorang penyair terkenal. 8. Abu Najm Ar Rajir, wafat pada 130 H/ 748M. ai adalah seorang pakar bahasa dan sastra.

9. A’sya Rabi ‘ah, wafat pada tahun 85H/705M. ia adalah seorang penyair wanita ternama. 10. Ar-Raj, wafat pada tahun 90h/709M. ia adalah seorang pakar bahasa dan sastra. Al Ulumus Syari’ah, yaitu ilmu-ilmu Agama Islam, seperti Fiqih, tafsir Al-Qur’an dan sebagainya. Al Ulumul Lisaniyah, yaitu ilmu-ilmu yang perlu untuk memastikan bacaan Al Qur’an, menafsirkan dan memahaminya. Tarikh, yang meliputi tarikh kaum muslimin dan segala perjuangannya, riwayat hidup pemimpin-pemimpin mereka, serta tarikh umum, yaitu tarikh bangsa-bangsa lain. Ilmu Qiraat, yaitu ilmu yang membahas tentang membaca Al Qur’an. Pada masa ini termasyhurlah tujuh macam bacaan Al Qur’an yang terkenal dengan Qiraat Sab’ah yang kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan, yaitu cara bacaan yang dinisbahkan kepad acara membacayang dikemukakan oleh tujuh orang ahli qraat, yaitu Abdullah bin Katsir (w. Ashim bin Abi Nujud (w. Abdullah bin Amir Al Jashsahash (w. Ali bin Hamzah Abu Hasan al Kisai (w. Hamzah bin Habib Az-Zaiyat (w. Abu Amr bin Al Ala (w.

Baca Juga  : Perancangan Ini Menggunakan Teknik Sampling

Ilmu Tafsir, yaitu ilmu yang membahas tentang undang-undang dalam menafsirkan Al Qur’an. Pada masa ini muncul ahli Tafsir yang terkenal seperti Ibnu Abbas dari kalangan sahabat (w. Ilmu Hadis, yaitu ilmu yang ditujukan untuk menjelaskan riwayat dan sanad al-Hadis, karena banyak Hadis yang bukan berasal dari Rasulullah. Diantara Muhaddis yang terkenal pada masa ini ialah Az Zuhry (w. Ibnu Abi Malikah (w. Al Auza’i Abdur Rahman bin Amr (w. Ilmu Nahwu, yaitu ilmu yang menjelaskan cara membaca suatu kalimat didalam berbagai posisinya. Ilmu ini muncul setelah banyak bangsa-bangsa yang bukan Arab masuk Islam dan negeri-negeri mereka menjadi wilayah negara Islam. Adapun penyusun ilmu Nahwu yang pertama dan membukukannya seperti halnya sekarang adalah Abu Aswad Ad Dualy (w. Beliau belajar dari Ali bin Abi Thalib, sehingga ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib sebagai Bapaknya ilmu Nahwu. Ilmu Bumi (al- Jughrafia). Ilmu ini muncul oleh karena adanya kebutuhan kaum muslimin pada saat itu, yaitu untuk keperluan menunaikan ibadah Haji, menuntut ilmu dan dakwah, seseorang agar tidak tersesat di perjalanan, perlu kepada ilmu yang memebahas tentang keadaan letak wilayah.

Perancangan Ini Menggunakan Teknik Sampling Perancangan Ini Menggunakan Teknik Sampling

Pakarsejarah.com – Kerajaan Majapahit adalah kerajaan terbesar yang pernah menguasai hampir seluruh Asia Tenggara. Oleh karena itu pada tanggal 20 – 22 November 2014, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, dalam Rakor Pelestarian Seni Budaya Jawa Timur, menyusun sebuah strategi untuk mengangkat kekayaan budaya lokal tersebut melalui film animasi. Perancangan ini menggunakan teknik sampling: secara geografis, bertempat tinggal di Indonesia yang terjangkau sinyal televisi analog; secara demogrfis, berusia antara 13-17 tahun, pendidikan SMP – SMA; secara psikografis, suka petualangan, suka nonton TV, tidak memiliki ketertarikan pada sejarah. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan pengumpulan data secara kualitatif dengan data primer berupa literatur- literatur ilmiah dan pakar animasi serta pakar sejarah. Dan data sekunder berupa studi eksisting berdasarkan film-film lokal Indonesia, literatur dan teori-teori terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk membuat karakter animasi yang unik berlatarbelakang sejarah, tidak cukup dengan mencontoh data sejarah yang ada namun perlu dimodifikasi sesuai dengan tren yang ada saat ini baik dari bentuk tubuh, pakaian dan warna secara keseluruhan tanpa menghilangkan ciri khas berdasarkan data sejarah yang ada. Adapun hasil akhir dari perancangan ini adalah video turntable masing-masing karakter dan trailer film animasi 3D berjudul “Sanggramawijaya”.

Komponen sistem pakar ini disusun atas dua elemen dasar, yaitu fakta dan aturan. Fakta merupakan informasi tentang objek dalam area permasalahan tertentu, sedangkan aturan merupakan informasi tentang cara bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui. Dalam studi kasus pada sistem yang berbasis pengetahuan terdapat beberapa karekteristik yang dibangun untuk membantu kita dalam membentuk serangkaian prinsip – prinsip arsitekturnya. Pengetahuan merupakan kunci kekuatan sistem pakar. Pengetahuan sering tidak pasti dan tidak lengkap. Pengetahuan sering miskin spesifikasi. Amatir menjadi ahli secara bertahap. Sistem pakar harus fleksibel. Sistem pakar harus transparan. Sejarah penelitian di bidang kecerdasan buatan telah menunjukan berulang kali bahwa pengetahuan adalah kunci setiap sistem cerdas (intelligence system). Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer dan informasi keahlian dalam menyelesaikan masalh dari sumber pengetahuan ke dalam program komputer. Dalam tahap ini knowledge engineer berusaha menyerap pengetahuan untuk selanjutnya ditransfer ke dalam basis pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dari pakar, dilengkapi dengan buku, basis data, laporan penelitian dan pengalaman pemakai. Komponen ini mengandung mekanisme pola pikir dan penalaran yang digunakan oleh pakar dalam menyelesaikan suatu masalah.

Mesin inferensi adalah program komputer yang memberikan metodologi untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam basis pengetahuan dan dalam workplace untuk memformulasikan kesimpulan. Workplace merupakan area dari sekumpulan memori kerja (working memory). Rencana : Bagaimana Menghadapi masalah? Agenda : Aksi – aksi yang potensial. Solusi : Calon aksi yang akan dibangkitkan. Fasilitas penjelasan adalah komponen tambahan yang akan meningkatkan kemampuan sistem pakar, Komponen ini menggambarkan penalaran sistem kepada pemakai. Fungsi ini memungkinkan bahwa perusahaan akan dapat memenuhi kebutuhannya atas permintaan konsumen tanpa tergantung pada suplier barang. Mengapa pertanyaan tertentu ditanyakan oleh sistem pakar. Bagaimana kesimpulan tertentu diperoleh. Mengapa alternatif tertentu ditolak. Apa rencana untuk memperoleh penyelesaian. Ada beberapa metode untuk merepresentasikan pengetahuan. Biasanya yang digunakan adalah metode kalkulus prediksi, bingkai (frame), jaringan sematik (sematic network), kaidah produksi dan representasi logika (logic). Kalkulus predikat merupakan cara sederhana untuk merepresentasikan pengetahuan secara deklaratif. Dalam kalkulus predikat, pernyataan deklaratif dibagi atas dua bagian yaitu bagian predikat dan argumen.

Baca Juga  : Sejarah Perkembangan Ekonomi Islam Dunia

Bingkai adalah blok – blok atau potongan – potongan yang berisi pengetahuan mengenai obyek – obyek khusus, kejadian, lokasi, situasi ataupun elemen – elemen lainnya dengan ukuran yang relatif besar. Blok – blok ini menggunakan obyek – obyek tersebut secara lebih terperinci. Detail diberikan dalam bentuk rak (slot) yang menggambarkan berbagai atribut dan karakteristik daripada obyek tersebut. Berikut adalah contoh tabel model representasi pengetahuan bingkai (frame).

Gejala a. Bersin b. Obat a. Ultra Flu b. Jaringan sematik merupakan cara merepresentasikan pengetahuan yang paling tua dan paling mudah. Cara ini merupakan penggambaran grafis dari pengetahuan yang memperlihatkan hubungan hirarkis dari obyek – obyek. Obyek direpresentasikan sebagai simpul pada suatu grafis dan hubungan antara obyek – obyek dinyatakan oleh garis penghubung berlabel. Contoh jaringan sematik yang mudah ditemui adalah garis keturunan dari suatu keluarga. Metode kaidah produksi biasanya dituliskan dalam bentuk jika maka (if-then). Kaidah ini dapat dikatakan sebagai hubungan implikasi dua bagian, yaitu bagian premise (jika) dan bagian konklusi (maka). Apabila bagian promise dipenuhi maka bagian konkusi juga akan bernilai benar.

Sebuah kaidah terdiri dari klausa – klausa. Sebuah kalusa mirip sebuah kalimat dengan subyek. Kata kerja dan obyek yang menyatakan suatu fakta. Ada sebuah klausa premise dari sebuah klausa konklusi pada setiap kaidah. Suatu kaidah juga dapat terdiri atas beberapa premise dan lebih dari satu konklusi. Antara premise dan konklusi dapat dihubungkan dengan “atau” dan “dan”. Tahapan identifikasi merupakan tahapan untuk menganalisa permasalahan yang ada dengan menentukan batasan masalah yang akan dianalisa, sistem pakar yang terlihat, sumber daya yang diperlukan dan tujuan yang akan dicapai.

Tahapan Konseptualisasi merupakan tahapan dimana pengetahuan dan pakar menentukan konsep yang kemudian dikembangkan menjadi suatu sistem pakar. Dari konsep tersebut unsur yang terlibat akan dirinci dan dikaji hubungan antara unsur serta mekanisme yang pengendalian yang diperlukan untuk mencapai sebuah solusi yang terbaik. Tahapan formalisasi merupakan tahapan dimana hubungan antara unsur digambarkan dalam bentuk format yang biasa digunakan dalam sistem pakar. Tahap ini juga menentukan alat pembangunan sistem, teknik inferensi dan struktur data yang digunakan pada sistem pakar. Tahapan implementasi merupakan tahap yang sangant penting karena disinilah sistem pakar yang dibuat akan diterapkan dalam bentuk program komputer.

Sejarah Perkembangan Ekonomi Islam Dunia Sejarah Perkembangan Ekonomi Islam Dunia
Pakarsejarah.com – Pembaca yang budiman, Perkembangan Ekonomi Islam atau yang dikenal dengan Ekonomi Syariah di dunia ini dalam tiga Dekade terakhir semakin berkembang secara perlahan seiring dengan banyaknya bank-bank yang menggunakan sistem syariah (bagi hasil) dalam sistem perbankan nya. Berkembangnya Ekonomi Islam di dunia ini banyak menjadi solusi di beberapa negara yang menganggap bahwa Bunga (Riba) bukanlah solusi terbaik dalam perbankan. Nah yang penulis mau bahas hari ini adalah “Sejarah Berkembangnya Ekonomi Islam Dunia”. Aplikasi dari Keuangan Islam di Dunia ini dimulai dari pendirian bank islam pertama di Mesir pada tahun 1963 yaitu Mit Ghamr Local Saving Bank yang merupakan tonggak sejarah dalam sejarah perkembangan sistem perbankan seperti Simpanan, Pinjaman, Penyertaan modal, Investasi langsung dll.
Mit Ghamr Local Saving Bank ini di dirikan oleh Dr Ahmad Elnaggar pada tahun 1963 yang mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis bagi hasil di Kota Mit Ghamr, Mesir. Eksperimen ini dilakukan sampai tahun 1967, dan saat itu sudah ada 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. Pengenalan sistem perbankan yang berdasarkan Islam yang dilakukan Mit Ghamr mendapat sambutan yang hangat dari penduduk setempat.

Hal ini terbukti dari jumlah nasabah yang pada akhir tahun buku 1963/1964 tercatat sebanyak 17.560 menjadi 251.152 pada akhir tahun buku 1966/1967. Salah satu yang menyebabkan peningkatan adalah adanya rasa saling memiliki diantara masyarakat tentang sistem ini dan inilah yang menjadikan Mit Ghamr Local Saving Bank bank yang paling sukses dan inovatif di masa modern. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi umat Muslim di seluruh dunia dan menumbuhkan kesadaranbahwa dalam bisnis modernprinsip-prinsip ekonomi Islam dapat diaplikasikan.

Kemunculan Ekonomi Islam modern di panggung international dimulai pada tahun 1970-an yang ditandai dengan adanya pakar ekonomi kontemporer seperti Kursyid Ahmad, An-Naqvi, M. Umer Chapra, dll. Bahkan di eropa sudah ada bank yang didirikan tahun 1983 yaitu The Islamic Bank International of Denmark. Sementara negara-negara seperti Pakistan, Iran, dan Sudan, berinisiatifmenerapkan system keuangan Islam secara total, sehingga semua lembaga keuangan di negara tersebut beroperasi tanpa menggunakan bunga. Sistem ekonomi Islam menjadi alternatif pilihan karena karena sistem ekonomi Islam berbeda dengan sistem-sistem ekonomi yang lain.

Tujuan ekonomi Islam bukan semata-mata pada materi saja, tetapi mencakup berbagai aspek sepert: kesejahteraan, kehidupan yang lebih baik, memberikan nilai yang sangat tinggi bagi persaudaraan dan keadilan sosial ekonomi, dan menuntut suatu kepuasan yang seimbang, baik dalam kebutuhan materi maupun rohani bagi seluruh ummat manusia. Bahkan saat ini sudah banyak negara yang sudah mendirikan Departemen atau Fakultas Ekonomi Islam di universitas-universitas mereka, bahkan sudah mulai meng-Islamkan lembaga pebankan mereka dan didukung oleh gerakan ekonomi syariah yang mencakup semua aspek ekonomi sebagaimana didefinisikan oleh Umer Chapra dalam bukunya The Future of Economics.

Baca Juga  : Makalah Periodisasi Sejarah Peradaban Islam

Sedangkan penerapan prinsip syariah pada sektor di luar industri perbankan dimulai pada industri asuransi (Takaful). Asuransi yang pertama kali didirikan adalah Asuransi Takaful di Sudan pada tahun 1979, yang dikelola oleh Dar al-Mal al-Islami Group. Dar al-Mal melebarkan sayap bisnisnya ke negara-negara Eropa dan Asia lainnya. Setidaknya ada empat asuransi takaful dan retakaful pada tahun 1983, yang berpusat di Luxembourg, Inggris dll. 4 triliun. Sedangkan, dalam 8-10 tahun kedepan 40%-50% dari total dana simpanan umat muslim yang berjumlah 1.3 miliar, diproyeksikan berada pada institusi keuangan Islam global.

Basis pengetahuan merupakan hal yang sangat penting dari sitem pakar, bahkan basis pengetahuan bisa diibaratkan sebagai inti dari sistem pakar.Basis Pengetahuan merupakan representasi pengetahuan dari pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta dan kaidah. Fakta adalah informasi tentang objek, peristiwa, atau situasi. Kaidah adalah cara untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui. Mesin inferensi merupakan otak dari sistem pakar. Mesin inferensi digunakan untuk melakukan penalaran dari suatu kondisi dengan di dasarkan pada basis pengetahuan yang sudah ada sebelumnya.

Pada komponen ini terjadi proses pemanipulasian fakta yang ada pada basis pengetahuan untuk menghasilkan solusi. Strategi penalaran terdiri dari dua jenis yaitu penalaran pasti (Exact Reasoning) dan penalaran tak pasti (Inexact Reasoning). Exact reasoning digunakan ketika semua data yang dibutuhkan untuk menarik kesimpulan sudah tersedia, sebaliknya terhadap inexact reasoning. Fasilitas ini digunakan sebagai perantara komunikasi antara pemakai dengan sistem. Aamodt, Agnar, and Enric Plaza. “Case-Based Reasoning : Foundational Issues, Methodological Variations, and System Approaches”. Althoff, Klaus-Dieter, Ralph Bergmann, andL. Karl Branting, eds.” Case-Based Rreasoning research and development: proceedings of the Third International Conference on Case-Based Reasoning”. Dimitris Bertsimas and John Tsitsiklis.

Makalah Periodisasi Sejarah Peradaban Islam Makalah Periodisasi Sejarah Peradaban Islam
Pakarsejarah.com – Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT Tuhan yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah Sejarah Peradaban Islam dengan judul “Sejarah Peradaban Islam Sebagai Ilmu Pengetahuan” dengan tepat waktu. Sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada panutan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga nya, sahabat-sahabatnya, dan kita semua selaku umatnya. Makalah ini tidak akan selesai tepat waktu tanpa bantuan dari berbagai pihak. 2. Semua pihak yang turut membantu pembuatan makalah ini yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Tak ada gading yang tak retak. Demikian pula, tak ada karya yang sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembahas untuk kemajuan makalah ini di masa mendatang. Akhir kata, diharapkan makalah ini dapat membuka wawasan mengenai sejarah peradaban islam. Sehingga pengetahuan kita tentang sejarah peradaban islam semakin bertambah. Dalam sejarah kebudayaan ummat manusia proses tukar-menukar dan interaksi (intermingling) atau pinjam meminjam konsep antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lain memang senantiasa terjadi, seperti yang terjadi antara kebudayaan Barat dan peradaban Islam. Dalam proses ini selalu terdapat sikap resistensi dan akseptansi.

Namun dalam kondisi dimana suatu kebudayaan itu lebih kuat dibanding yang lain yang tejadi adalah dominasi yang kuat terhadap yang lemah. Istilah Ibn Khaldun, “masyarakat yang ditaklukkan, cenderung meniru budaya penakluknya”. Ketika peradaban Islam menjadi sangat kuat dan dominan pada abad pertengahan, masyarakat Eropa cenderung meniru atau “berkiblat ke Islam”. Kini ketika giliran kebudayaan Barat yang kuat dan dominan maka proses peniruan itu juga terjadi. Terbukti sejak kebangkitan Barat dan lemahnya kekuasaan politik Islam, para ilmuwan Muslim belajar berbagai disiplin ilmu termasuk Islam ke Barat dalam rangka meminjam. Hanya saja karena peradaban Islam dalam kondisi terhegemoni maka kemampuan menfilter konsep-konsep dalam pemikiran dan kebudayaan Barat juga lemah. 1. Jelaskan tentang pengertian sejarah peradaban islam ! 2. Jelaskan tentang sejarah peradaban islam sebagai ilmu pengetahuan ! 3. Jelaskan tentang dasar-dasar peradaban islam ? 4. Jelaskan tentang periodesasi perkembangan peradaban islam ! Pengertian Sejarah yang dalam bahasa arab disebut Tarikh/sirah atau history dalam bahasa Inggris, adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan kronologi berbagai pristiwa. Sejarah Peradaban Islam diartikan sebagai perekembangan atau kemajuan kebudayaan islam dalam perspektif sejarahnya.

Baca Juga  : Jejak Kejayaan Ilmu Pengetahuan Dan Ilmuwan Muslim Andalusia

Namun ada pengertian pengertian lain mengenai Sejarah Peradaban Islam yaitu kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang di hasilkan dalam satu periode kekuasaan islam mulai dari periode nabi Muhammad Saw sampai perkembangan kekuasaan islam sekarang. Sejarah Peradaban Islam juga diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh ummat islam dalam lapangan kesustraan, ilmu pengetahuan dan kesenian. Sejarah Peradaban Islam erat kaitanya dengan Sejarah Kebudayaan Islam namun terdapat perbedaan antara keduanya, perbedaan antara keduanya yaitu Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan manifestasi-manifestasinya adalah bentuk mekanik teknologis lebih berkaitan dengan Peradaban. Kalau Kebudayaan lebih di refleksikan dalam seni, sastra, dan moral maka Peradaban di refleksikan pada politik, ekonomi, dan teknologi. Kenapa Sejarah Peradaban Islam menjadi sebuah Ilmu pengetahuan? Pertanyaan ini dapat kita jawab dengan meruju’ pada lontaran pendapat dari H.A.R Gibb didalam bukunya Whiter Islam menyatakan , “ Islam is indeed much more than a system of tecnologi, its is a complete civilization” (Islam sesungguhnya lebih dari sekedar agama, ia adalah suatu peradaban yang sempurna).

Karena yang menjadi sebab timbulnya sebuah kebudayaan adalah Agama Islam, Kebudayaan yang ditimbulkannya adalah Kebudayaan atau Peradaban Islam. Setelah mengamati lontaran pendapat tersebut kita kaitkan pada Sejarah Peradaban Islam sebagai Ilmu Pengetahuan, Agama Islam adalah pokok kekuatan timbulnya kebudayaan dan kebudayaan yang di maksud tersebut adalah Peradaban Islam dan Kebudayaan Islam, dan yang terdapat dalam keduanya diantaranya sastra, seni, moral, ekonomi, politik, dan teknologi, namun masih banyak lagi. Semua hal yan terdapat pada keduanya adalah ilmu Pengetahuan yang banyak di pelajari oleh umat manusia sekarang ini, dari situlah kenapa Sejarah Peradaban Islam Sebagai Ilmu Pengatahuan. Semua ilmu itu baik Sejarah Peradaban Islam maupun Sejarah Kebudayaan Islam dapat di pelajari dalam Al-Qur’an karena semua Ilmu terdapat di dalamnya, sudah banyak terbukti di kalangan akademisi, baik itu terkait dengan penemuan di masa lalu maupun yang berhubungan dengan konsep pengetahuan modern. Hal tersebut menjadi sebuah bukti tentang konsep Islam sebagai ajaran yang bersumber dari Tuhan secara langsung dan bukan melalui proses rekayasa.

Jejak Kejayaan Ilmu Pengetahuan Dan Ilmuwan Muslim Andalusia Jejak Kejayaan Ilmu Pengetahuan Dan Ilmuwan Muslim Andalusia
Pakarsejarah.com – Dear sobat pecinta perjalanan, kali ini mari menapaki sisi lain yang tak kalah penting peranannya terhadap peradaban Islam di sana khususnya dan pada dunia Islam umumnya. Jika kelak sobat bisa jalan-jalan ke sana, sempatkan untuk singgah ke Istana El Escorial (45 km sebelah barat laut Madrid, Spanyol). Ada apa dengan istana ini? Di sana sobat akan melihat koleksi berbagai perpustakan ilmuwan Muslim Andalusia yang masih terselamatkan.
Saat pemerintahan Islam di Andalusia jatuh, sebagian besar koleksi berbagai perpustakaan yang ada ikut musnah. Namun sisa-sisa koleksi tersebut dapat diselamatkan dan disimpan dengan baik di perpustakaan El Escorial oleh Raja Philip II (1556-1598) dan penerusnya. Dalam Ensiklopedia Peradaban Islam Andalusia karya Dr. Muhammad Syafii Antonio, disebutkan bahwa kontribusi peradaban Islam di Andalusia terhadap kemajuan peradaban Eropa dimulai ketika bangsa Eropa mulai giat menimba ilmu di pusat-pusat pendidikan Andalusia. Selain belajar langsung di sana, mereka juga berusaha menerjemahkan karya-karya ilmuwan muslim dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan lalu membawa pulang ilmu yang mereka dapat dan karya yang mereka terjemahkan tersebut. Di negeri mereka masing-masing, mereka menjadi ilmuwan terkemuka dan perlahan-lahan mengembangkan ilmu yang mereka miliki.

Sayangnya, tidak semua ilmuwan Barat mengakui sumbangan sarjana Muslim dan mengatakan bahwa para sarjana Muslim tersebut hanyalah perantara ilmu pengetahuan yang diwariskan oleh peradaban sebelumnya, seperti Yunani. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi ke seluruh Eropa merupakan kontribusi para ilmuwan Muslim di Andalusia. Berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama sains murni, filsafat, dan teknologi yang ditemukan dan dikembangkan oleh para sarjana Muslim mengalir ke seluruh Eropa melalui perantaraan sarjana Barat. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan teks-teks yang ditulis oleh para sarjana Muslim sebagai rujukan utama di lembaga-lembaga pendidikan Eropa. Di bidang filsafat, tidak ada ahli filsafat baru setelah kematian Aristoteles (384-322) SM hingga kemudian lahir ahli filsafat Muslim pertama yaitu Abu Yusuf bin Ishaq atau yang lebih kita kenal dengan al-Kindi (806-873 M). Al Kindi belajar filsafat dengan mempelajari buku-buku Aristoteles dan Plato yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab (atas perintah Khalifah al-Ma’mun dan Harus al-Rasyid). Al-Kindi lah yang kemudian dikenal sebagai orang pertama yang membuka pintu filsafat bagi dunia Islam dan Barat.

Tokoh lainnya yakni Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkan atau al-Farabi (870-950 M) atau yang dikenal Barat dengan Alpharabius dan Ibnu Rusyd atau Averroes. Awalnya karya filsafat Islam diterjemahkan dalam bahasa Latin karena saat itu bahasa Latin merupakan bahasa peradaban bagi seluruh Eropa (meski tidak semua adalah bangsa Latin). Selain bahasa resmi, bahasa Latin juga merupakan bahasa yang lazim digunakan di sekolah-sekolah dan bahasa pengantar bagi kalangan terpelajar Eropa. Di bidang sains murni, bidang ilmu pengetahuan yang pertama kali menarik minta kalangan sarjana Muslim adalah astronomi dan matematika. Mereka melakukan pengkajian terhadap al-Qur’an dan literatur-literatur Yunani Kuno. Selain ilmu astronomi dan matematika, mereka juga mempelopori pengembangan ilmu-ilmu lain seperti kedokteran, kimia, fisika, botani dan zoologi. Ilmu-ilmu ini berkembang pertama kali di pusat-pusat peradaban Islam di belahan timur sebelum kemudian ikut berkembang di belahan barat (Andalusia). Dai Andalusia inilah ilmu pengetahuan tersebut kemudian tersebar ke Eropa Barat pada abad ke-10 hingga ke-13.

Baca Juga  : Peta Dalam Sejarah Islam Dan Dunia

Ilmu astronomi juga termasuk cabang sains yang dipelajari oleh para sarjana muslim. Ilmu astronomi merupakan ilmu yang paling berkembang dalan sejarah sains muslim. Ilmu ini penting untuk kaum muslim karena erat kaitannya dengan penentuan arah kiblat, waktu-waktu shalat, awal bulan Ramadhan, awal pelayaran dan pertanian. Salah seorang pakar astronomi muslim adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Ia adalah sarjana muslim pertama yang berhasil membuat suatu model (taqwim) yang digunakan untuk meramalkan kedudukan planet dan bintang.

Taqwin yang berjudul Zij as-Sind Hind ini berdasarkan pada Siddhanta Hindu. Al-Khawarizmi juga menulis tentang astrolab Yunani. Meskipun Astrolab pertama kali diciptakan oleh orang Yunani, ilmuwan-ilmuwan Islam berhasil mengembangkannya sehingga alat tersebut kini dikenali sebagai ciptaan asli orang Islam. Jadwal astronomi yang dibuat oleh Al-Khawarizmi dan dibuat ulang oleh Maslamah bin Ahmad di Madrid pada abad ke-10 telah diterjemahkan ke dalam bahasa lain pertama kali oleh Adelard of Bath, diikuti oleh Herman dan Robert of Chester.

Kajian-kajian astronomi di Spanyol mencapai puncaknya setelah pertengahan abad ke 10 dan berkembang pesat melalui kontribusi dari penguasa Cordoba, Seville dan Toledo. Para pakar astronomi Spanyol pada umumnya mempercayai pengaruh bintang terhadap berbagai peristiwa penting antara kelahiran dan kematian manusia. Dalam mengembangkan pemikiran astronominya,mereka memakai kerangka karya-karya astronomi dan astrologi yang ditulis oleh ahli astronomi muslim Timur. Pakar astronomi muslim paling awal dari Spanyol adalah al-Majriti (w. 1007) dari Cordoba, az-Zarqali (1029-1087) dari Toledo, dan Ibnu Aflah (w. Adapun ilmu matematika yang diperkenalkan oleh kaum muslim terdiri dari sistem angka, aljabar (algebra), dan trigonometri. Sistem angka 1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9 yang digunakan pada hari ini dikenal sebagai angka muslim atau arabic numercial oleh orang Eropa pada Abad Pertengahan. Sistem angka muslim ini adalah sistem angka yang bersandarkan kepada kedudukan dan bersimbol sifar (nol).

Pada dasarnya, sistem angka muslim ini berasal dari sistem angka Hindu. Bidang ilmu pengetahuan lainnya juga tak kalah penting perkembangannya oleh ilmuwan Muslim seperti kedokteran, kimia, fisika, botani dan zoologi, ilmu sejarah, geografi, seni, bahkan bahasa dan sastra. Ilmuwan Muslim saat itu bersinar di bidang pengetahuan masing-masing dan menyebar seantero jagat Eropa bahkan benua lainnya. Nah, mungkin cukup demikian sobat, sedikit gambaran perkembangan ilmu pengetahuan dan ilmuwan Muslim di Andalusia di masa keemasannya. Betapa Islam pernah berjaya, menghiasi segala bidang kehidupan dengan cahaya peradaban yang majunya. Semoga kelak kembali nilai-nilai Islam meliputi setiap sendi kehidupan. Sebenarnya masih banyak pembahasan di bidang pengetahuan lainnya, insyaa Allah kita bahas di lain kesempatan. Semoga bermanfaat… wallahu’alam bishowab. Sumber: Ensiklopedia Peradaban Islam Andalusia karya Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Tim Tazkia.