Isaac Newton Si Penemu Teori Gravitasi Bumi

Isaac Newton Si Penemu Teori Gravitasi Bumi

Isaac Newton Si Penemu Teori Gravitasi Bumi – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut Issac Newton di penemu teori gravitasi bumi.

Isaac Newton (1642-1727) adalah tokoh matematika, astronom, filsuf alam dan fisikawan besar yang hidup pada awal abad pencerahan di Eropa. Sumbangsihnya terhadap ilmu pengetahuan sangat besar dan berpengaruh hingga saat ini. Bahkan Michael Hart dalam bukunya yang berjudul “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah” menempatkan Newton sebagai urutan nomor dua setelah nabi Muhammad SAW. Sungguh luar biasa, ya.

1. Masa kanak-kanak yang penuh dengan kesendirian
Isaac Newton lahir pada pagi hari natal, tepatnya 25 Desember 1642. Ia lahir di Woolsthorpe, sebuah desa di Lincolnshire Inggris. Pada pagi hari yang sangat dingin, ia lahir secara prematur. Orang-orang pun sempat menganggap Newton tidak akan mampu bertahan hidup.

Tahun-tahun pertama hidup Newton merupakan perjuangan yang cukup sulit. Ayahnya seorang petani kaya yang meninggal satu bulan setelah ia lahir. Sementara ibunya memilih menikah lagi, sehingga Newton pun terpaksa dititipkan pada neneknya. Masa kanak-kanaknya dihabiskan dengan membaca buku dan membuat sesuatu. Ia tidak dipedulikan oleh anak-anak sekampungnya yang menganggapnya sombong.

2. Berhasil membuat kincir angin, sejak saat itu kepintarannya selalu dipuji
Ketika usia 12 tahun, Newton belajar di King’s School di Grantham. Di sana ia tidak bisa belajar dengan baik, dan dianggap bodoh oleh teman-temannya. Hal itu membuat Newton selalu diejek. Bahkan, Ia pernah dipukuli oleh teman-temannya yang memiliki tubuh lebih besar. Peristiwa ini membuat Newton marah besar, ia bertekad belajar lebih giat dan menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Karena usahanya itu, Newton kemudian selalu menjadi juara kelas.

Tak berhenti di situ, Newton berhasil membuat kincir angin. Kincir angin tersebut ia hubungkan dengan atap sebuah toko obat. Apabila angin bertiup, kincir itu akan berputar dengan cepat. Ketika angin berhenti bertiup kincir angin itu tetap berputar meski tidak sekencang saat ada hembusan angin. Bisa demikian dikarenakan newton telah memasukkan dua ekor tikus ke dalam kincir angin buatannya itu. Sejak saat itu banyak orang yang memuji kepintaran Newton, termasuk teman-teman sekolah yang dulu sering mengejeknya.

Baca Juga:Sejarah Manusia Purba di Indonesia

3. Masa muda yang penuh kesulitan membuat Newton harus bekerja lebih keras
Paman Newton yang mengetahui bakat Newton mengirimnya ke Universitas Cambridge pada usia 18 tahun. Newton muda sebagai mahasiswa, ia sama sekali tidak menonjol. Bahkan, dia pernah tidak lulus mata kuliah geometri. Akan tetapi ia sangat suka membaca buku-buku matematika, fisika, astronomi, filsafat dan alkitab.

Newton melanjutkan pendidikan di Trinity College, University of Cambridge. Niatnya menjadi pendeta. Lagi-lagi dia mengalami kesulitan hidup. Untuk membiayai kuliah, ia terpaksa melakoni berbagai pekerjaan hingga berjam-jam setiap hari, termasuk bekerja untuk professornya.

Di kampus ini Newton dapat keberuntungan, professornya seorang ahli matematika ternama, Isaac Barrow mengetahui bakat Newton. Di bawah bimbingannya, Newton berhasil menemukan ‘teori binomial’. Selain itu, Newton juga menyelesaikan elemen-elemen kalkulus diferensial, pelajaran tingkat tinggi dari matematika yang membahas integral dan diferensial.

Kuliah nya pun selesai pada tahun 1665, tak lama sebelum wabah ‘black death’ melanda kota London. Karena ini, semua universitas ditutup selama wabah merajalela. Ia pun kembali ke peternakan milik keluarga yang waktu itu diurus oleh adiknya.