Tokoh Sejarah

Fakta Mengenai R.A Kartini yang Menjadi Tokoh Sejarah – R.A Kartini merupakan satu-satunya tokoh sejarah di Indonesia yang sangat di hargai. Kartini sangat menjunjung tinggi harga diri wanita yang ada di Indonesia loh. Berikut ini adalah fakta mengenai Kartini

1. Ada museum di Jepara

Di Jepara, tepatnya di Desa Panggang, Kecamatan Jepara, ada Museum R.A Kartini yang didirikan pada 30 Maret 1975, di masa pemerintahan Soewarno Djojomardowo.

Museum ini selain menyajikan benda-benda peninggalan Kartini, juga menyajikan benda-benda warisan budaya yang didapat di Jepara.

Fakta Mengenai R.A Kartini yang Menjadi Tokoh Sejarah

2. Kartini diabadikan nama jalan di Belanda

Nama Kartini terkenal sampai ke Belanda sebagai pejuang hak perempuan. Sampai-sampai, namanya dijadikan nama jalan di beberapa kota di Belanda, yaitu di Utrecht, Venlo, Amsterdam, dan Haarlem.

3. Pahlawan Kontroversial

Perempuan bernama asli Raden Adjeng Kartini dikenal lewat bukunya yang berjudul “Door Duisternis tot Licht” (Habis Gelap Terbitlah Terang).

Buku itu yang bukan ditulis oleh Kartini, namun disusun oleh J.H Abdendanon dalam Bahasa Belanda. Sebenarnya ada 150 surat di buku tersebut, tapi tidak semua ditampilkan karena banyak juga yang sifatnya sangat sensitif.

Akhirnya, buku tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan menampilkan 100 surat. Di antaranya, ada 53 surat yang ditujukan untuk sahabatnya, Rosa Abendanon dan suaminya.

Perempuan kelahiran Jepara, Jawa Tengah ini dianggap sebagai pahlawan kontroversial, karena para sejarahwan meragukan buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Soalnya, tidak ada bukti surat-surat Kartini.

4. Kartini seorang pebisnis

Kartini juga mendirikan sebuah bengkel ukir kayu untuk para pemuda di Rembang. Sehingga, kriya ukir dan kayu telah lama menjadi tulang punggung perekonomian di Kabupaten Jepara dan Rembang.

Ia berhasil membuktikan bahwa apa pun jalan yang dipilih tidak akan menghalangi jalan untuk mewujudkan impian. Meskipun jalan yang ditempuh sangat berliku.

Baca Juga : Peninggalan Sejarah di Jogja

5. Mahir berbahasa Belanda

Walaupun hanya mengenyam pendidikan dasar di sekolah anak-anak Belanda dan bangsawan pribumi, Kartini ternyata mahir berbahasa Belanda dan memiliki tata bahasa yang sangat bagus, soalnya ia selalu mengisi waktu dengan banyak membaca buku.
Orang-orang Belanda yang meragukan surat-surat Kartini tersebut, akhirnya yakin bahwa surat-surat tersebut memang asli tulisan Kartini.

6. Meninggal di Usia 25 Tahun

Dari hasil pernikahannya dengan Raden Adipati Djojo Adiningrat, Kartini dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Soesalit Djojoadhiningrat pada 13 September 1904.

Empat hari kemudian, Kartini meninggal dunia di usianya yang ke-25. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

7. Dikagumi Almarhumah Istri Raden Adipati Djojo Adiningrat

Raden Adipati Djojo Adiningrat menikahi Kartini karena permintaan istrinya, Sukarmilah sebelum meninggal. Sukarmilah mengagumi Kartini dan pemikiran-pemikirannya.

Makanya, ia berpesan kepada suaminya agar menikahi Kartini. Hal tersebut dilakukan agar anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang baik.

mesir mesir

Daftar Wanita Hebat yang Pernah Memimpin Mesir – Negeri Mesir adalah negeri yang penuh degan keajaiban-keajaiban yang berjalan dari dulu hingga sekarang. Di Mesir muncil raja-raja hebat yang sering memiliki julukan Firaun. Firaun selalu disebutkan dengan julukan berkelamin pria dan memiliki kepribadian buruk karena selalu menganggap dirinya sebagai dewa. Selain firaun pria ada juga firaun wanita yang pernah memerintah mesir. Bukan hanya cantik tapi wanita-wanita ini juga memimpin Mesir dengan sangat hebat. Berikut adalah wanita hebat yang pernah memerintah Mesir.

1. Cleopatra
Cleopatra adalah ikon kencantikan dunia. Ia pun juga seorang Firaun yang cukup hebat di zamannya. Cleopatra bahkan membuat Julius Caesar sang Kaisar Romawi tunduk di kakinya. Ia mau melakukan apa saja termasuk merebut kekuasaan yang direbut oleh adik dari Clopatra itu sendiri.

Konflik besar antara Mesir dan Romawi akhirnya tak bisa dibendung lagi. Konspirasi-konspirasi menyebar dan membuat Mesir kuno saat itu sangatlah kacau. Cleopatra akhirnya memilih untuk meninggal dunia dengan digigit ular Cobra. Ia membuat ular Cobra mendekat dan menancapkan gigi beracun tepat di dadanya.

2. Nefertiti
Nafertiti awalnya adalah seorang istri dari Firaun bernama Akhenaten. Namun setelah suaminya meninggal dunia, Nefertiti memegang kekuasaan itu sementara waktu sebelum ada Firaun baru bernama Tutankhamun naik tahta dan memerintah Mesir kuno dengan sangat hebat.

Nefertiti dan suaminya adalah orang yang memberikan reformasi besar pada Mesir. Mereka adalah orang yang sangat relijius hingga banyak sekali menyebarkan konsep ketuhanan kepada rakyatnya. Saat mereka berkuasa, hanya satu Tuhan saja yang disembah yaitu Aten. Nefertiti meninggal dunia setelah melahirkan 6 anak untuk Akhenaten di masa Tutankhamun berkuasa.

Baca Juga : Contoh Bangunan Peninggalan Sejarah di Indonesia

3. Hatshepsut
Hatshepsut adalah Firaun kelima yang memimpin di dinasti ke-8 dari Mesir kuno. Hatshepsut adalah anak dari Thutmose I dan Ahmes. Hatshepsut menikah dengan saudara laki-lakinya sendiri bernama Thutmose II dan memerintah bersama Mesir dengan sangat hebat. bahkan namanya disejajarkan dengan Raja Tut dan Nefertiti.

Hatshepsut memerintah Mesir kuno selama 22 tahun dengan hebat. Ia memerintah Mesir dengan berpakaian seperti pria. Menggunakan baju pria hingga memakai jenggot dan kumis palsu. Hatshepsut adalah orang yang membangun kuil Karnak yang sangat terkenal hingga sekarang.

4. Sobekneferu
Sobekneferu adalah salah satu Firaun wanita terhebat yang ditemukan oleh arkeolog. Ia adalah anak dari Amenemhat III yang memerintah di dinasti ke-12 Mesir kuno. Sobekneferu memerintah Mesir sekitar empat tahun sebelum akhirnya digantikan oleh Firaun pria lain yang masih memiliki darah dari Amenemhat III.

Sobekneferu memerintah Mesir menggunakan pakaian kombinasi pria dan wanita. Di masa itu seorang Firaun diharuskan memiliki wujud pria meski tak harus pria. Sobekneferu membangun sebuah struktur besar bernama Herakleopolis Magna yang sangat terkenal itu.

5. Khentkaus I
Kentkaus I adalah salah satu Firaun yang memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan peradaban Mesir kuno. Ia memerintah di dinasti ke-4 sebagai istri dari Shepsekaf. Kentkaus I mewarisi darah biru dari ayahnya merupakan Firaun dengan nama Menkaure. Setelah Menkaure tiada Kentkaus I memerintah Mesir ditemani suami dan juga beberapa anaknya.

Sejarah-Guglielmo-Marcon-Temukan-Radio-Pertama-Di-Dunia Sejarah-Guglielmo-Marcon-Temukan-Radio-Pertama-Di-Dunia

pakarsejarah – Tahun 1896, seorang ilmuwan Italia, Guglielmo Marconi mematenkan temuannya mengenai telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit. Alat yang ditemukannya itu menjadi awal penggunaan teknologi untuk menciptakan radio. Awalnya sinyal yang dapat dikirim oleh jaringan nirkabel itu kurang dari 10 mil. Namun pada 1897, Guglielmo Marconi kembali mempublikasikan temuan baru yang dapat mengirim sinyal nirkabel pada jarak yang lebih jauh dari sebelumnya, yaitu 12 mil.

radio

Tahun 1899, Guglielmo Marconi berhasil melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris melalui Selat Inggris dengan menggunakan osilator tesla. Kemudian pada 1904, John Ambrose Fleming berhasil menemukan tabung audio yng dapat digunakan sebagai penerima sinyal nirkabel untuk teknologi radio yang sebelumnya dikembangkan oleh Guglielmo Marconi. Tahun 1906, Dr. Lee de Forest mengembangkan teknologi tabung audio yang terdiri dari tiga elemen, disebut triode audion. Penemuan Lee de Forest memungkinkan sinyal gelombang suara ditransmisikan melalui sistem komunikasi nirkabel. Walaupun sinyal yang ditangkap oleh alatnya itu masih sangat lemah.

Sekitar tahun 1912, Edwin Howard Armstrong menciptakan alat yang disebut radio amplifier, yaitu sebuah alat untuk penguat gelombang radio. Alat ini bekerja dengan cara menangkap sinyal elektromagnetik dari transmisi radio dan mengirim sinyal balik dari tabung audio. Dengan penguat gelombang radio ini, sinyal yang dihasilkan akan meningkat sebanyak 20.000 kali per detik.

Baca Juga :Kisah Perjuangan Thomas Alva Edison Temukan Lampu Pijar

Alat ini pun dapat memungkinkan keluarnya suara lebih keras, sehingga dapat didengar langsung tanpa membutuhkan earphone. Penemuan alat ini kemudian menjadi sangat penting dalam sistem komunikasi radio karena jauh lebih baik dan efisien dibandingkan temuan alat sebelumnya.

Edwin Howard Armstrong kemudian menemukan sistem modulasi frekuensi (FM) yang menghasilkan suara lebih jernih, serta tidak terganggu oleh cuaca buruk pada 1933. Akan tetapi penemuannya itu tidak banyak didukung oleh masyarakat, karena ketika alat barunya itu diciptakan sedang terjadi pergejolakan ekonomi di dunia, sehingga tidak dapat diproduksi secara missal. Armstrong kemudian mendirikan stasiun radio FM pertama dengan biayanya sendiri pada 1940. Perjuangannya mengembangkan sistem FM sangatlah berat hingga akhirnya ia depresi dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Barulah pada akhir 1960-an, FM ciptaan Armstrong menjadi sistem yang dapat diterima oleh masyarakat. Hampir 2000 stasiun radio FM tersebar di seluruh wilayah Amerika. Modulasi frekuensi menjadi alat yang menyokong munculnya gelombang mikro (microwave). Hingga akhirnya FM diakui sebagai sistem unggul yang sangat berpengaruh di segala bidang komunikasi.

Kisah-Perjuangan-Thomas-Alva-Edison-Temukan-Lampu-Pijar Kisah-Perjuangan-Thomas-Alva-Edison-Temukan-Lampu-Pijar

pakarsejarahBeberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Thomas Alva Edison merupakan seorang penemu yang terkenal dengan kejeniusannya. Berbagai hasil temuannya dianggap sangat bermanfaat kebutuhan manusia, terutama lampu pijar. Namun siapa sangka, Edison ternyata pernah dicap sebagai orang bodoh, bahkan dikeluarkan dari sekolah setelah 3 tahun mengenyam pendidikan formal.

Akhirnya, orang tua Edison, terutama ibunya pun harus berusaha keras untuk mendidik anaknya sendiri di rumah agar dapat memperoleh pendidikan dengan cara Homeschooling. Ibu Edison yakin bahwa anaknya tidak bodoh dan mampu mengembangkan keterampilan serta kejeniusannya.

Mulanya Edison adalah seorang penjual sayuran, permen, dan koran di kereta. Hingga suatu ketika, ia pun direkrut untuk menjadi operator telegraf. Perekrut tersebut ialah ayah dari seorang anak yang pernah diselamatkan oleh Edison dari kereta. Dari situlah Edison mulai tertarik dengan dunia komunikasi yang akan menjadi fokusnya dalam berbagai proyek penemuan.

Karya pertama Edison adalah sebuah perekam suara elektronik yang dibuatnya saat berusia dua puluh tahun. Benda ciptaannya tersebut sayangnya tidak ia jual. Baru kemudian pada proyek selanjutnya ia berusaha menekuni alat-alat yang sekiranya dapat laku di pasaran.

Edison pun menyempurnakan mesin telegram yang ia buat secara otomatis dapat mencetak huruf. Mesin tersebut kemudian dijualnya seharga 40 ribu dolar AS yang terbilang cukup mahal pada masanya.

Baca Juga : Beberapa Penemuan Nikola Tesla Paling Fenomenal

lampu-pijar

 

 

 

 

Selanjutnya pada tahun 1879, Edison berhasil menciptakan sebuah penemuan penting dalam sejarah umat manusia yaitu lampu pijar.

Sebelumnya, lampu yang ditenagai dengan arus listrik telah digunakan untuk penerangan jalan di Paris. Namun penemuan Edison ini dianggap lebih praktis karena terdapat sistem pembagian tenaga listrik yang dapat diterapkan di rumah-rumah.

Dalam perkembangannya, perusahaan yang dirintis oleh Edison pun mulai memproduksi listrik untuk rumah-rumah di New York pada tahun 1882. Dalam waktu singkat, lampu pijar ciptaan Edison mampu tersebar ke seluruh dunia.

Pada tahap pembuatan lampu pijar ini, Edison sempat mengalami 1.000 kali kegagalan. Mulanya, pada tahun 1870-an merancang lampu pijar dengan menggunakan elemen platina. Namun, rancangan ini ternyata relatif tidak praktis. Hingga akhirnya Edison pun tetap berusaha mencari elemen lain yang dapat dipanaskan secara ekonomis dan efisien.

Pada tahun yang sama, Sir Joseph Wilson Swan juga menciptakan lampu pijar yang dapat bertahan selama 13,5 jam. Sebagian besar filamen lampu pijar yang diciptakan pada saat itu putus dalam waktu yang sangat singkat sehingga tidak berarti secara komersial.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Edison kembali mencoba menggunakan untaian karbon yang ditempatkan dalam bola lampu hampa udara hingga pada tanggal 19 Oktober 1879 dia berhasil menyalakan lampu yang mampu bertahan selama 40 jam.

Hasil temuan Edison ini membuat perkembangan yang cukup pesat dalam hal penggunaan listrik untuk sektor industri kecil hingga besar. Selain lampu pijar dan komponen pendukung seperti sekering dan sakelar, Edison juga berhasil menciptakan karya lain, yaitu piringan hitam dan gambar bergerak.

Beberapa-Penemuan-Nikola-Tesla-Paling-Fenomenal Beberapa-Penemuan-Nikola-Tesla-Paling-Fenomenal

pakarsejarah – Albert Einstein, atau Tomas Alfa Edison, adalah dua nama besar yang dikenal sebagai ilmuan termasyhur di dunia. Tak ada yang meragukan kejeniusan dua nama tersebut. Penemuan-penemuan serta pemikiran mereka membuat dunia mengalami kemajuan pesat. Banyak penemuan yang dicetuskan dua orang jenius tersebut yang saat ini masih dinikmati oleh dunia.

Einstein dan Edison mungkin sangat tenar akan kejeniusannya, tapi mereka tentu bukan yang paling hebat. Masih ada satu lagi sosok ilmuwan yang juga sangat hebat. Orang ini telah menciptakan banyak temuan dan pemikiran yang saat itu, pada abad ke 19, dianggap mustahil. Setidaknya, orang ini telah memiliki 1.200 hak paten atas namanya. Dia dianggap sebagai penemu terpenting dalam sejarah. Sosok ini juga dikenal dengan sebagai seorang ilmuwan gila karena pemikiran anehnya tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan karena pikirannya yang gila itu, pada akhirnya dia diasingkan. Ya, pria ini adalah Nikola Tesla, salah satu pakar terpenting dalam sejarah manusia.

Sama sekali tak bisa dibantah kalau Tesla sudah menyumbangkan begitu banyak kemajuan bagi dunia. Tanpanya, peradaban dunia mungkin takkan pernah sehebat hari ini. Berkat temuan-temuan fundamentalnya, kita bisa merasakan kenyamanan hidup yang luar biasa. Masih soal penemuan, setidaknya ada lima karya Tesla yang paling fenomenal dan berpengaruh besar bagi dunia.

1. Radio

Radio-Tesla

 

 

 

 

 

Mungkin orang-orang menganggap kalau perangkat radio ditemukan oleh Guglielmo Marconi dan mendapatkan hak paten pada tahun 1904. Akan tetapi sembilan tahun sebelum itu, tepatnya pada 1895, Tesla berhasil mengirimkan sinyal radio dengan jangkauan mencapai 50 mil. Penemuannya ini dia selesaikan pada tahun 1897.

Pemberian hak paten terhadap siapa yang menemukan radio memang pernah menjadi kontroversi. Meskipun penemuan Tesla lebih dulu diterima pihak paten AS, namun kantor paten AS menyatakan kalau radio merupakan penemuan Marconi. Hal tersebut berlangsung selama 39 tahun kemudian, sebelum pemerinta USA menyatakan bahwa Nikola Tesla merupakan orang yang pertama kali menemukan radio, yakni pada 1943, empat bulan setelah Tesla wafat.

2. Teleautomaton (Remot Control)

Remote-Control-Tesla

 

 

 

 

 

 

Pada 1898, Tesla mendemonstrasikan sebuah temuannya di hadapan orang-orang di Madison Square Garden. Pada demonstrasinya tersebut ia menampilkan sebuah perahu yang berada di aquarium besar bergerak-gerak. Pada saat itu Tesla mengatakan kalau perahu itu dia gerakkan melalui pikirannya, membuat orang-orang takjub akan apa yang dilakukannya. Padahal, perahu tersebut dia gerakkan melalui sinyal radio dengan menggunakan remot kontrol dari kayu.

Keberhasilan Tesla dalam mengembangkan sinyal radio menjadi penggerak benda tersebut merupakan dasar dari robotik dan remot kontrol. Penemuan tersebut terus berkembang, hingga saat ini kita mengenal drone, dan berbagai macam peralatan yang menggunakan remot kontrol.

Baca Juga : Albert Einstein Penemu Teori Relativitas

3. Motor Listrik

Motor-Listrik

 

 

 

 

 

 

Tesla merupakan orang pertama yang menemukan peralatan mesin tanpa menggunakan minyak bumi. Pemikiran Tesla ini bermula dari keresahannya ketergantungan manusia terhadap minyak bumi, hingga dirinya kemudian menemukan cara dengan memusatkan kekuatan berputar pada medan magnet.

Penemuan Tesla ini memang harus menyerah pada krisis ekonomi yang melanda dunia pada tahun 1930, juga karena perang dunia. Namun temuan Tesla tersebut merupakan cikal bakal dari penemuan-penemuan besar lainnya terkait motor listrik. General Motor, sebuah perusahaan mobil, adalah perusaan yang telah memopulerkan penemuan Tesla dalam bidang motor listrik. Berkat penemuan Tesla tersebut, kini kita bisa menikmati alat-alat listrik, peralatan mesin, dan jam tangan listrik.

4. Transfer Energi Nirkabel Jarak Jauh

Tower-Tesla

 

 

 

 

 

 

Isi kepala Nikola Tesla tampak tak pernah ada habisnya. Setelah dia menyelsaikan suatu eksperimen, dia menulis sebuah artikel di Century Magazine, dan apa yang dipaparkan Tesla pada saat itu dianggap sesuatu yang amat sangat gila. Bagaimana tidak, pada saat itu dia berpikir mengenai kemungkinan menangkap energi dari sinar matahari, berkomunikasi secara global, listrik wireless, dan lain-lain yang dilakukan melalui transmisi tower.

Untuk mengembangkan transmisi energi dan energi tersebut dapat dipancarkan dari jarak yang sangat jauh, Tesla membangun sebuah Menara Wardenclyffe, di Shoreham, Long Island. Tower tersebut berfungsi sebagai sarana telekomunikasi nirkabel dan pengiriman daya listrik. Dan ternyata, ide gila Tesla saat itu benar-benar terjadi, dan saat ini pun manusia di seluruh dunia menikmati hasil dari pemikiran gila Tesla yang terlalu maju.

5. Pesawat Tanpa Sayap

Pesawat-tanpa-sayap

 

 

 

 

 

 

Sewaktu Perang Dunia I pecah, Tesla membayangkan penerapan energi nirkabel dapat meningkatkan sistem kerja transportasi. Dia mengklaim kalau sebuah pesawat tak bersayap dan tanpa awak, atau Airship, dapat mengangkut penumpang dari New York ke London dalam waktu tiga jam dengan menggunakan energi listrik melalui transfer energi nirkabel.
Tujuan pesawat tanpa sayap tersebut telah ditentukan sebelumnya. Lebih jauh lagi, Tesla bahkan mengatakan kalau Airship juga bisa digunakan dalam perang, terutama melalui serangan udara. Tentu saja banyak orang yang menganggap klaim Testa merupakan ide gila. Akan tetapi Tesla terus berusaha meyakinkan Departemen Pertahanan AS tentang alat yang mampu terbang tanpa sayap untuk mengirimkan bahan peledak ke musuh. Ide Tesla tersebut kini kita lihat dalam bentuk rudal.

Tak dapat dipungkiri kalau Tesla merupakan salah seorang ilmuwan paling jenius yang pernah ada, yang hidup pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Semua peralatan modern saat ini berasal dari jerih payah dan pemikirannya. Hal yang sangat disayangkan adalah bahwa nama Nikola Tesla tenggelam hanya karena banyak idenya yang dianggap gila, namun segala penemuannya tersebut ternyata diadopsi oleh penemu-penemu selanjutnya.

Pakar Teknologi Muslim Pakar Teknologi Muslim

Pakarsejarah.com – Jasa kehebatan dari pakar teknologi muslim memang membawa dampak besar dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga tahu kalau dunia teknologi selalu penuh dengan para penemu dan pencetus ide serta pemikiran yang inovasi. Siapa sangka kalau dibalik penemuan dan semakin canggihnya industri teknologi saat ini merupakan sentuhan para pakar Muslim di belakangnya. Sehingga hal ini membuktikan kalau para pakar teknologi muslim tidak kalah dan patut diakui dalam perkembangan teknologi, seperti para ilmuan Barat. Nah, kali ini kami akan memberikan informasi mengenai beberapa pakar teknologi muslim yang keberadaannya sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia teknologi. Ilmuan yang sangat berpengaruh terhadap dunia teknologi yaitu Ibnu -ul- Haytham. Pakar ilmuan ini merupakan tokoh yang berhasil menciptakan optik. Kini penemuannya sangat berguna digunakan dalam perangkat kamera. Kamera merupakan sebuah produk yang sangat berharga. Melalui bidikan kamera, manusia mampu mengabadikan momen dalam bentuk gambar maupun video. Saat ini perkembangan teknologi pada kamera dikuasai oleh para ilmuan Barat dan Jepang.

Dalam sejarah kamera, bangsa Barat menyebutkan kalau perkembangan teknologi kamera pertama kali dirintis oleh kepler yang telah mengklaim menemukan kamera Obscura pada tahun 1611 Masehi. Namun sebenarnya pada akhir era ke-10 M, Ibnu Al Haitham lebih dulu menemukan kamera Obscura yang digunakan untuk mempelajari gerhana matahari. Produk kamera yang diciptakan oleh Al Haitham ini bekerja dalam pencitraan simple, dimana terdapat lubang kecil pada dinding untuk melihat gerakan matahari yang mampu diproyeksikan melalui permukaan datar. Hasil penelitian ini kemudian ditulis oleh Al Haitham dalam sebuah kitab al Manazir atau buku optik. Diduga buku tersebut dibaca oleh Kepler dan dikembangkan dengan proyeksi gambar yang lebih besar dengan memakai lensa negatif di bekalang lensa positif. Itulah salah satu karya milik Al Haitham yang paling menumental. Penemuan yang sangat berpengaruh ini sukses dikerjan, berbarengan dengan kamaluddin al Farisi. Kedua pakar ini sukses mempelajari fenomena kamera obscura. Penemuan tersebut berawal dari keduanya yang sama-sama mempelajari gerhana matahari. Kajian mengenai pengetahuan optik ini yang akhirnya mampu memicu kemampuan kamera saat ini yang digunakan oleh manusia. Dunia mengetahui kalau al Haitham sebagai perintis dalam bidang optic yang populer melalui karya bukunya kitab al- Manazir.

Perkembangan teknologi semakin maju, pada masa Perang Dunia I, satu versi kamera obscura digunakan untuk melihat pesawat terbang dan untuk pengukuran kemampuan. Pada masa Perang Dunia II, kamera obscura ini juga digunakan untuk mengecek keakuratan navigasi perangkat radio. Itulah penciptaan kamera Obscura yang diraih oleh Haitham yang mampu merubah peradaban dunia. Peradaban modern sudah pastinya begitu berhutang budi terhadap pengorbanan yang dilakukan oleh Al Haitham. Mengingat beliau telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah sepanjang hidupnya. Semua itu dilakukan demi perkembangan peradaban manusia. Namun sangat disayangkan kalau kaum Muslim lebih memilih kagum terhadap pencapaian teknologi barat. Hal ini tentunya juga kurang menghormati dan menghargai apa yang telah dicapai oleh para pakar teknologi muslim pada masa kejayaan Islam. Ilmuan muslim yang berhasil menemukan alat bisa terbang adalah Abbas Bin Firnas. Ilmuan muslim ini merupakan orang pertama yang berhasil membuat kontruksi alat yang mampu terbang. Abbas Qasim Ibnu Firnas lahir pada tahun 810 di Izn- Rand Onda (kini Spanyol).

Baca Juga  : Islam Arab Atau Islam Cina?

Beliau dikenal dengan ahli dalam disiplin ilmu, ahli kimia, penemu, humoris, musisi, penulis puisi, ahli ilmu alam dan seorang penggiat teknologi. Pakar teknologi muslim keturunan Maroko ini hidup pada masa pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia, Spanyol. Tepatnya pada tahun 852, di bawah pemerintahan Khalifah Abdul Rahman II, Abbas Bin Firnas ini memutuskan untuk melakukan uji coba terbang. Berhasil membuat benda yang menyerupai burung, semacam sayap dari jubbah yang disangga menggunakan kayu. Pada saat percobaannya Abbas berhasil menerbangkan benda tersebut di Cordoba, Spanyol. Benda tersebut mampu melayang di udara sebentar dan mampu memperlambat jatuhnya. Beliau pun juga berhasil merasakan terbang dan berhasil mendarat walau dengan cidera ringan. Alat yang digunakan oleh Abbas bin Firnas ini yang saat ini dikenal dengan parasut pertama di dunia. Keberhasilannya tidak membuat Firnas berpuas diri. Setelah percobaan tersebut Firnas melakukan serangkaian pengembangan konsep dan penelitian serta menggabungkan teori dari gejala alam yang sudah sering diperhatikan. Pada tahun 875, Firnas sudah menginjak usia 65 tahun namun semangatnya tidak pernah surut. Ibnu Firnas telah membuat dan merancang sebuah mesin terbang yang bertujuan untuk mengangkut manusia.

Setelah produknya selesai dibuat, Firnas sengaja untuk mengundang orang Cordoba untuk menyaksikan penerbangan yang bersejarah di Jabal Al-Arus, Rusafa. Penerbangan yang dilakukan dapat dikatakan sangat sukses dan sesuai harapan. Namun, karena hal dalam meluncur yang kurang baik maka Ibnu Firnas terhempas ke tanah bersama pesawat buatannya. Atas kejadian tersebut Ibnu Firnas mengalami cidera punggung yang parah. Atas cidera yang dialaminya maka Firnas tidak mampu melanjutkan penelitiannya. Penyebab terjadinya kecelakaan tersebut adalah Ibnu Firnas lupa tidak memperhitungkan dan memperhatikan burung ketika melakukan pendaratan. Beliau lupa menambahkan ekor pada badan pesawat layang buatannya. Ketika Ibnu Firnas tidak mampu melajutkan penelitian pesawat terbang maka mengantarkan dirinya untuk melanjutkan penelitian di laboratorium. Seperti ciri khasnya selalu melakukan penelitian sesuai gejala alam seperti mempelajari meknisme terjadinya sebuah kilat dan halilintar. Selain itu Ibnu Firnas menentukan table astronomis dan merancang jam air yang dikenal dengan Al-Maqata. Selain itu yang lebih menarik dari pakar teknologi muslim, Ibnu Farnas adalah dirinya mampu berhasil mengembangkan proses pemotongan batu Kristal yang dulunya hanya orang-orang Mesir yang mampu melakukannya. Berkat penemuan Ibnu Farnas,pada waktu itu Spanyol tidak lagi melakukan ekspir quartz ke Mesir karena negaranya mampu menyelesaikan sendiri.

Tokoh Ahli Geografi Islam - Tokoh Ternama Tokoh Ahli Geografi Islam - Tokoh Ternama

Pakarsejarah.com – Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan pernah dirasakan umat Islam berabad-abad lampau. Ketika itu, banyak ilmuwan dan cendekiawan Muslim mengharu biru jagad keilmuan dunia yang hingga kini pun karya-karya mereka masih menjadi bahan rujukan. Dalam kaitan ini, seorang Muslim bernama al-Ya’qubi terkenal sebagai ahli di bidang ilmu geografi. Sejarah mencatat, dia hidup di Baghdad pada masa pemerintahan khalifah Abbasiyah, al-Mu’tamid (257 H/870 M – 279 H/892 M). Selain pakar pada bidang geografi, al-Ya’qubi juga dikenal sebagai seorang sejarawan dan pengembara. Tidak diketahui secara pasti tanggal lahir dari tokoh bernama lengkap Ahmad bin Abi Ya’qub Ishaq bin Ja’far bin Wahab bin Waddih ini. Hanya yang jelas, kakeknya adalah seorang maula’ (budak) khalifah Abbasiyah, al-Mansur. Kariernya terbilang cukup cemerlang di kerajaan. Ia misalnya pernah menjadi sekretaris al-khalifah (negara) Abbasiyah. Ia juga sempat mengadakan pengembaraan panjang ke Armenia, Transoksania (Asia Tengah), Iran, India, Mesir, Hedzjaz (Hijaz) serta Afrika Utara. Dalam pengembaraannya tersebut banyak informasi mengenai sejarah dan geografi yang ia peroleh. Berdasarkan pengalamannya pergi ke sejumlah negara, maka pada tahun 891 al-Ya’qubi menulis sebuah buku berjudul Kitab al-Buldan (Buku Negeri-negeri).

Buku ini termasuk kitab yang tertua dalam sejarah ilmu geografi dunia. Karenanya, buku tersebut pun lantas diterbitkan kembali oleh sebuah penerbit di Leiden, Belanda, dengan mengambil judul Ibn Waddih qui dicitur al-Ya’qubi historiae. Di samping itu, bagi negara-negara yang dikunjungi dan termuat dalam buku tadi, merupakan informasi kesejarahan tidak ternilai. Pada awal bukunya, al-Ya’qubi menerangkan secara terperinci kota Baghdad dan Samarra (utara Baghdad). Setelah itu berturut-turut ia menggambarkan mengenai negeri Iran, Semenanjung Arabia, Suriah, Mesir, Nubia (utara Sudan), Afrika Utara dan lainnya. Tak hanya mengenai geografi wilayah, buku itu juga menerangkan tentang keadaan sosial dan sejarah dinasti-dinasti yang sedang berkuasa di masing-masing negeri.

Ada satu buku karyanya lagi yang juga terkenal, yakni Tarikh al-Ya’qubi, buku ini pun sudah diterbitkan kembali di Leiden dalam dua jilid. Dalam bukunya al-Ya’qubi masih mempertahankan ciri khasnya, yakni kronologis yang akurat. Pada jilid pertama, difokuskan pada sejarah dunia kuno, seperti peristiwa-peristiwa yang berhubungan pada penciptaan alam semesta, Nabi Adam AS dan putra-putranya, peristiwa banjir besar pada zaman Nabi Nuh AS dan masih banyak lagi. Kemudian ia melukiskan sejarah kerajaankerajaan kuno, semisal Assyria, Babylonia, Abessinia, India, Yunani, Romawi, Persia, Cina, Armenia dan lain-lain.

Dalam setiap kali melukiskan kerajaan-kerajaan itu, dia kerap mengdeskripsikan keterangan geografis, iklim, agama serta kepercayaan dan perkembangan ilmu pengetahuan mereka, termasuk filsafat dan kebudayaannya. Sementara jilid kedua, berisi sejarah Islam yang disusun berdasarkan urutan para khalifah, hingga tahun 259 H pada masa pemerintahan al-Mu’tamid. Diawali dengan kelahiran, riwayat hidup serta perang yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, baru kemudian tentang para khalifah. Di samping dua buku tadi, al-Ya’qubi juga meninggalkan sebuah makalah yang merupakan penggalan lain dari Tarikh al-Ya’qubi yang diterbitkan oleh Matbaah an-Najaf al-Asyraf di Irak dan sebuah karya singkat berjudul Musyakalah an-Nass li Zamanihim (Kesamaan Manusia pada Masa Mereka).

Baca Juga  : 10 Ilmuwan Muslim Dan Penemuannya Untuk Peradaban Manusia

Buku yang satu ini –sudah diterbitkan kembali di Beirut– membahas bagaimana masyarakat berusaha mengikuti dan mencontoh kehidupan para penguasa, terutama tentang para khalifah Umayyah dan Abbasiyah. Kitab al-Buldan bisa disebut sebagai kitab paling berharga dalam bentuk karya rihlah (pengembaraan) dan ilmu geografi. Di dalamnya dijelaskan pengembaraan yang dia lakukan dan tugas-tugas negara yang dia emban, yaitu pada masa dinasti Tahiriah di Khurasan dan dinasti Tulun di Mesir dan Suriah, di samping sejumlah informasi yang dikutipnya dari yang lain.

Al-Ya’qubi menggunakan langgam sejarah sendiri tanpa mengikuti langgam sejarah sebelumnya. Ia juga berusaha mengembangkan pendekatan eksperimental dalam menulis. Pengembaraan al-Ya’qubi ke Transoksania memberikan manfaat besar bagi generasi berikutnya. Misalnya, ia menyaksikan langsung bagaimana para khalifah Abbasiyah mengambil anak-anak berkebangsaan Turki dan Fergana di Turkistan, dan menuangkannya dalam buku al-Buldan. Ia berkata, “Ekspansi Islam sudah sampai ke negeri Transoksania. Para pegawai di sana mengirimkan hadiah-hadiah kepada khalifah, di antaranya dalam bentuk anak-anak berkebangsaan Turki dan Fergana. Pengambilan seperti itu semakin mudah pada masa al-Mu’tasim karena ibunya berasal dari sana.

Pengambilan anak-anak itu mencapai jumlah ribuan, sebagian dibeli dan sebagian lagi dalam bentuk hadiah. Jumlah mereka terus bertambah banyak hingga mencapai 18 ribu, semuanya menetap di Baghdad. Penduduk Baghdad menjadi resah karena tingkah laku mereka yang buruk. Sehubungan dengan itu, al-Mu’tasim kemudian mendirikan sebuah kota di sebelah utara Baghdad untuk mereka, yaitu kota Samarra. Sebagian besar mereka kemudian dijadikan tentara.” Setiap kali, al-Ya’qubi menceritakan secara mendetil tentang negeri-negeri yang pernah dikunjunginya. Jalan-jalan digambarkan dengan sangat terperinci, begitu pula ladangladang gandum, perkebunan kurma, taman-taman dan sungai serta sumber-sumber air, sebagaimana ia menggambarkan corak masyarakatnya yang majemuk.

10 Ilmuwan Muslim Dan Penemuannya Untuk Peradaban Manusia 10 Ilmuwan Muslim Dan Penemuannya Untuk Peradaban Manusia
Pakarsejarah.com –  Abu Al Zahrawi merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan yang berasal dari Andalusia. Dia merupakan penemu asli dari teknik pengobatan patah tulang dengan menggunakan gips sebagaimana yang dilakukan pada era modern ini. Sebagai seorang dokter era kekalifahan, dia sangat berjasa dalam mewariskan ilmu kedokteran yang penting bagi era modern ini. Al Zahrawi lahir pada tahun 936 di kota Al Zahra yaitu sebuah kota yang terletak di dekat Kordoba di Andalusia yang sekarang dikenal dengan negara modern Spanyol di Eropa. Kota Al Zahra sendiri dibangun pada tahun 936 Masehi oleh Khalifah Abd Al rahman Al Nasir III yang berkuasa antara tahun 912 hingga 961 Masehi. Ayah Al Zahrawi merupakan seorang penguasa kedelapan dari Bani Umayyah di Andalusia yang bernama Abbas. Menurut catatan sejarah keluarga ayah Al Zahrawi aslinya dari Madinah yang pindah ke Andalusia. Al Zahrawi selain termasyhur sebagai dokter yang hebat juga termasyhur karena sebagai seorang Muslim yang taat.

Dalam buku Historigrafi Islam Kontemporer, seorang penulis dari perpustakaan Viliyuddin Istanbul Turki menyatakan Al Zahrawi hidup bagaikan seorang sufi. Kebanyakan dia melakukan pengobatan kepada para pasiennya secara cuma-cuma. Dia sering kali tidak meminta bayaran kepada para pasiennya. Sebab dia menganggap melakukan pengobatan kepada para pasiennya merupakan bagian dari amal atau sedekah. Dia merupakan orang yang begitu pemurah serta baik budi pekertinya. Selain membuka praktek pribadi, Al Zahrawi juga bekerja sebagai dokter pribadi Khalifah Al Hakam II yang memerintah Kordoba di Andalusia yang merupakan putra dari Kalifah Abdurrahman III (An-Nasir). Dia melakukan perjanjian damai dengan kerajaan Kristen di Iberia utara dan menggunakan kondisi yang stabil untuk mengembangkan agrikultur melalui pembangunan irigasi. Selain itu dia juga meningkatkan perkembangan ekonomi dengan memperluas jalan dan pembangunan pasar. Kehebatan Al Zahrawi sebagai seorang dokter tak dapat diragukan lagi. Salah satu sumbangan pemikiran Al Zahrawi yang begitu besar bagi kemajuan perkembangan ilmu kedokteran modern adalah penggunaan gips bagi penderita patah tulang maupun geser tulang agar tulang yang patah bisa tersambung kembali. Sedangkan tulang yang geser, bisa kembali ke tempatnya semula. Tulang yang patah tersebut digips atau dibalut semacam semen. Salah satu karya fenomenal Al Zahrawi merupakan Kitab Al-Tasrif.

Baca Juga  : Pakar Maroko Nilai Indonesia Tidak Lahirkan Ulama Tingkat Dunia

Kitab tersebut berisi penyiapan aneka obat-obatan yang diperlukan untuk penyembuhan setelah dilakukannya proses operasi. Dalam penyiapan obat-obatan itu, dia mengenalkan tehnik sublimasi. Kitab Al Tasrif sendiri begitu populer dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa oleh para penulis. Terjemahan Kitab Al Tasrif pernah diterbitkan pada tahun 1519 dengan judul Liber Theoricae nec non Practicae Alsaharavii. Salah satu risalah buku tersebut juga diterjemahkan dalam bahasa Ibrani dan Latin oleh Simone di Genova dan Abraham Indaeus pada abad ke-13. Salinan Kitab Al Tasrif juga juga diterbitkan di Venice pada tahun 1471 dengan judul Liber Servitoris. Risalah lain dalam Kitab Al Tasrif juga diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gerardo van Cremona di Toledo pada abad ke-12 dengan judul Liber Alsaharavi di Cirurgia. Dengan demikian kitab karya Al Zahrawi semakin termasyhur di seluruh Eropa. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya karya Al Zahrawi tersebut bagi dunia. Kitabnya yang mengandung sejumlah diagram dan ilustrasi alat bedah yang digunakan Al Zahrawi ini menjadi buku wajib mahasiswa kedokteran di berbagai kampus-kampus. Al Zahrawi menjadi pakar kedokteran yang termasyhur pada zamannya. Bahkan hingga lima abad setelah dia meninggal, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter di berbagai belahan dunia. Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kedokterannya masuk dalam kurikulum jurusan kedokteran di seluruh Eropa.

Proses pembangunan sistem pakar biasanya disebut dengan rekayasa pengetahuan. Biasanya melibatkan interaksi yang spesial antara orang yang membangun sistem pakar yang disebut teknisi pengetahuan. Biasanya terdapat satu atau lebih pakar dalam lingkup masalah tertentu. Teknisi pengetahuan mengambil informasi dari pakar berupa prosedur, strategi, dan aturan-aturan untuk menyelesaikan masalah, lalu membangun pengetahuan itu menjadi sebuah sistem pakar, seperti yang ditunjukkan pada skema di bawah ini. Hasilnya adalah sebuah program komputer yang dapat memecahkan masalah dengan cara yang hampir sama seperti para ahli. Paul E. Johnson, seorang ilmuwan yang telah menghabiskan bertahun-tahun waktunya untuk mempelajari perilaku ahli manusia, cukup baik menggambarkan apa yang dimaksud dengan ahli. “Seorang ahli yaitu orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan hal-hal yang kebanyakan orang tidak bisa. Seorang ahli bukan hanya sekedar mahir, tetapi juga lancar mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah. Seorang ahli mengetahui banyak hal dalam menerapkan apa yang mereka ketahui dalam menyelesaikan suatu masalah.

Tokoh Ilmuwan Muslim Dan Peranannya Pada MasaBani Umayyah Sampai Masa Bani Abbasiyah Tokoh Ilmuwan Muslim Dan Peranannya Pada MasaBani Umayyah Sampai Masa Bani Abbasiyah

Pakarsejarah.com – Tokoh Ilmuwan Muslim Dan Peranannya Pada MasaBani Umayyah Sampai Masa Bani Abbasiyah . Sepeninggal kepemimpinan Khulafaur Rasyidin , kepemimpinan Islam dipegang oleh dua Dinasti besar yang mengubah bentuk pemerintahan dari system Demokrasi Islam menjadi Teokrasi atau Monarki kerajaan . Dinasti itu adalah Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah. Dinasti Umayyah berkeuasa Kurang lebih 90 tahun , sedangkan dinasti Abbasiyah berkuasa kurang lebih 5 abab .perkembangan ilmu pengetahuan dinasti itu sangat berbeda ,karena waktu kepemimpinanya berbeda . Pada masa dinasti umayyah berkuasa, Ilmu pengetahuan dalam Islam baru mulai berkembang . Dinasti Abbasiyah berkuasa , ilmuy pengetahuan dalam islam telah mencapai puncak kejayaannya . Abbasiyah I dan II. Selama masa itu pula , banyak para tokoh ilmuan yang berperan penting dalam mencapai perkembangan dan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dalam duani Islam. Selain para Khalifah dinasti Umayyah sendiri , yang turut berperan dalam memajukan ilmu pengetahuan dan peradaban bangsa islam bangsa umayyah adalah ilmuan yang hidup dalam masa itu .

Diantara tokoh ilmuan yang berperan penting memajukan ilmu pengetahuan,sosial,dan seni budaya pada masa dinasti umayyah adalah sebagai berikut. 1. Nu’man bin Bashir Al Anshari, wafat pada tahun 65H/684M. ia adalah seorang ahli tata bahasa Aab dan seorang penyair keimanan. 2.Ibnu Magfarah Al Hamiri, wafat pada tahun 69H/689 M. ia adalah seorang pakar ilmu bahasa atau linguistic. 3.Miskin ad Damiry, wafat pada tahun 95H/14M.ia adalah seorang pakar ilmu bahasa atau sastra. 4. Al Ahktal wafat pada tahun 111H/730M. ia adalah seorang penyair terkenal di masanya, yang mempunyai diwan atau syair tersendiri. 5.Jarir,wafat pada tanggal 111H/730M. ia juga adalah seorang penyair yang termasyur pada masa itu. 6. Abul Aswad Ad Dualy,wafat pada 98H/716M. ia adalah seorang pakar bahasa Arab , ahli gramatika,dan linguistic arab. 7. Al Farazdaq, wafat pada tahun 90H/709M. ia adalah seorang penyair terkenal. 8. Abu Najm Ar Rajir, wafat pada 130 H/ 748M. ai adalah seorang pakar bahasa dan sastra.

9. A’sya Rabi ‘ah, wafat pada tahun 85H/705M. ia adalah seorang penyair wanita ternama. 10. Ar-Raj, wafat pada tahun 90h/709M. ia adalah seorang pakar bahasa dan sastra. Al Ulumus Syari’ah, yaitu ilmu-ilmu Agama Islam, seperti Fiqih, tafsir Al-Qur’an dan sebagainya. Al Ulumul Lisaniyah, yaitu ilmu-ilmu yang perlu untuk memastikan bacaan Al Qur’an, menafsirkan dan memahaminya. Tarikh, yang meliputi tarikh kaum muslimin dan segala perjuangannya, riwayat hidup pemimpin-pemimpin mereka, serta tarikh umum, yaitu tarikh bangsa-bangsa lain. Ilmu Qiraat, yaitu ilmu yang membahas tentang membaca Al Qur’an. Pada masa ini termasyhurlah tujuh macam bacaan Al Qur’an yang terkenal dengan Qiraat Sab’ah yang kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan, yaitu cara bacaan yang dinisbahkan kepad acara membacayang dikemukakan oleh tujuh orang ahli qraat, yaitu Abdullah bin Katsir (w. Ashim bin Abi Nujud (w. Abdullah bin Amir Al Jashsahash (w. Ali bin Hamzah Abu Hasan al Kisai (w. Hamzah bin Habib Az-Zaiyat (w. Abu Amr bin Al Ala (w.

Baca Juga  : Perancangan Ini Menggunakan Teknik Sampling

Ilmu Tafsir, yaitu ilmu yang membahas tentang undang-undang dalam menafsirkan Al Qur’an. Pada masa ini muncul ahli Tafsir yang terkenal seperti Ibnu Abbas dari kalangan sahabat (w. Ilmu Hadis, yaitu ilmu yang ditujukan untuk menjelaskan riwayat dan sanad al-Hadis, karena banyak Hadis yang bukan berasal dari Rasulullah. Diantara Muhaddis yang terkenal pada masa ini ialah Az Zuhry (w. Ibnu Abi Malikah (w. Al Auza’i Abdur Rahman bin Amr (w. Ilmu Nahwu, yaitu ilmu yang menjelaskan cara membaca suatu kalimat didalam berbagai posisinya. Ilmu ini muncul setelah banyak bangsa-bangsa yang bukan Arab masuk Islam dan negeri-negeri mereka menjadi wilayah negara Islam. Adapun penyusun ilmu Nahwu yang pertama dan membukukannya seperti halnya sekarang adalah Abu Aswad Ad Dualy (w. Beliau belajar dari Ali bin Abi Thalib, sehingga ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib sebagai Bapaknya ilmu Nahwu. Ilmu Bumi (al- Jughrafia). Ilmu ini muncul oleh karena adanya kebutuhan kaum muslimin pada saat itu, yaitu untuk keperluan menunaikan ibadah Haji, menuntut ilmu dan dakwah, seseorang agar tidak tersesat di perjalanan, perlu kepada ilmu yang memebahas tentang keadaan letak wilayah.