Author: superadmin

Perkembangan Study Islam Di Dunia Barat Perkembangan Study Islam Di Dunia Barat
Pakarsejarah.com – Studi Islam atau Dirosah Islamiyah (barat dikenal dengan istilah Islamic Studies), secara sederhana dapat dikatakan sebagai usaha untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. Dikalangan para ahli masih terdapat perdebatan tentang Studi Islam (agama). Jika dilihat dari sisi Normativitas, kurang pas rasanya untuk dikatakan sebagai disiplin ilmu, karena normativitas studi Islam agaknya terbebani oleh misi keagamaan yang bersifat subyektif, dan apologis, yang menyebabkan kadar muatan analisis, kritis, metodologis, histories, empiris, terutama dalam menelaah teks-teks atau naskah-naskah keagamaan produk sejarah terdahulu kurang begitu ditonjolkan. Sedangkan bila dilihat dari sisi Historisitas, tampaknya tidaklah salah . Inilah Islam kalau dilihat secara historisitas yakni Islam dalam arti yang dipraktikkan oleh manusia serta tumbuh dan berkembang dalam sejarah kehidupan manusia, maka Islam dapat dikatakan sebagai sebuah disiplin ilmu, yakni ilmu keislaman atau Islam Studies. Masa Renaisance (abad pertengahan : 1250-1800 M) adalah masa dimana peradaban Barat menuai kebangkitannya sementara peradaban Islam mengalami stagnasi. Renaisance membawa perubahan baru bagi dunia Barat dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Ekonomi.

Dan perkembangan tersebut banyak dipengaruhi oleh peradaban Islam. Sebagaimana kita ketahui di masa kejayaan Islam, Andalusia (Spanyol) pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah merupakan salah satu tempat yang mengalami kemajuan dalam bidang pendidikan, politik, sosial, dan ekonomi. Terbukti dengan adanya beberapa universitas Islam yang didirikan. Seperti universitas Cordova, Seville, Malaga, Granada, dan Salamanca. Pada waktu itu beberapa tokoh-tokoh Barat datang mengunjungi universitas-uninersitas tersebut untuk memperdalam ilmu mereka. Selama mereka belajar, mereka melakukan penerjemahan ilmu-ilmu karya tokoh-tokoh muslim kedalam bahasa Latin. Hal ini didukung oleh King Frederick H (mantan Kaisar Holy Roman Empire : 1215-1250) yang dipimpin oleh Petrus Venerabilis dengan cara membayar orang Spanyol sebagai penerjemah. Kegiatan ini berpusat di Toledo dan Palemo. Dan ketika mereka kembali ke negaranya masing-masing, mereka ditantang oleh Paus di Vatikan untuk mendirikan universitas-universitas serupa. Kemudian berdirilah perguruan tinggi-perguruan tinggi disemenanjung Italia, Padua, Florence, Milano, Venezia, disusul oleh Oxford dan Cambridge di Inggris, Sorbone di Francis, dan Tubingen Di Jerman.

Setelah berdirinya universitas-universitas diatas, membukakan jalan bagi Barat untuk mengembangkan dunia ilmu pengetahuannya. Jadi jelaslah, sejarah Berkembanganya Studi Islam di Dunia Barat adalah disebabkan para pelajar barat yang datang ke dunia timur untuk mengkaji ilmu. Disamping itu juga mereka telah berhasil menterjemahkan karya-karya ilmuan muslim kedalam bahasa latin. Gerakan ini pada akhirnya menimbulkan massa pencerahan dan revolusi industri, yang menyebabkan Eropa maju. Dengan demikian Andalusia merupakan sumber-sumber cahaya bagi Eropa, memberikan kepada benua itu manfaat dari ilmu dan budaya islam selama hampir tiga abad.

Usaha mempelajari agama Islam tidak hanya terbatas pada kalangan umat muslim semata, namun dilakukan pula oleh orang-orang diluar kalangan islam. Orang-orang inilah yang disebut dengan istilah kaum “Orientalist”. Namun orientasi pembelajaran Islam oleh kedua kalangan ini tentunya berbeda. Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan umat muslim bermaksud untuk memahami dan mendalami serta membahas ajaran-ajaran islam yang kemudian dijadikan sebagai pegangan dan pedoman hidup (way of live). Sementara Studi Islam yang dilakukan oleh kalangan orientalist bermaksud untuk mempelajari seluk-beluk ajaran islam dan semata-mata menjadikannya sebagai Ilmu Pengetahuan (Muhaimin dkk : 1994). Hal ini yang membuat Islam lebih dikenal sebagai sains diduia barat (sains islam). Pada dasarnya Studi Islam dan Sains Islam ada perbedaan dan persamaan.

Baca Juga  : Contoh Sistem Pakar – Pengertian Dan Sejarah Sistem Pakar

Persamaan studi dan sains terletak pada objek kajiannya. Yakni ilmu pengetahuan. Sedangkan perbedaannya, Studi Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang dirumuskan dari ajaran islam yang dipraktekkan dalam sejarah dan kehidupan manusia. Sedangkan Sains Islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang mencakup berbagai pengetahuan modern seperti kedokteran, astronomi, matematika, fisika, dan sebagainya yang dibangun atas arahan nilai-nilai islami. Sains Islam sebagaimana dikemukakan Hussein Nasr adalah sains yang dikembangkan oleh kaum muslimin sejak abad islam ke-2, yang keadaannya sudah tentu merupakan salah satu pencapaian besar dalam peradaban islam. Selama kurang lebih 700 tahun, sejak abad ke-2 hingga ke-9 Masehi, peradaban islam mungkin merupakan peradaban yang paling produktif dibandingkan peradaban manapun jua. Dari Sains Islam inilah membuat orang barat tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan islam yang sampai terkenal di Eropa.

Al hasil, menurut Harun Nasution; salah satu contoh kemajuan orang barat adalah ketika Napoleon melakukan Ekspedisi ke Mesir dengan memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan membawa 167 ahli dalam berbagai cabang ilmu. Diapun membawa dua set alat percetakan huruf Latin, Arab, dan Yunani. Ekspedisi itu datang bukan hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga untuk kepentingan ilmiah. Untuk kepentingan ilmiah, Napoleon membentuk lembaga ilmiah yang disebut dengan Institut d ‘Egypte yang mempunyai empat bidang ilmu kajian, yaitu ilmu pasti, ilmu kalam, ilmu ekonomi dan politik, serta ilmu sastra dan seni.Pada akhir tahun 1801 Masehi. Dalam perkembangan studi Islam di dunia Barat, obyek pengkajian dapat digolongkan menjadi dua. Pertama, pengkajian bahasa arab. Studi Islam mensyaratkan kajian intensif mengenai bahasa arab yang berkembang sejak permulaan abad 19, dan melahirkan pakar-pakar bahasa arab di barat seperti A.I. Sylvestre de Sacy (Prancis) dan Johan Jakob Reiske (Jerman). Kedua, pengkajian teks. Kajian teks hanya dapat dilakukan oleh kalangan-kalangan yang memiliki pengetahuan solid mengenai bahasa arab. Muhaimin, Tadjab dan Abd. Mujib. 1994. Dimensi-dimensi Studi Islam.

Pada abad ke-12, geografer Muslim, Al-Idrisi berhasil membuat peta dunia. Al-Idrisi yang lahir pada tahun 1100 di Ceuta Spanyol itu juga menulis kitab geografi berjudul Kitab Nazhah Al- Muslak fi Ikhtira Al-Falak (Tempat Orang yang Rindu MenembusCakrawala). Kitab ini begitu berpengaruh sehingga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Geographia Nubiensis. Seabad kemudian, dua geografer Muslim yakni, Qutubuddin Asy-Syirazi (1236 M -1311 M) dan Yaqut Ar-Rumi (1179 M -1229 M) berhasil melakukan terobosan baru. Qutubuddin mampu membuat peta Laut Putih/Laut Tengah yang dihadiahkan kepada Raja Persia. Sedangkan, Yaqut berhasil menulis enam jilid ensiklopedi bertajuk Mu’jam Al-Buldan (Ensiklopedi Negeri-negeri). Penjelajah Muslim asal Maroko, Ibnu Battuta di abad ke-14 M memberi sumbangan dalam menemukan rute perjalanan baru.

Hampir selama 30 tahun, Ibnu Battuta menjelajahi daratan dan mengarungi lautan untuk berkeliling dunia. Penjelajah Muslim lainnya yang mampu mengubah rute perjalanan laut adalah Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok. Dia melakukan ekspedisi sebanyak tujuh kali mulai daritahun 1405 hingga 1433 M.Dengan menguasai geografi, di era keemasan umat Islam mampu menggenggam dunia. Tak pelak, Islam banyak memberi kontribusi bagi pengembangan geografi. Sumbangan dunia Islam meliputi pengetahuan klimatologi (termasuk angin munson), morfologi, proses geologi, sistem mata pencaharian, organisasi kemasyarakatann, mobilitas penduduk, serta koreksi akan kesalahan yang tertulis pada buku yang ditulis ptolomeus. Karya-karya sarjana Muslim seperti Al-Biruni, Ibnu Sina, Ai Istakhiri, Al Idrisi, Ibn Khaldun dan Ibn Batuta telah menjadi dasar pemicu kembalinya perkembangan ilmu pengetahuan. Bukan hanya geografi namun juga dalam berbagai ilmu lain.

Contoh Sistem Pakar - Pengertian Dan Sejarah Sistem Pakar Contoh Sistem Pakar - Pengertian Dan Sejarah Sistem Pakar
Pakarsejarah.com – Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem pakar adalah sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran menyerupai seorang pakar dalam memecahkan masalah. Sistem pakar adalah salah satu jalan untuk mendapatkan pemecahan masalah secara lebih cepat dan mudah. Dengan sistem pakar, seseorang yang awam pun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit atau bisa juga hanya sekedar mencari informasi berkualitas yang sebenarnya hanya bisa diperoleh dengan bantuan para ahli. Sistem pakar juga dapat membantu aktifitas pakar, yang difungsikan sebagai assisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Sistem pakar merupakan sebuah terobosan dalam mengambil dan memadukan pengetahuan dengan teknologi. Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan aturan-aturan penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang berasal dari pengalaman maupun penelitian satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut kemudian diolah dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah tertentu. 1943 Post E.L.
membuktikan bahwa permasalahan-permasalahan komputasi dapat diselesaikan dengan aturan IF-THEN. 1961 General Problem Solver (GPS) oleh A. Newell and H. Simon. Adalah sebuah program yang dibangun untuk menyelesaikan permasalahan mulai dari games sampai matematika integral. 1969 DENDRAL. Dibangun di Stamford University atas permintaan NASA (Buchanan and Feigenbaum) untuk melakukan analisis kimiawi terhadap kondisi tanah di planet Mars. 1970s MCYN. Dibuat untuk diagnosa medis oleh Buchanan dan Shortliffe.

Terlepas dari kekompleksitasnya, studi Islam di Barat turut membentuk cara pandang para sarjana Muslim tamatan Universitas-universitas Barat terhadap Islam. Setelah Studi Islam Berkembangan begitu pesatnya di dunia barat, maka mulai tampaklah kelihatan dampak-dampak yang ditimbulkannya mulai dari hal yang positif maupun negatif. Kehadiran Islam di Eropa Spanyol membawa perubahan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat, terutama dalam aspek peradaban dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari hal ini telah menimbulkan semangat orang barat dalam mempelajari ilmu pengetahuan yang dibawah oleh islam.

Al hasil, maka banyaklah orang barat yang menguasai ilmu pengetahuan dari islam, seperti ilmu kimia, ilmu hitung, ilmu tambang (minerologi), meteorology (karya Al Khazini), dan sebagainya. Sedangkan dibidang teknologi adalah orang barat bisa membuat berbagai macam alat industri yang dihasilkan dari observasi atau penelitian. Sekitar abad ke-16 M telah ditemukan sebuah alat perajut kaos kaki. Kemudian tahun 1733 M John Kay telah berhasil membuat alat tenun baru yang dapat bekerja lebih cepat dan menghasilkan tenunan yang baik.

Pada tahun 1765 M Hargreaves berhasil membuat alat pintal yang dapat memintal berpuluh-puluh gulung benang sekaligus. Kemudian sekitar tahun 1780 M terjadi revolusi industri di Inggris, seperti ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769 M dan alat tenun oleh Cartwright tahun 1785 M yang menyebabkan Inggris menjadi negara industri maju. 1. Setelah bangsa barat menjadi bangsa yang maju dan telah mengalami revolusi dibidang industri. Maka mereka mendapati masalah kekurangan bahan baku dalam kegiatan industrinya. Kemudian untuk mencari jalan keluarnya mereka berlomba-lomba mencari di dunia Timur, yang kebanyakan dikuasai oleh pemerintahan muslim.

Baca Juga  : Nama Ilmuwan Muslim Mendunia Untuk Inspirasi Nama Jagoan Kecil Anda

Di samping itu, mereka juga memerlukan tempat pemasaran baru bagi hasil industrinya ke negara-negara Timur. Sebagai akibatnya, banyak negara-negara Barat datang kedunia Timur dan terjadilah Ekspansi besar-besaran dalam bidang social, politik, ekonomi dan sebagainya. Di waktu itulah terjadi suatu massa kolonial dan imperial, yaitu massa dimana bangsa-bangsa Barat melakukan penjajahan terhadap dunia Timur, khususnya dunia muslim. Suasana seperti itu menyebabkan dunia Timur mengalami kemunduran dan Barat mencapai kemajuan pesat dari hasil kolonialisme dan imperialisme atas dunia Timur. 2. Rupanya dampak negatif yang kedua ini adalah bagaikan kacang lupa kulitnya.

Istilah ini memang pantas ditunjukkan pada orang barat, karena kenapa ? Ilmu yang berkembang di Dunia Barat itu adalah dari islam, akan tetapi mereka mengingkarinya, mereka tidak mengakui. Malahan mereka mengaku ilmu tersebut berasal dari peradaban lain, bukan dari peradaban islam. Ada seorang sarjana bernama Max Dimont mengatakan bahwa orang Barat itu menderita Narcisisme, yaitu mereka mengagumi diri mereka sendiri, dan kurang memiliki kesediaan untuk mengakui utang budinya kepada bangsa-bangsa lain. Mereka hanya mengatakan, bahwa yang mereka dapatkan itu adalah warisan dari Yunani dan Romawi. Di antara berita gembira ini, yaitu apa yang diriwayatkan oleh Tamim ad-Dari. Ia berkata : Aku mendengar Rosulullah S.A.W. ” Islam akan mencapai wilayah yang dicapai siang dan malam. Allah tidak akan membiarkan rumah yang mewah maupun yang sederhana kecuali akan memasukkan agama ini kedalamnya. Dengan memuliakan orang yang mulia atau dengan menghinakan orang yang hina. Mulia karena dimuliakan Allah disebabkan keislamannya dan hina karena dihinakan Allah disebabkan kekafirannya “. Makna sampainya islam ke daerah yang disentuh siang dan malam, yaitu tersebarnya islam keseluruh permukaan bumi, sebagaimana siang dan malam menutupinya, dan masuknya agama ini ke daerah perkotaan maupun pedesaan. 1) Studi Islam mensyaratkan kajian intensif tentang bahasa Arab sebagai bahasa.

Nama Ilmuwan Muslim Mendunia Untuk Inspirasi Nama Jagoan Kecil Anda Nama Ilmuwan Muslim Mendunia Untuk Inspirasi Nama Jagoan Kecil Anda

Pakarsejarah.com – Mencari nama bayi bisa menjadi hal yang menyulitkan bagi para calon orangtua, ada berbagai pilihan, dari segi bahasa, makna, bahkan asal usul nama tersebut. Salah satu cara yang bisa Anda pilih saat sedang mencari nama bagi sang buah hati, adalah nama ilmuwan muslim. Dengan menamai bayi dari nama ilmuwan muslim, hal ini juga bisa menjadikan sebuah doa. Misalnya, siapa tahu di masa yang akan, bayi Anda akan tumbuh menjadi orang yang cerdas dan menjadi ilmuwan yang taat pada agama. Daftar nama ilmuwan muslim ini umumnya dapat diberikan kepada bayi laki-laki. Maka dari itu, untuk Bunda yang sedang mengandung bayi laki-laki, tak ada salahnya untuk memasukkan nama ini ke dalam daftar nama calon buah hati. berikut inilah 50 nama ilmuwan muslim yang dapat dipertimbangkan untuk diberikan kepada bayi. Beliau merupakan seorang ilmuwan yang meneliti tentang penyakit cacar, demam, asma.

Selain itu, ia juga merupakan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Alhazen adalah seorang ilmuwan yang meneliti sifat cahaya. Dikenal cerdik dan pandai yang ahli dalam bidang sains, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Merupakan seorang ilmuwan yang meneliti ilmu kimia. Dia adalah seorang ilmuwan dengan bidang penelitian di antaranya filosofi, matematika, logika, musik, ilmu kedokteran, matematika, fisika, dan lainnya. Tak hanya itu, dia juga merupakan pengarang 270 buku. Cendekiawan besar abad ke-12 dari Kordoba, Al-Andalus. Ia mempelajari dan berkarya dalam bidang geometri dan logika. Meneliti tentang Al-Tasrif, kedokteran, gigi, kelahiran anak, bedah, obat-obatan. Dia adalah salah satu pakar di bidang kedokteran pada masa Islam abad pertengahan. Seorang peneliti matematika, astronomi, fisika, ensiklopedia, filsafat, sejarah, obat-obatan dan farmasi. Dia juga merupakan seorang penulis dari bidang yang ditekuninya. Meneliti bidang logika, matematika, etika, filosofi, politik, sosiologis, musik, dan sains. Lalu, dia adalah tokoh Islam pertama dalam bidang logika. Beliau merupakan seorang ilmuwan yang meneliti astronomi khususnya dalam pergerakan bulan, dan matematika (trigonometri).

Hasil dari dia meneliti pergerakan bulan, terdapat sebuah kawah di bulan dinamai Abul Wafa sesuai dengan namanya. Ilmuwan muslim penemu konsep robotika modern. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang saat ini dikenal sebagai mesin robot. Pengarang buku Al Hiyal (buku alat-alat pintar) yang berisi 100 macam mesin seperti pengisi tangki air otomatis, kincir air dan sistem kanal bawah tanah seperti Belanda. Ia juga mempelajari teknik pengolahan logam, tambang, lampu tambang, teknik survei dan pembuatan tambang bawah tanah. Merupakan seorang ahli matematika, fisika, kedokteran, filosof. Serta, ia merupakan penulis ensiklopedia ilmu pengetahuan modern. Peneliti bidang sastra, matematika, dan astronomi. Selain itu, juga pandai dalam membuat puisi. Dikenal dengan nama Averusy, yang merupakan ahli fisika dan bahasa. Ia juga merupakan ahli filsafat Yunani kuno. Pelopor dalam bidang optik dengan kamus optiknya (Kitab Al Manazhir) jauh sebelum Roge Bacon, Leonardo da Vinci, Keppler, dan Newton. Serta, penemu hukum pemantulan dan pembiasan cahaya, penemu alat ukur ketinggian bintang kutub.

Pengarang kitab Al Hayawan atau kitab tentang binatang atau ensiklopedia tentang hewan. Bunda bisa memakai nama ilmuwan muslim ini sebagai nama bayi laki-laki Anda. Pembuat serial pertama dan ensiklopedia pertama. Dokter, filosof, penulis novel filsafat paling awal Risalah Havy Ibn Yaqzan. Kemudian, karyanya dijiplak oleh Dofoe dengan judul barunya ‘Robinson Crusoe’. Dia adalah seorang imam sunni, cendekiawan, dan ahli fiqh. Di sisi lain, dia juga seorang ahli tafsir, hadits, pengahafal Al-Quran, ahli ilmu nahwu, ahli ushul, ahli ilmu kalam, dan seorang mujtahid. Beliau merupakan tokoh yang terkenal dalam bidang ilmu tafsir, fiqih, filsafat, dan akhlak. Memiliki ilmu tersebut, akhirnya ia mendapat gelar ‘Hujjatul Islam’. Dia adalah pembuat daftar koordinat dan sosiologi wilayah China, Sri Lanka, India, Byzantium, dan Rusia Selatan. Dia menciptakan karya geografi tentang kerajaan-kerajaan dan rute perjalanan. Dimulai dari negeri China, Korea, dan Jepang. Meneliti dalam bidang kedokteran, khususnya peredaran darah dan paru-paru. Dia adalah orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia.