Albert Einstein Penemu Teori Relativitas

Albert-Einstein-Penemu-Teori-Relativitas

pakarsejarah – Nama Albert Einstein bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi. Einstein merupakan ilmuwan fisika teoritis yang dipandang paling berpengaruh di abad ke-20. Albert Einstein lahir pada 14 Maret di Ulm, Wurttemberg, Jerman. Ia dikenal dunia karena teori relativitas yang dicetuskannya dan persamaan E=MC2, yang meramalkan perkembangan kekuatan atom dan bom atom.

Einstein, pertama kali mengajukan teori relativitas pada 1905 di paper-nya. Pada November 1915, Einstein menyelesaikan teori relativitas umum. Pria yang tumbuh dalam keluarga Yahudi sekuler itu, menganggap teori ini merupakan kulminasi dari penelitian hidupnya.

Dia yakin tentang manfaat relativitas umum karena memungkinkan prediksi orbit planet yang lebih akurat di sekitar Matahari, yang gagal dalam teori Isaac Newton.

Pernyataan Einstein ditegaskan melalui pengamatan dan pengukuran oleh astronom Inggris, Sir Frank Dyson dan Sir Arthur Eddington selama gerhana matahari 1919.

Paper Einstein 1905 tentang masalah atau hubungan energi mengusulkan persamaan E=MC2 yang dijelaskan sebagai energi suatu benda (E) sama dengan massa (M) dari tubuh itu yang menghasilkan kecepatan cahaya kuadrat (C2). Persamaan ini menunjukkan, partikel kecil materi bisa diubah menjadi sejumlah besar energi.

Pada 1921, Einstein memenangkan Nobel Fisika untuk penjelasan tentang efek fotolistrik, karena gagasan tentang relativitas masih dianggap patut dipertanyakan. Anak dari seorang salesman dan engineer ini, sejatinya tidak diberi penghargaan hingga tahun selanjutnya karena keputusan birokratis, dan selama pidato penerimaannya ia tetap memilih untuk berbicara tentang relativitas.

Dalam perkembangan teori umumnya, Einstein telah berpegang pada keyakinan, alam semesta merupakan entitas statis tetap, yang disebut “cosmological constant”, meskipun teori selanjutnya secara langsung membantah gagasan ini dan menegaskan, alam semesta bisa berada dalam keadaan flux.

Baca Juga : 7 Fakta Aneh Ilmuwan Paling Jenius dan Gila Di Dunia

Tutup Usia

Albert Einstein tutup usia di University Medical Center at Princeton pada 18 April 1955. Usianya saat itu 76 tahun.

Sehari sebelumnya, saat mengerjakan pidato menghormati ulang tujuh Israel, Einstein menderita aneurisma aorta perut. Dia dibawa ke rumah sakit untuk perawatan namun menolak melakukan operasi.

Ia percaya telah menjalani hidupnya dan merasa puas menerima takdirnya. “Saya ingin pergi saat saya mau,” katanya saat itu.

“Rasanya hambar untuk memperpanjang hidup secara buatan, saya telah melakukan bagian saya, sekarang saatnya untuk pergi, saya akan melakukannya dengan elegan,” ujarnya.

Otak Einstein

Selama autopsi Albert Einstein, menurut laporan Biography, Thomas Stoltz Harvey melepaskan otaknya tanpa izin keluarganya untuk pelestarian dan studi masa depan oleh dokter ilmu saraf.

Namun selama hidupnya, Einstein berpartisipasi dalam studi otak. Setidaknya satu biografi mengatakan, Einstein berharap para peneliti akan mempelajari otaknya setelah dirinya meninggal. Otak Einstein sekarang berada di Princeton University Medical Center dan jenazahnya dikremasi. Abunya sendiri disebar di lokasi yang tidak diungkapkan, seperti keinginan Einstein.

Pada 1999, ilmuwan Kanada yang mempelajari otak Einstein menemukan, lobus parietal inferior, area yang memproses hubungan spasial, visualisasi 3D, dan pemikiran matematis, 15 persen lebih lebar dibandingkan orang dengan kecerdasan normal. Menurut The New York Times, para peneliti percaya, ini bisa membantu menjelaskan mengapa Einstein memiliki otak yang cerdas.