2021

Keputusan Mendadak yang Mengubah Sejarah Dunia Keputusan Mendadak yang Mengubah Sejarah Dunia

Keputusan Mendadak yang Mengubah Sejarah Dunia – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut keputusan mendadak yang mengubah sejarah dunia.

Sejarah bisa berubah dalam sekejap mata. Mulai dari salah mengambil belokan, improvisasi pidato, sampai awan yang mendung dapat mengubah arah sejarah. Terkadang, pilihan ini dibuat oleh para pemimpin dunia atau orang biasa yang kebetulan ada di situasi yang tepat (atau kurang tepat).

Artikel ini akan membahas keputusan mendadak, hanya sepersekian menit atau bahkan detik namun berhasil mengubah dunia. Berikut daftarnya.

1. Salah mengambil tikungan memicu Perang Dunia I

Gavrilo Princip tak pernah mengira kalau dia akan mengubah alur sejarah. Seperti yang diketahui, Princip adalah anggota Bosnia Muda, kelompok nasionalis yang berusaha untuk menggulingkan Kekaisaran Austria-Hongaria. Pada 28 Juni 1914, Princip dan kawan-kawannya berencana untuk membunuh Archduke Franz Ferdinand yang sedang berkunjung ke Sarajevo.

Setelah menunggu selama beberapa saat, mereka pun melempar bom ke bawah mobil yang dinaiki oleh Ferdinand. Sayang bagi mereka, sang Archduke berhasil selamat dari kecelakaan itu. Namun beberapa saat kemudian, Ferdinand memutuskan untuk mengunjungi para korban ledakan yang dirawat di rumah sakit setempat.

Seperti dijelaskan dalam History, ia menginstruksikan kepada sopirnya untuk mengambil rute yang berbeda dari sebelumnya, dan di sinilah semua petaka ini berawal. Sopirnya salah mengambil belokkan dan justru berakhir di jalan yang sama persis seperti sebelumnya, tempat di mana Princip sedang berkumpul bersama teman-temannya.

Princip pun langsung menggunakan kesempatan emas itu. Ia melepaskan dua tembakan dari jarak dekat yang berhasil menembus leher Ferdinand dan perut istrinya, Sophie. Nantinya, peristiwa ini akan memicu Perang Dunia I.

2. Pemecatan staf yang berujung pada tenggelamnya Titanic

Tenggelamnya kapal RMS Titanic adalah salah satu tragedi laut terbesar dalam sejarah. Titanic, yang digembar-gemborkan sebagai kapal yang tidak bisa tenggelam, menabrak gunung es di Samudra Atlantik dan tenggelam tak lama kemudian.

Menurut beberapa sumber, ada banyak kesalahan yang bisa dikaitkan atas bencana itu. Namun, satu kesalahan yang paling fatal adalah keputusan mendadak untuk mengganti staf kapal. Staf itu adalah David Blair, yang dikeluarkan dari Titanic tepat sebelum kapal itu berlayar.

Sayangnya, dia lupa menyerahkan kunci loker yang berisi alat-alat navigasi, termasuk teropong. Titanic pun berangkat sebelum dia menyadarinya, sehingga staf lainnya harus melihat gunung es dengan mata mereka sendiri. Jelas sekali kalau kesalahan ini telah membuat Titanic tenggelam.

3. Kertas pidato yang menyelamatkan nyawa Teddy Roosevelt

Theodore “Teddy” Roosevelt dikenal sebagai salah satu presiden terbaik dalam sejarah Amerika Serikat. Pada tahun 1912, ketika ia kembali mencalonkan diri sebagai presiden untuk ketiga kalinya, Roosevelt menyiapkan naskah pidato setebal 50 halaman.

Sebelum naik ke atas podium, Roosevelt melipat naskah itu lalu memasukkannya ke dalam saku dadanya. Hal ini mungkin terlihat seperti keputusan kecil, walau nantinya keputusan inilah yang akan menyelamatkan nyawanya. Ketika ia bersiap untuk melakukan pidato, seorang pria naik dan menembak Roosevelt tepat di dadanya.

Untungnya, peluru itu tertahan oleh tumpukan kertas yang ia taruh di dalam sakunya. Tentu saja, sebagai seorang “bull moose,” Teddy masih melanjutkan pidatonya sesaat sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit setempat.

Baca Juga:Isaac Newton Si Penemu Teori Gravitasi Bumi

4. Kejutan Erwin Rommel sebelum D-Day

Operasi Overlord atau penyerbuan ke pantai Normandia pada D-Day dikenal sebagai salah satu momen terpenting dalam Perang Dunia II. Namun, peristiwa ini akan sangat berbeda jika bukan karena pesta ulang tahun yang direncanakan oleh Erwin Rommel.

Pada saat itu, Marsekal Jerman yang disebut “Rubah Gurun” ini bertanggung jawab atas pertahanan di Normandia. Namun, Rommel lebih memilih untuk memberikan kejutan pada istrinya dan ikut berlibur bersamanya.

Keputusan ini mungkin terkait dengan perselisahannya dengan Adolf Hitler, yang mengira kalau pasukan Sekutu akan berlabuh di kota Calais alih-alih pantai Normandia. Rommel pun pergi berlibur tepat sebelum Sekutu menyerang.

Tanpa kehadirannya, pasukan Reich Ketiga kebingungan dan Sekutu memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan penyerangan besar-besaran ke pantai Normandia.