September 2020

Awal Mula ditemukannya Kertas Awal Mula ditemukannya Kertas

Awal Mula ditemukannya Kertas – kertas merupakan lembaran  tipis yang saat ini menjadi media tulis yang sangat penting. Sayangnya tidak banyak yang tahu, bagaimana sejarah ditemukannya kertas. Ada baiknya sebelum kita mengetahui lebih dalam mengenai percetakan digital (digital printing), cetak murah, cetak cepat, dan sebagainya, kita mempelajari terlebih dahulu sejarah penemuan kertas.

Kertas tidak ditemukan begitu saja. Sebelum kertas ditemukan, orang-orang di berbagai benua menggunakan bahan yang berbeda-beda untuk menulis. Di China, orang menggunakan bambu sebagai media tulis. Lain halnya dengan orang-orang di belahan bumi bagian barat. Mereka menggunakan kulit kambing atau lembu sebagai media tulis. Sudah tentu, harganya sangat mahal.

Peradaban Mesir Kuno juga berkontribusi dalam proses perkembangan dari media tulis dengan ditemukannya papirus yang digunakan pada masa pemerintahan Firaun, yang kemudian penggunaannya menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi, Laut Tengah, bahkan seluruh Eropa. Papirus inilah yang kemudian menjadi asal kata “paper” dalam bahasa Inggris. Meski begitu meluas, penggunaan papirus juga tetap dirasa mahal.

Berdasarkan catatan sejarah, negara yang menyumbangkan kontribusi besar khususnya bagi percetakan adalah negara cina. Kertas yang kita gunakan hari ini baik untuk kebutuhan sehari-hari, perkantoran, sekolah, hingga bisnis percetakan digital, percetakan offset, cetak cepat, dan sebagainya ditemukan oleh Ts’ai Lun. Kertas yang ditemukan oleh Tsai Lun pada mulainya menggunakan bahan baku bambu pada tahun 101 masehi. Pada saat itu, Ts’ai Lun memperlihatkan contoh kertas kepada Kaisar Ho Ti. Pada abad ke-2, penggunaan kertas penemuan Ts’ai Lun ini mulai menyebar di seluruh China. Dengan penemuan ini, China mampu mengekspor kertas ke seluruh Asia. Sebab, mereka merahasiakan cara pembuatan kertas ini cukup lama.

Pada Abad ke 751 Masehi, Pasukan Dinasti Tang mengalami kekalahan pada pertempuran di Sungai Talas melawan kerajaan Arab di bawah pemerintahan Abbasiyah. Akibatnya, para pembuat kertas Cina ditawan oleh orang-orang Arab, sehingga dengan mereka mempelajari cara pembuatan kertas dan wilayah Bagdad dan Sarmarkand pun menjadi produsen kertas. Sampai akhirnya, seluruh wilayah Arab mengetahui teknik pembuatan kertas. Barulah pada abad ke-12, orang-orang Eropa memperlajari cara pembuatan kertas, khususnya setelah Perang Salib.

Pemakaian kertas akhirnya semakin berkembang ke seluruh dunia dan digunakan hingga hari ini setelah penemuan mesin cetak modern oleh Gutenberg. Gutenberg inilah sosok yang berjasa khususnya bagi bisnis percetakan saat ini mulai dari cetak sablon, cetak offset, hingga yang sedang popular saat ini yaitu cetak digital / digital printing yang dapat melakukan cetak cepat dan cetak murah.

Sejarah-Guglielmo-Marcon-Temukan-Radio-Pertama-Di-Dunia Sejarah-Guglielmo-Marcon-Temukan-Radio-Pertama-Di-Dunia

pakarsejarah – Tahun 1896, seorang ilmuwan Italia, Guglielmo Marconi mematenkan temuannya mengenai telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit. Alat yang ditemukannya itu menjadi awal penggunaan teknologi untuk menciptakan radio. Awalnya sinyal yang dapat dikirim oleh jaringan nirkabel itu kurang dari 10 mil. Namun pada 1897, Guglielmo Marconi kembali mempublikasikan temuan baru yang dapat mengirim sinyal nirkabel pada jarak yang lebih jauh dari sebelumnya, yaitu 12 mil.

radio

Tahun 1899, Guglielmo Marconi berhasil melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris melalui Selat Inggris dengan menggunakan osilator tesla. Kemudian pada 1904, John Ambrose Fleming berhasil menemukan tabung audio yng dapat digunakan sebagai penerima sinyal nirkabel untuk teknologi radio yang sebelumnya dikembangkan oleh Guglielmo Marconi. Tahun 1906, Dr. Lee de Forest mengembangkan teknologi tabung audio yang terdiri dari tiga elemen, disebut triode audion. Penemuan Lee de Forest memungkinkan sinyal gelombang suara ditransmisikan melalui sistem komunikasi nirkabel. Walaupun sinyal yang ditangkap oleh alatnya itu masih sangat lemah.

Sekitar tahun 1912, Edwin Howard Armstrong menciptakan alat yang disebut radio amplifier, yaitu sebuah alat untuk penguat gelombang radio. Alat ini bekerja dengan cara menangkap sinyal elektromagnetik dari transmisi radio dan mengirim sinyal balik dari tabung audio. Dengan penguat gelombang radio ini, sinyal yang dihasilkan akan meningkat sebanyak 20.000 kali per detik.

Baca Juga :Kisah Perjuangan Thomas Alva Edison Temukan Lampu Pijar

Alat ini pun dapat memungkinkan keluarnya suara lebih keras, sehingga dapat didengar langsung tanpa membutuhkan earphone. Penemuan alat ini kemudian menjadi sangat penting dalam sistem komunikasi radio karena jauh lebih baik dan efisien dibandingkan temuan alat sebelumnya.

Edwin Howard Armstrong kemudian menemukan sistem modulasi frekuensi (FM) yang menghasilkan suara lebih jernih, serta tidak terganggu oleh cuaca buruk pada 1933. Akan tetapi penemuannya itu tidak banyak didukung oleh masyarakat, karena ketika alat barunya itu diciptakan sedang terjadi pergejolakan ekonomi di dunia, sehingga tidak dapat diproduksi secara missal. Armstrong kemudian mendirikan stasiun radio FM pertama dengan biayanya sendiri pada 1940. Perjuangannya mengembangkan sistem FM sangatlah berat hingga akhirnya ia depresi dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Barulah pada akhir 1960-an, FM ciptaan Armstrong menjadi sistem yang dapat diterima oleh masyarakat. Hampir 2000 stasiun radio FM tersebar di seluruh wilayah Amerika. Modulasi frekuensi menjadi alat yang menyokong munculnya gelombang mikro (microwave). Hingga akhirnya FM diakui sebagai sistem unggul yang sangat berpengaruh di segala bidang komunikasi.